Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Mengukuhkan Kekuatan Kepribadian Muslim (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Januari 2018 16:36 4:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Januari 2018 16:36
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

KEPRIBADIAN Muslim mempunyai ciri yang begitu menonjol, yang membedakannya dari kepribadian lain. Ciri itulah kekuatan yang mendorong serta memerintahkannya untuk menempuh cara-cara yang baik, makruf, serta menjadikannya manusia perkasa, tidak lari dari perjuangan.

Berada di pihak yang benar, ia tak takut sedikit pun, serta tidak meremehkan untuk memerintahkan kepada kebajikan dan melarang kemungkaran. Sebab di dalam jiwanya tak ada sifat pengecut. Itulah sosok yang kuat nyalinya. Jika menghadap kepada Penciptanya untuk beribadah, semua anggota tubuhnya senantiasa bersemangat. Dan manakala menghadapi kesulitan dan penderitaan, ia bersabar, ridha, serta memohon pertolongan kepada-Nya.

Selain itu, ia adalah sosok yang tidak mudah terpedaya oleh angan-angan dan ilusi-ilusi dusta. Perkara-perkara yang telah berlalu, juga tidak menjadikannya terpedaya. Semua itu karena ia selalu optimis menatap masa depannya, tulus, penuh keyakinan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Jika demikian, kekuatan apakah itu? Sebuah kekuatan yang menjadikan kepribadian Muslim mampu mengarungi badai kehidupan, menyingkirkan segala kesulitan dengan nyali yang tak pernah melemah dan semangat pantang menyerah. Tak lain, kekuatan itu adalah kekuatan iman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, serta ketulusan hubungan dengan-Nya. Itulah kekuatan yang pernah diisyaratkan oleh Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam, dan nyali seorang Muslim diharapkan bisa bangkit karenanya. Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah pernah bersabda,

“Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai daripada orang mukmin yang lemah. Tamaklah dalam setiap kebaikan yang bermanfaat bagimu, dan mohon pertolonganlah kepada Allah. Dan janganlah lemah. Jika ditimpa sesuatu, janganlah engkau mengatakan, ‘Seandainya aku melakukan begini, tentu kejadiannya begini dan begitu’. Namun katakanlah, ‘Inilah ketentuan Allah. Jika Dia berkehendak, niscaya melakukannya.’ Sebab jika ia mengatakan seperti ‘Seandainya…’, hal itu membuka pintu bagi setan.” (Muslim).

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Orang mukmin yang kuat mempunyai dua unsur penting dari berbagai unsur penting dalam pembentukan kepribadian yang teguh. Pertama, unsur iman. Kedua, unsur kekuatan. Sehingga, selain beriman, ia pun mempunyai kekuatan. Jika ia hanya beriman tanpa kekuatan, tak pelak lagi imannya itu adalah iman yang lemah. Namun jika ia kuat saja, tidak disertai iman, maka kekuatannya tak berbeda dengan binatang.

Orang mukmin yang berkepribadian kuat, sesekali tak akan melemah, apalagi lesu tanpa daya. Ia tak menjadi tawanan bagi dorongan-dorongan biologisnya. Ia tak sekadar mengikuti hawa nafsu. Jiwanya tegar, bertingkah laku dan bertindak layaknya orang-orang berakal, yang beramal demi keberuntungan setelah kematian. Syadad bin Aus ra. menuturkan bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda,

“Orang yang berakal adalah orang yang menguasai nafsunya serta beramal untuk kehidupan setelah mati. Sementara orang yang lemah adalah orang yang jiwanya mengikuti hawa nafsu lantas kepada Allah menaruh impian dan angan-angan.” (Imam Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).

Rasulullah berlindung kepada Allah dari ketakberdayaan serta beberapa unsur kerendahan dan kehinaan yang melemahkan iman. Anas bin Malik ra menyatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Ya, Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ketakberdayaan, malas, takut dan kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta fitnah kehidupan dan kematian.” (Muslim).*/DR. Ahmad Umar Hasyim, dari bukunya Menjadi Muslim Kaffah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kekuatan imankepribadian muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lantik 4 Pejabat, Kenapa Jokowi Pilih 2 Pensiunan Jenderal TNI?
Tulisan selanjutnya Mengukuhkan Kekuatan Kepribadian Muslim (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?