Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Malaikat Maut Tamu Kita

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juni 2017 13:36 1:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juni 2017 13:36
Bagikan
ILustrasi.
Bagikan

SEBAGAIMANA kita kalau kedatangan tamu yang datang tanpa memberi kabar, tentu kita akan sibuk dan panik untuk menyambut tamu tersebut. Tetapi lain halnya apabila tamu tersebut memang telah ditunggu-tunggu oleh tuan rumah, kedatangannya telah disiapkan dengan kebutuhan dan hidangan bagi sang tamu. Maka kehadiran tamu tersebut akan disambut dengan hangat dan senyum.

Tetapi tamu Malaikat Maut selalu datang menghampiri rumah kita tanpa memberitahu kedatangannya. Bisa pagi, siang, sore, atau malam. Bisa di rumah, di kantor, di jalan, di masjid, di hotel atau di tempat di saat shalat, saat bekerja, saat perjalanan, saat sakit, saat membaca al-Qur’an, saat rapat, saat berkhutbah, dan saat apa saja, bahkan saat tidur sekalipun.

Ada sebuah riwayat menceritakan tentang keinginan Ibrahim a.s. untuk melihat wajah Malaikat Maut ketika mencabut nyawa orang zalim. Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata (satu di depan satu di belakang), mengenakan pakaian serba hitam, dan sangat menakutkan. Dari mulutnya keluar jilatan api. Ketika melihatnya Ibrahim a.s. pun pingsan tak sadarkan diri.

Setelah sadar Ibrahim a.s. pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malaikat Maut saja sudah menakutkan, apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa ruh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar ruh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Itulah wajah Malaikat Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan ruh dari tubuh kita. Itulah wajah, yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun, kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup.

Ketika Allah menciptakan Al-Maut (kematian) dan menyerahkan kepada malaikat, maka berkata malaikat: “Wahai Tuhanku, apakah Al-Maut itu?” Maka Allah SWT menyingkap rahasia Al-Maut itu dan memerintah seluruh malaikat menyaksikannya. Setelah seluruh malaikat menyaksikannya Al-Maut itu, maka tersungkurlah semua Malaikat berkata: “Ya Tuhan kami, adakah makhluk yang lebih besar dari ini?”

Kemudian Allah berfirman: “Akulah yang menciptakannya dan Akulah yang lebih Agung daripadanya. Seluruh makhluk akan merasakan Al-Maut itu.”

Malaikat Maut disebut dalam al-Qur’an sebanyak dua kali. Malaikat ini diberi kemampuan luar biasa oleh Allah, hingga barat dan timur dapat dijangkau dengan mudah olehnya seperti seseorang yang sedang menghadap sebuah meja makan yang dipenuhi dengan berbagai makanan yang siap untuk dimakan.

Ia juga boleh membolak-balikkan dunia, sebagaimana kemampuan seseorang bisa membolak-balikkan kertas. Sewaktu Malaikat Maut menjalankan tugasnya mencabut nyawa makhluk-makhluk dunia, ia hanya akan turun ke dunia bersama-sama dengan dua malaikat, yaitu Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab.

Apabila Allah menurunkan azab untuk merampas semua nyawa anak manusia, maka Malaikat Mautlah yang akan mengambil semua nyawa tersebut dengan izin Allah.*/Sudirman STAIL (sumber buku: Saat Maut Menjemputku, penulis: Andi Farouq bin Abbas Hasana)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-MautKematianmalaikat maut
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar Hukum Pidana: Kepolisian Harus Terbitkan SP3 pada HRS
Tulisan selanjutnya Ulama Didorong Pro-Aktif Memberi Penafsiran Murni soal Pancasila

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?