Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Nasihat Ilmu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Agustus 2019 09:51 9:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Agustus 2019 09:51
Bagikan
Bagikan

AGAMA itu nasihat. Demikian pesan singkat Kanjeng Nabi Muhammad, semoga shalawat dan salam terindah senantiasa tercurah kepada beliau, kepada setiap umat beliau.

Hadits tersebut disalin oleh Imam an-Nawawi dalam Kitab Arbain Nawawiah yang berisi kumpulan empat puluh hadits pokok di kehidupan manusia. Yakni, jika ilmu adalah agama maka sumber ilmu adalah nasihat itu sendiri. Bahwa sebentang masa kehidupan manusia, hakikatnya sehampar itu pula nasihat demi nasihat hadir di sekelilingnya.

Dalam kehidupan ini, manusia hanyalah berpindah dari satu nasihat kepada nasihat berikutnya. Dari satu pelajaran kepada pelajaran selanjutnya. Itulah mengapa hidup di dunia harus senantiasa dihiasi dengan ilmu dan menjadi manusia pembelajar. Karena menuntut ilmu masanya tak berbilang dan tiada berbatas. Tak kenal tepi apalagi tapi.  Ilmu mesti dicari dan terus dipelajari. Penuh kesungguhan, keikhlasan, dan kesabaran yang indah.

Jelasnya, mari simak kembali hadits yang diriwayatkan Imam Muslim tersebut. “Agama itu adalah nasihat”. Kami (Sahabat) bertanya: “Untuk siapa ?” Nabi bersabda: “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, Imam-Imam kaum Muslimin dan bagi kaum Muslimin umumnya”.

Jadi sesungguhnya tak perlu risih dengan kata nasihat. Apalagi sampai alergi atau antipati. Tak elok pula berkata bosan menyimak nasihat. Hidup manusia memang tak lepas dari lingkaran nasihat yang memagarinya. Realitasnya, manusia butuh pengingat selalu. Itu fitrah. Jika urusan ini diingkari, justru tampaklah kebodohannya. Itu berarti ia senang terkungkung. Bersembunyi di balik dalam tempurung keegoannya. Hanya karena suka menampik kebaikan yang ditawarkan pada dirinya. Hanya karena bukan namanya yang duluan disebut, atau receh-receh keangkuhan lainnya.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Inilah rahasia di balik keberuntungan yang disuguhkan kepada orang-orang beriman dalam hidupnya. Karena jiwa mereka selalu terasah dengan nasihat yang dikumpulkan. Di sana ada ibrah dan uswah, ada basyiran dan nadziran dari nasihat tersebut.

Manusia yang imannya hidup, juga tidak membatasi nasihat sepagar ceramah di mimbar atau pengajian di majelis taklim semata. Bahkan yang tak bersuara pun bisa jadi pengingat yang berguna. Asal dirinya peka dan jiwanya bersih dalam menerima asupan hati. Perhatikan saja, gigi-gigi yang mulai keropos, sendi tulang yang perlahan mengilu, uban yang kian bercahaya, hingga kematian itu sendiri. Semuanya secara bergantian terus mengingatkan manusia dalam bisu.

Olehnya, terkadang nasihat tersebut bukan persoalan suka atau senang. Bukan asal cocok atau tidak cocok. Tapi selayaknya manusia memang butuh untuk selalu diingatkan. Kehidupan ini berputar dan akan tiba masanya roda itu berhenti di tempat yang ditentukan. Maka beruntunglah manusia yang selalu ingat kepada Penciptanya. Sebagaimana rugi dan celakalah dia yang masih saja lalai dengan berbagai alasan yang dibuatnya. Penuh sesal nanti, ia cuma bisa berucap. Duhai, kiranya saya hanyalah sebutir debu saja di dunia ini.

Bagaimana dengan manusia yang tak kunjung mempan dengan nasihat? Nyatanya demikian. Ada orang yang beratus-ratus judul buku telah dilahapnya. Tak berbilang kajian, seminar, ceramah agama pernah dikunjunginya. Titel ilmunya pun adalah sarjana tentang ilmu agama. Pun dari lulusan sekolah atau kampus berlabel agama pula. Atau mungkin ia berkawan dan bertetangga dengan orang-orang shaleh di sekitarnya. Tapi dirinya sendiri cuma bisa larut menikmati hidup foya-foya, penuh kesia-siaan.

Dalam hal ini, selain faktor hidayah sebagai hak kuasa Allah, Nabi Muhammad juga mengingatkan, bahwa nasihat yang bermanfaat adalah yang datangnya dari hati dan diterima melalui hati pula. Itulah adab. Adab bagi yang memberi nasihat dan adab bagi yang menerima nasihat. Sama-sama butuh saling mengoreksi diri. Khawatir dia bermaksud menyampaikan nasihat atau menerima nasihat, namun keduanya lupa untuk membersihkan hati terlebih dahulu. Jika itu terjadi, maka nasihat yang diberi hanya sampai di lidah dan kerongkongan semata. Sebagaimana nasihat yang diterima cukup tertampung sebagai kumpulan pengetahuan di otak saja. Tak mampu menembus hati.* Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adabagamailmunasihatnasihat ilmu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasca Armuzna, Jamaah Haji Indonesia Siap Dipulangkan
Tulisan selanjutnya Salimah: Qurban Bernilai Edukasi bagi Anak-anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?