Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Ini Cara Membangun Semangat Melaksanakan Shalat Tahajud

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Februari 2018 09:28 9:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Februari 2018 09:28
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

KITA mengetahui bahwa tidak mudah bisa konsisten bangun pada sepertiga malam terakhir untuk melakukan shalat Tahajud karena berbagai sebab. Mungkin, terkadang kita tidur terlalu larut malam, keletihan, atau bisa jadi sedang sakit, dan sebagainya. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal-hal semacam itu, berikut beberapa kiat yang dapat Anda coba agar bisa bangun malam untuk melaksanakan shalat Tahajud.

Pertama, beribadahlah secara ikhlas hanya karena mengharap ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana Dia telah memerintahkan dalam firman-Nya:

“Padahal, mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (hal menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS A1-Bayyinah [98]: 5).

Kedua, meyakini bahwa Allah-lah yang memerintahkan hamba untuk menegakkan shalat malam. Jika seorang hamba menyadari bahwa Rabb-nya, yang Mahakaya lagi tidak memerlukan sesuatu apa pun dari hamba, telah memerintahnya untuk mengerjakan shalat malam, maka ia pasti akan mengerti betapa pentingnya ibadah itu bagi dirinya.

Ketiga, memahami keutamaan qiyamul lail dan kedudukan orang-orang yang mengerjakan ibadah tersebut di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Orang yang terbiasa qiyamul lail bisa dikategorikan sebagai orang bertakwa. Salah satu kriteria orang bertakwa terdapat dalam firman Allah, “Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan pada waktu pagi sebelum fajar.” (QS Adz-Dzariyat [51]: 17-18).

Keempat, berusahalah semaksimal mungkin meninggalkan dosa dan maksiat karena dosa dan maksiat dapat memalingkan hamba dari kebaikan.

Al-Fudhail bin ‘Iyadh radiyallahu anhu berkata, “Apabila tidak mampu mengerjakan shalat malam dan puasa pada siang hari, engkau adalah orang yang terhalang dari (kebaikan) lagi terbelenggu. Dosa-dosamu telah membelenggumu.”

Kelima, berusaha semaksimal mungkin meniru perilaku kaum Salaf dan orang-orang saleh terdahulu –dari kalangan sahabat, tabiin, dan sesudahnya– tentang keseriusan mereka dalam hal mengejar pahala shalat malam.

Abu Dzar Al-Ghifari radiyallahu anhu pernah berkata, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah penasihat untuk kalian dan orang yang sangat mengasihi kalian, kerjakanlah shalat oleh kalian pada kegelapan malam guna bekal ke (alam) kubur, berpuasalah di dunia untuk terik panas hari kebangkitan, dan bersedekahlah sebagai rasa takut terhadap hari yang penuh dengan kesulitan.”

Keenam, memendekkan angan-angan dan banyak mengingat kematian. Hal ini penting karena dapat memicu semangat seorang hamba dalam melaksanakan ketaatan dan menghilangkan rasa malas. Dari Ibnu Umar, beliau berkata, Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam memegang bahuku seraya berkata, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau pengembara yang sekadar berlalu.”

Ketujuh, mengingat nikmat kesehatan dan waktu luang (guna bersegera melaksanakan shalat malam). Hal ini sebagaimana diriwayatkan Ibnu ‘Abbas radiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam menasihati seorang lelaki seraya bersabda, “Dua nikmat yang banyak manusia melalaikannya: kesehatan dan waktu luang.”

Kedelapan, segeralah tidur pada awal malam. Dalam hadist Abi Barzakh radiyallahu anhu, beliau berkata, “Adalah (Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam) membenci tidur sebelum (mengerjakan shalat) Isya dan berbincang-bincang setelah (mengerjakan shalat Isya) tersebut.”

Kesembilan, menjaga adab tidur yang dituntunkan oleh Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam, seperti tidur dalam keadaan berwudhu, membaca surah “tiga qul” (yakni Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas), ayat kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, zikir-zikir yang disyariatkan untuk dibaca ketika tidur, serta tidur dengan bertumpu di atas rusuk kanan.

Kesepuluh, menghindari berbagai sebab yang melalaikan seorang hamba terhadap shalat malamnya. Para ulama menyebutkan bahwa di antara sebab tersebut adalah terlalu banyak makan dan minum, terlalu meletihkan diri pada siang hari dengan berbagai amalan tidak bermanfaat, tidak melakukan qailulah (tidur siang), dan selainnya.

Diriwayatkan bahwa iblis menampakkan diri kepada Nabi Yahya bin Zakariya alaihis salam dengan membawa banyak sendok. Yahya bertanya kepadanya, “Ada apa dengan sendok-sendok itu?” Iblis menjawab, “Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menjebak manusia.”

Yahya bertanya lagi kepadanya, “Apakah engkau mendapatkan sesuatu pada diriku yang bisa kau jerat dengan perangkapmu itu?”

Iblis menjawab, “Ya. Pada suatu malam, engkau sangat kenyang sehingga aku bisa membuatmu merasa berat untuk mengerjakan shalat malam.” Yahya berkata, “Kalau begitu, sesudah ini, aku tidak akan mau berkenyang-kenyang selamanya.” Iblis kemudian berkata, “Baiklah, tetapi hal itu janganlah engkau nasihatkan kepada orang lain sesudahmu.”

Demikianlah, beberapa kiat yang bisa kita coba praktikkan agar mudah mengerjakan shalat malam. Semoga uraian ini dapat menjadi pendorong bagi kita agar lebih bersemangat dalam melaksanakan shalat malam.*Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu, dari bukunya Amalan Pembuka Rezeki.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ibadah orang bertakwasedikit tidur di malam harishalat malamshalat tahajud
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cyril Ramaphosa Presiden Baru Afrika Selatan Pengganti Jacob Zuma
Tulisan selanjutnya Kepemimpinan Perguruan Tinggi Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?