Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

10 Syarat Menjadi Muslimah yang Kuat [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Desember 2015 12:25 12:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Desember 2015 12:45
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

  1. Mempraktikkan Islam hari ini, apakah mungkin?

Dalam meniti jalan menjadi seorang Muslimah sejati, tentu Anda akan menghadapi berbagai dilema yang menyulitkan untuk mempraktikkan ajaran Islam pada akhir-akhir sekarang ini. Pada dasarnya, ketika kita mulai mempraktikkan Islam dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah, kita akan menghadapi tantangan yang sebenarnya kita buat sendiri. Misalnya, pekerjaan kita, komitmen keluarga, dan aturan sosial yang membuat kita menjauh dari ibadah ritual yang saat ingin kita amalkan. Bahkan sebagai wanita, kita menghadapi banyak tantangan baik dari adat istiadat, budaya, pernikahan, dan lainnya. Satu hal yag Anda harus camkan adalah, di manapun Allah menempatkan diri Anda dalam kehidupan ini (selama hal itu tidak haram,red), Anda bisa tetap berada di sana, pastikan tujuan utama untuk mendapatkan ridha Allah semata, dan berusahalah bersikap adil semampunya selama berada dalam segala kondisi.

Kejayaan wanita bukanlah diukur dengan kompetisi kita dengan para lelaki agar setara dengan mereka. Kita punya tempat tersendiri dalam skema yang berbeda-beda.

  1. Serangan Media; Mempertahankan Perspektif

Realitas adalah realita yang Allah Subhanahu Wata’ala kehendaki bisa terjadi. Kita tidak punya pilihan bagaimana dan seperti apa seharusnya sebuah kenyataan itu. Satu-satunya pilihan kita ialah menyerahkan begitu saja bagaimana sesuatu dan seperti apa hal tersebut berjalan, maka kita akan paham beberapa aspek tertentu mengenai realitas. Berbagai program TV membuat kita percaya bahwa ada sebuah dunia yang sempurna di sana, di mana semua sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tidak ada yang namanya dunia yang sempurna. Kesempurnaan hanya ada di kehidupan selanjutnya jika kita berhasil memasuki JannahNya.

Kita harus memutuskan dari berbagai pilihan yang diberikan oleh Allah (subhanahuwata’la) kepada kita untuk bagaimana merespon realitas dan tidak tergelincir ke dalam khayalan atau terjebak tipuan dunia maya.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Mengagumkan sekali bukan, bagaimana orang-orang terlihat cantik, kaya, dan bahagia di media sosial? Mereka terlihat sibuk jalan-jalan, bersenang-senang dengan teman-teman mereka, dengan make-up sempurna dan suami yang serasi disisi mereka dalam satu klik momen yang sempurna. Ini bukan kebetulan. Mereka ini pastinya telah melewati masa-masa sulit dan depresi, dan foto pasangan yang sempurna itu bisa jadi adalah satu dari sekian ratus klik kamera yang diambil. Stop mengukur kebahagiaan orang lain dari internet. Karena bisa jadi, mungkin mereka sedang butuh bantuan untuk menghindari tagihan pinjaman bank yang menggunung yang telah menjebak mereka dalam keputusasaan untuk terlihat kaya dan bahagia.

  1. Tinggalkan persaingan kotor

Kita terjebak dalam persaingan kotor dalam pekerjaan, meraih status dan uang bahkan terkadang mengabaikan komitmen keluarga. Sebagai Muslimah, sepatutnya kita menghindari hal tersebut. Iman adalah fondasi terkuat bagi kepribadian kita. Fokus kita harus merupakan kontrol yang kuat terhadap diri kita sendiri dan rumah kita, sehingga tubuh, jiwa, dan pikiran kita selalu hadir untuk beribadah kepada Allah lewat ketaatan kita.

Sepertinya banyak dari kita berkesimpulan bahwa tidak ada cara lain untuk hidup, tidak sadar bahwa keputusasaan datangnya sari Syaithan yang telah bersumpah kepada Allah untuk menyesatkan kita. Hanya orang-orang yang muhsin yang mampu menghindar dari tipuan Syaithan dan istiqamah terhadap perintah Allah sebagai hambaNya yang beriman. Gaya hidup kita terlajur materialistis sampai-sampai tidak ada ruang untuk menutrisi iman kita, tapi gaya hidup ini dibuat sendiri oleh kita, dan kabar baiknya, bisa diubah oleh kita juga.

  1. Katakan tidak pada pornografi

Kita semua mengaku jijik dengan iklan-iklan cabul di media, sayangnya kita masih tidak malu-malu menonton iklan-iklan yang nyatanya menantang harga diri kita.

Bagaimana kita bisa mempertahankan rasa malu dan kehormatan kita saat menonton iklan-iklan seperti itu dengan ayah, saudara laki-laki, dan anak-anak kita dan dengan pasrah menyalahkan semuanya kepada media? Kualitas pokok rasa malu harus tertanam kuat pada karakter setiap Muslim yang mengakar teguh sehingga penyimpangan terhadap ketidaksopanan sekecil apapun itu tidak akan bisa diterima. Bahkan tidak boleh ada kompromi dalam urusan asset spiritual dan mengatakan tidak untuk hal itu, merupakan sebuah langkah penting dalam mereklamasi identitas dan keluarga kita sebagai Muslim.

  1. Dari haram ke halal

Sudah tentu keinginan setiap Muslim untuk menjadi salah satu hamba yang dicintai Allah Subhaanahu wa ta’aala, akan tetapi kenyataan justru kita menentang Allah dan RasulNya, misalnya, dengan mendukung praktik riba. Kita harus percaya bahwa Allah adalah Maha Pemberi Rizki. Kita tak bisa menghindar dariNya dan satu-satunya jalan menuju sukses adalah taat padaNya. Riba hukumnya haram dan tidak ada keberkahan dalam hal yang haram, dan lagi tidak ada kepuasaan atas kekayaan yang diperoleh.

Oleh karena itu, belajarlah untuk mengambil dari dunia ini sebanyak yang kita perlukan saja. Tanyakan dirimu, mengapa meski lemari kita penuh dengan pakaian tapi merasa tidak punya baju untuk dipakai? Barangkali, pakaian takwa-lah yang belum ada dalam hidup kita, dan hingga pakaian itu masih belum kita miliki, kita akan selalu merasa kurang.  Jadi, khawatir untuk mendapatkan “pakaian takwa” yang lebih penting di atas semua jeis pakaian; yaitu sadar akan adanya Allah. Hal ini membantu kita untuk beralih dari haram ke halal, dalam setiap aspek kehidupan, insyaaAllah.

  1. Mendahulukan akhirat, sebuah cara pandang baru

Sumber kebahagiaan kita menentukan ketakutan dan penyesalan kita. Saat kita menjadikan dunia sebagai kebahagiaan terbesar kita, kehilangan secuil dari dunia membuat kita sedih luar biasa. Dunia itu sendiri, secara fitrah, sia-sia. Kecuali jika kita menjaga diri kita dari nafsu mendapatkan dunia demi dunia itu sendiri, kita akan dikelilingi ketakutan dan penyesala yag akan membuat kita jauh dari Allah.

Jika perhatian utama kita adalah akhirat, maka kita bisa menangis, tersenyum, bahkan takut karena Allah, menyesali dosa-dosa kita dan mulai mencari ridha Allah subhaanahu wa ta’aala. Kitalah yang menghuni dunia ini, bukan dunia yang “menghuni” diri kita.

Gaya hidup kita akan benar-benar berubah jika tujuan kita sukses akhirat dan dunia ini hanya merupakan sarana untuk mencapai Jannah. Gaya hidup kita akan menjadi lebih sederhana dan memudahkan kita untuk mempraktikkan ajaran Islam itu sendiri.

Singkatnya, kita harus menegaskan kembali identitas kita sebagai seorang Muslim dalam semua hal; bagaimana mengikuti jalan yang benar dalam mendapatkan penghasilan, menghabiskan waktu bersama keluarga, berbelanja seperlunya dan membesarkan anak-anak kita dengan nilai-nilai Islam. Kita harus berusaha tersenyum dengan tulus, bukan hanya dengan mengirim smile emoticon di ponsel, kita harus merasa cantik tanpa harus bermake-up tebal bahkan sampai menjalani operasi plastik yang menyakitkan.

Kita harus memulai perjalanan menuju penemuan jati diri. Perjalanan ini akan mulai dengan sendirinya segera setelah kita menerima Allah sebagai tuhan kita dan Muhammad sebagai nabi kita, dan Islam sebagai agama kita. Mari memulai perjalanan untuk mencari potensi diri kita yang menakjubkan ini.*/Artikel merupakan tulisan Farah Mehboob di jamiat.org.za

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslimahsetarawanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Two State Solution, Bukan Solusi Sejati Palestina
Tulisan selanjutnya Ikhlas dalam Beribadah (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?