Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Saat Malaikat Maut Mencabut Nyawa (3)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Februari 2016 14:19 2:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Februari 2016 15:00
Bagikan
Bagikan

TERDAPAT cerita, sesungguhnya Malaikat Maut pernah menampakkan dirinya dalam bentuk seorang lelaki. Lalu, ia masuk ke rumah Nabi Sulaiman As. Malaikat Maut itu menatap seorang pemuda yang berada di samping Nabi Sulaiman As. hingga pemuda itu menjadi gemetaran karena ketakutannya.

Ketika Malaikat Maut pergi, pemuda itu berkata kepada Nabi Sulaiman As., “Wahai Nabiyullah, sesungguhnya aku menghendaki agar engkau memerintahkan kepada angin supaya membawaku pergi ke negeri China.” Maka, Nabi Sulaiman As. pun menuruti permintaannya. Beliau memerintahkan angin sehingga angin pun membawa pemuda itu ke negeri China.

Malaikat Maut kembali kepada Nabi Sulaiman As. Maka, Nabi Sulaiman As. menanyakan tentang sebab kenapa dia menatap pemuda itu dengan tatapan yang sangat.

Malaikat Maut menjawab, “Sesungguhnya aku diperintah oleh Allah untuk mencabut nyawanya pada hari ini di negeri China. Tapi, aku tadi melihatnya masih berada di sampingmu. Aku menjadi heran dengan hal yang demikian itu.”

Kemudian, Nabi Sulaiman As. menceritakan perihal permintaan pemuda tadi. Maka, Malaikat Maut berkata, “Aku diperintahkan oleh Allah untuk mencabut nyawanya hari ini di negeri China.” Setelah itu, Malaikat Maut menyusul ke negeri China, tempat dan sekaligus saksi tentang pencabutan nyawa seorang pemuda yang tidak akan mampu mengelak dari ketepatan dan tempat maut akan memisahkannya dari dunianya. Demikian itu agar menjadi peringatan bagi makhluk makhluk yang akan mati setelahnya.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Diceritakan dalam hadits lain, sesungguhnya Malaikat Maut itu mempunyai beberapa pembantu, yang semuanya akan berdiri di hadapannya ketika sedang mencabut nyawa.

Telah diceritakan bahwa dahulu kala ada seorang lelaki yang lisannya selalu berdoa, “Allaahummaghfirlii wa limalakisyamsi, (Ya Allah, semoga Engkau mengampuniku dan mengampuni malaikat yang menjaga matahari).

Dengan doa itu, niscaya akan membuat malaikat penjaga matahari memohon izin kepada Allah untuk mengunjungi pemuda itu. Ketika malaikat penjaga matahari telah bertemu dan melihatnya, maka malaikat itu berkata kepadanya, “Sesungguhnya engkaulah yang paling banyak mendoakanku, maka sekarang apa yang engkau inginkan?”

Lalu, lelaki itu menjawab, “Keinginanku, agar engkau membawaku ke tempatmu. Sesungguhnya aku menginginkan agar engkau bertanya mengenai diriku kepada Malaikat Maut, lalu engkau memberikan kabar kepadaku tentang dekatnya (kapan tiba) ajalku.”

Malaikat penjaga matahari segera membawa lelaki itu dan mendudukkannya di dekat matahari. Kemudian, ia pergi mendatangi Malaikat Maut dan mengatakan apa yang ingin diketahui sahabatnya.

Ia berkata, “Sesungguhnya ada seorang lelaki keturunan Adam As. yang pada setiap malam berdoa dan pada setiap shalat lisannya mengucapkan doa, Allahummaghfirlii wa malakisyamsi. Ia benar-benar telah meminta kepadaku agar bertanya kepadamu tentang dekatnya ajalnya supaya ia bisa bersiap-siap.”

Malaikat Maut pun membuka dan melihat bukunya, lalu mencari nama lelaki itu. Malaikat Maut berkata, “Jauh sekali, sesungguhnya temanmu itu berada di dalam masalah yang besar. Ia tidak akan mati, sehingga ia duduk di tempat dudukmu, (yaitu) di dekat matahari.”

Malaikat penjaga matahari berkata, “Sekarang ia telah berada di tempat dudukku, di dekat matahari.”

Malaikat Maut berkata, “Ia akan mati di hadapan utusanku di tempat itu, dan mereka semua tidak ada yang mengetahui.”

Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “Bahwa ajal seluruh binatang itu terletak di dalam dzikirnya kepada Allah. Apabila ia meninggalkan dzikirnya, maka Allah akan mencabut nyawanya. Dan, tidak ada bagi Malaikat Maut dari pencabutan nyawa itu.”

Telah dikatakan, sesungguhnya Allah adalah Dzat yang mencabut beberapa nyawa. Hanya saja, hal itu dimandatkan kepada Malaikat Maut, sebagaimana disandarkannya mati kepada orang yang membunuh, atau mati yang disebabkan dari sakit.

Hal ini telah difirmankan oleh Allah dalam ayat:

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia menahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai pada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” (az-Zumar: 42).*/Imam Abdurrahim bin Ahmad al-Qadhi, sebagaimana tertulis dalam bukunya Daqaiqul Akhbar.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Malaikat Izrailmalaikat maut
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saat Malaikat Maut Mencabut Nyawa (2)
Tulisan selanjutnya Innalillah… Dua Ketua MUI Sorong dan Kalsel Meninggal Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?