Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Antara Tertawa dan Menangis (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 November 2016 11:06 11:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 November 2016 11:03
Bagikan
Bagikan

SUATU ketika Hasan melewati seorang pemuda yang sedang tertawa, lalu ia berkata kepadanya: “Hai anakku, apakah Anda telah dapat lewat di atas sirath?” Pemuda itu menjawab: “Tidak.”

Hasan bertanya lagi: “Apakah nyata-nyata Anda akan masuk ke dalam surga?” Pemuda itu menjawab: “Belum.” Hasan berkata lagi: “Lalu Anda tertawa mengenai apa?” Maka setelah itu, pemuda tersebut tidak terlihat tertawa lagi.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., barangsiapa melakukan sebuah dosa sedang dia tertawa, maka dia akan masuk neraka dalam keadaan menangis.” Allah Subhanahu Wa Ta’ala memuji beberapa kaum sebab tangisan.

Allah berfirman: “Mereka menyungkur pada muka mereka sambil menangis.” (Al-Isra’: 109).

Allah berfirman: “Mengapa kitab ini tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar kecuali ia mencatat semuanya?” (Al-Kahfi: 50). Mengenai ayat tersebut Al-Auza’i berkata: “Yang kecil itu ialah tersenyum, sedang yang besar adalah tertawa terbahak-bahak.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda: “Pada hari kiamat, semua mata akan menangis, kecuali tiga mata, yaitu: mata yang menangis karena takut kepada Allah; mata yang terpejam dari keharaman-keharaman Allah; Dan mata yang terjaga di jalan Allah.”

Dikatakan: “Ada tiga hal yang membuat hati menjadi keras, yaitu tertawa dengan tanpa ada hal yang menakjubkan, makan dengan tanpa kelaparan dan berbicara tanpa ada hajat dan keperluan.”

Rasulullah selalu memakai pakaian sederhana dan apa adanya. Pakaian beliau ada yang berupa kain sarung, selendang (serban), baju gamis, jubah dan yang lain. Warna pakaian favorit beliau adalah hijau dan putih, namun kebanyakan pakaian beliau berwarna putih.

Mengenai kain warna putih itu beliau bersabda: “Pakaikanlah ia pada orang-orang hidup dari Anda dan kafankanlah pada orang-orang yang mati di antara Anda.”

Rasulullah memiliki qaba’ (jenis pakaian luar) dari sundus (sutera tipis). Beliau memakainya dan sangat indah kehijauannya pada kulit beliau yang putih. Semua pakaian beliau adalah tersingsing di atas kedua buah mata kaki, sedang kain sarung berada di atas mata kaki sampai pertengahan betis.

Beliau pernah memiliki kisa’ (jubah) hitam, lalu beliau menghibahkannya. Kemudian Ummu Salamah berkata: “Demi ayah dan ibuku sebagai tebusan bagi Anda, engkau belum pernah memakainya (mengapa engkau menghibahkan?) kisa’ hitam itu?” Beliau bersabda: “Aku telah memakainya.” Ummu Salamah berkata: “Aku tidak pernah melihat keindahan yang lebih indah daripada keputihan (kulit) Anda pada warna hitaman ini.”

Adalah Nabi Muhammad apabila memakai pakaian, beliau selalu memakainya dari sisi kanannya. Dan beliau membaca: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi aku pakaian sehingga dapat menutup auratku dan aku menjadi mulia dalam kalangan manusia.”

Dan apabila beliau melepas pakaiannya, beliau memulainya dari sisi kirinya. Apabila beliau memakai pakaian baru, maka memberikan pakaian bekasnya kepada orang miskin, lalu bersabda: “Tidak ada seorang muslim yang memberi pakaian seorang muslim yang lain dari pakaian bekasnya, dan tidaklah dia memberinya pakaian itu kecuali karena Allah, ia menjadi berada dalam tanggungan Allah, dalam pemeliharaan dan kebaikan-Nya. Selama pakaian itu dipakai dan menutupi aurat orang yang diberi itu, baik dia hidup atau mati.”

Nabi Muhammad memiliki baju `aba’ah yang biasa dihamparan dan dibawa berpindah-pindah dan dapat dilipat secara praktis. Beliau terkadang tidur di atas (beralaskan) tikar tanpa ada lapisan apapun lagi di bawahnya.”*/Imam al-Ghazali, dari bukunya Menyingkap Rahasia Qolbu.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:menangistertawa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Antara Tertawa dan Menangis (1)
Tulisan selanjutnya Haji Gunakan Visa Kunjungan Bisnis, 10 WNI Tertahan di Jeddah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?