Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Ikhlas dalam Beribadah (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Desember 2015 13:01 1:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Desember 2015 12:54
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SIAPA menghendaki akhir yang baik, ia perlu menyiapkan awal yang baik. Siapa menghendaki surga, ia pun harus ikhlas dalam beramal. Siapa yang bersungguh-sungguh menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala, pasti Allah menjauhkannya dari gangguan para musuh, melindunginya dari kejahatan, membantu kehidupannya, menunjukinya pada amal yang baik dan benar.

Allah berfirman, “Orang-orang yang mengikuti petunjuk pasti diberi Allah tambahan petunjuk dan diberi sifat takwa.” (Muhammad: 17).

Jadi janganlah sekali-kali iri hati, kecuali pada seorang hamba yang telah diberi pakaian takwa dan telah mencicipi lezatnya ikhlas.

Betapa indahnya bila seseorang tinggal bersama kekasihnya tanpa ada yang mendampingi. Jika kemudian ia ingin diketahui dan disaksikan orang, berarti cintanya tidak tulus.

Jika seseorang ingin kondisinya diketahui orang lain, berarti ia telah tertipu. Syaddad ibn Aws mendengar Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “Siapa berpuasa karena riya berarti telah berbuat syirik. Siapa melaksanakan shalat karena riya berarti telah berbuat syirik. Dan siapa bersedekah karena riya berarti telah berbuat syirik.” (HR al-Bayhaqi).

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Namun, ibadah yang disertai hawa nafsu memang akan menjadi ringan dilakukan, sementara ibadah yang tidak disertai hawa nafsu menjadi sangat berat. BETAPA BERAT IBADAH YANG DIKERJAKAN TANPA DILIHAT ORANG. SEBALIKNYA, BETAPA RINGANNYA IBADAH DILAKUKAN BILA DILIHAT, DIPUJI, DAN DISANJUNG OLEH ORANG.

Contoh yang paling jelas adalah ketika kita melakukan haji sunah –sesudah yang wajib–sekian puluh kali, itu takkan memberatkan kita. Tetapi, kalau ada yang menganjurkan kita untuk bersedekah sebanyak ongkos haji tersebut kepada para fakir miskin atau untuk pembangunan masjid, kita akan menjadi bakhil dan merasa berat. Sebab, berhaji bisa disaksikan dan diketahui banyak orang.

Di sinilah hawa nafsu bermain. Lantaran sering berhaji, kita bisa menjadi orang terkenal. Sementara bersedekah adalah perbuatan rahasia dan tak diketahui banyak orang sehingga tiada yang bisa dibanggakan.

Demikian pula ketika kita menuntut ilmu tidak karena Allah, dalam kondisi tersebut kita mampu belajar semalam suntuk. Nafsu dan hasrat menjadi terpuaskan. Tapi, kalau kita disuruh untuk shalat malam dua rakaat, itu akan terasa berat sebab dalam dua rakaat yang kita lakukan itu nafsu tidak mendapat tempat. Sementara dengan membaca dan belajar, nafsu mendapat tempat karena bisa membanggakan ilmu yang kita miliki di hadapan orang. Oleh karena itu, aktivitas membaca dan belajar itu pun menjadi ringan. Hal-hal seperti itu tentu saja adalah kerugian yang nyata.

Dari Mahmud ibn Labid diriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik yang paling kecil.” Para sahabat pun bertanya, “Apa syirik terkecil itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya.”

Ketika membalas semua amal perbuatan manusia, Allah berkata, “Pergilah ke orang-orang yang kalian ingin agar amal kalian dilihat mereka di dunia. Apakah mereka mampu memberikan balasan?” (HR Ahmad).*/Syekh Ibn ‘Atha’illah (Izza Rohman Nahrowi, Ed.), dari buku Ikhlas Tanpa Batas. [Tulisan selanjutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ikhlastidak riya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 10 Syarat Menjadi Muslimah yang Kuat [2]
Tulisan selanjutnya Ikhlas dalam Beribadah (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?