Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Saat Salaf Menuntut Ilmu Syar’i (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 November 2015 20:01 8:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 November 2015 20:01
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

MEMBACA adalah kebiasaan para ulama dan orang-orang shalih, bahkan ketika mereka menghadiri walimah dan pertemuan-pertemuan. Bacalah contoh menarik berikut ini yang menunjukkan kesungguhan dalam memanfaatkan waktu untuk mencari ilmu. Bacalah perkataan Abu Hilal Al-Askari ini:

“Dikisahkan dari Tsa’lab (Ahmad bin Yahya Asy-Syaibani, salah seorang imam qira’ah, nahwu, bahasa, dan sastra) bahwa dia tidak pernah berpisah dari buku yang dipelajarinya. Apabila dia diundang ke satu walimah dia meletakkan syarat kepada shahibul hajat agar disediakan untuknya tempat selebar kulit (domba) untuk tempat buku yang dibacanya.”

Al-Khatib Al-Baghdadi r.a menyebutkan bahwa sebagian khalifah meletakkan buku-buku bacaan dan buku tulis di sisi pembaringan apabila dia ingin beristirahat, lalu dia membacanya hingga tertidur. Begitu pula ketika bangun, dia pun membacanya lagi.”

Beberapa orang berkata kepada Abdullah bin Al-Mubarak, “Apabila engkau telah menunaikan shalat, mengapa engkau tidak duduk bersama kami?” Dia menjawab: “Saya pergi untuk duduk bersama para sahabat dan tabiin.” Mereka bertanya: “Di mana mereka?” Dia menjawab: “Saya pergi lalu membuka buku-buku, maka saya mengetahui amal-amal dan keteladanan mereka. Apa yang bisa saya lakukan bersama kalian? Sementara kalian hanya duduk membicarakan aib orang lain.”

Abdullah bin Abdul Aziz Al-Umari r.a sering menyendiri di kuburan dengan membawa buku untuk dibaca. Dia ditanya tentang itu, dia pun menjawab: “Tidak ada nasihat yang lebih mendalam daripada kuburan. Tidak ada teman yang baik daripada buku. Dan tidak ada yang lebih menjamin keselamatan daripada kesendirian.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Semoga Allah memberi rahmat kepada Ibnul Mu’taz ketika berkata:
“Saya menjadikan buku sebagai teman
bukan orang-orang yang ada di majelis.
Karena saya tidak ingin memperoleh,
kecuali sesuatu yang berharga.”

Imam Adz-Dzahabi menukil biograri Ibnu Asakir
r.a. “Anak Ibnu Asakir, seorang ahli hadist Baha’uddin Al-Qasim berkata: ‘Selama 40 tahun Ibnu Asakir tidak pernah menyibukkan diri kecuali dengan tasmi’ (mengulang hafalan-hafalannya), mengumpulkan (yakni mengumpulkan, menulis, dan menyusun ilmu) sampai pada waktu pergi buang hajat dan jalan-jalan.”

Semoga Allah memberi rahmat kepada orang yang berkata:
“Saya tidak mengecap nikmatnya hidup hingga saya menjadi teman untuk rumah dan buku
Tidak ada sesuatu yang lebih mulia menurutku daripada ilmu maka jangan mencari teman selainnya.”

Seorang dokter mendatangi Abu Bakar Al-Anbari r.a dalam keadaan dia sedang sakit, yang karenanya dia meninggal dunia. Dokter melihat urine Abu Bakar, kemudian berkata: “Anda telah melakukan (sewaktu masih sehat dan kuat) sesuatu yang tidak dilakukan oleh siapa pun.” Lalu dokter menemui keluarganya dan berkata kepada mereka: “Hampir tidak ada harapan.” (Dia pesimis terhadap penyakitnya karena obat tidak menolong). Lalu keluarganya menemui Al-Anbari dan menyampaikan ucapan dokter kepadanya, lalu bertanya kepadanya, “Apa yang dahulu Anda lakukan?”

Dia menjawab: “Saya menelaah dan membaca setiap minggu sepuluh ribu lembar.”

Wahai pemuda Islam, inilah berita-berita para imam yang mulia. Itulah keadaan-keadaan para ulama yang bijaksana. Maka bangunlah dari tidurmu, hai orang yang masih mempunyai semangat. Serius dan bersungguh-sungguhlah! Tinggalkan angan-angan kosong dan mimpi-mimpi.*/Abu Qa’qa Muhammad bin Shalih, dalam bukunya Produktif 24 Jam.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ilmu syar'isalafus shalih
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Media Rusia Publikasikan Pilot yang Tewas
Tulisan selanjutnya 35 Ribu Pekerja Masjidil Haram Berikan Sentuhan Akhir Perluasan Mataf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?