Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Akhir Pekan

Kisah HM Rasjidi Mengalahkan Tokoh Orientalis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2021 11:04 11:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Agustus 2021 11:04
Bagikan
HM Rasjidi
Bagikan

Oleh:  Dr. Adian Husaini

Hidayatullah.com | PROF . HM Rasjidi adalah salah satu tokoh dan cendekiawan terkemuka di Indonesia. Ia pernah menjabat Menteri Agama RI pertama yang memimpin suatu kementerian. Ia dikenal sebagai sosok ulama dan sekaligus cendekiawan terkemuka di Indonesia. Jasanya kepada agama dan bangsa sangat luar biasa.

Dalam buku Refleksi Pembaharuan Pemikiran Islam: 70 Tahun Harun Nasution,  (1989), Rasjidi menuturkan sebuah kisah menarik tentang perdebatannya dengan Prof. Joseph Schacht di Mac Gill University.  Di MacGill itulah, HM Rasjidi pernah dituduh anti-orientalis, karena ia tidak sependapat dengan Joseph Schacht. Gara-gara itu, ia sempat diadili sebagai ‘terdakwa’ di kampus terkenal di Kanada itu.

Kisahnya demikian. Suatu ketika, Joseph Schacht berceramah di McGill University. Profesor orientalis terkenal itu mempersamakan antara hukum Islam dengan hukum masyarakat Arab Jahiliyah di Arabia. Menurutnya, sistem hukum di Arabia sebelum Islam adalah ‘arbitrage’, karena tidak ada hukum tertulis.

Arbritage dalam bahasa Arab adalah ‘hakama’. Yang bertindak sebagai hakim (penengah) bukan hanya kepala suku, tetapi juga tiap orang yang dianggap bijaksana. Oleh karena itu, meskipun Nabi Muhammad ﷺ mempunyai kekuasaan politik dan militer, ia selalu bertindak sebagai ‘arbitre’ (penengah) dan tidak mempunyai kekuasaan legislatif.

Baca Juga

Hiruk Pikuk Urusan Pilpres, Jangan Lupakan 5 Adab Bernegara
Selamat, Prof. KH Hamid F Zarkasyi jadi Tokoh Perbukuan Islam
Catatan Akhir Pekan: Jangan Lupakan dan Jangan Hancurkan Peradaban Melayu yang Agung
Jatuh Bangunnya Peradaban
Beginilah Berpolitik yang Cerdas

Mendengar ceramah Prof. Scahcht, kata Rasjidi, para guru besar nampak puas dan bangga. Tetapi sebaliknya, para mahasiswa yang kebanyakan  beragama Islam kelihatan gelisah.

Mereka ingin bertanya, namun wibawa Schacht menghalangi. Ketika itulah, Rasjidi tampil mendebat Shacht. Uraian Schacht, kata Rasjidi, lahir dari kekeliruan dalam memahami bahasa Arab. Kata ‘hakama’ dan ‘qadha’ (memutuskan) dalam al-Quran adalah sinonim.Dan memang ‘hakama’ secara khusus juga berarti ‘arbitrage’.

Tanggapan Rasjidi berbuntut panjang. Direktur Institut, Prof. Wilfred Cantwell Smith memutuskan untuk mengadakan libur satu hari, digantikan dengan perdebatan tentang teori Schacht tersebut. Rasjidi dihadapkan kepada forum untuk membahas segala tanggapan. “Saya dianggap telah merongrong wibawa para pemimpin orientalisme,” papar Rasjidi.

Dalam forum itu, Rasjidi tampil gigih. Dia menjelaskan, bahwa tidak mungkin setelah menerima wahyu, Nabi Muhammad ﷺ akan menggunakan sistem hukum Arab sebelum Islam (Jahiliyah). Arbitrage hanya mungkin dilakukan jika tidak ada teks hukum al-Quran.

Schacht hanya ingin menyatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ tidak menghendaki untuk membentuk sistem hukum; yang membentuk sistem hukum adalah para khalifah sesudah Nabi.

Rasjidi kembali menegaskan, bahwa kata ‘hakama’ dan ‘qadha’ memang sinonim. Setelah mendengar uraian Rasjidi, para guru besar di situ berkata, “Bahasa Arab memang sukar. Ada kata-kata yang sama tetapi berlainan arti, bahkan ada satu kata yang berarti dua yang bertentangan.”

Ketika itu seluruh guru besar di Islamic Studies di McGill menentangnya. Tetapi, tiba-tiba, seorang guru besar berkebangsaan Jepang, Prof. Toshihiko Izutsu, memecahkan suasana tegang tersebut, dengan menyatakan, ”Yang benar adalah Rasjidi.” Guru-guru besar orang Barat merasa tidak mampu mendebat penjelasannya.

Akhirnya, setelah lima tahun di McGill, kontrak Rasjidi tidak diperpanjang. Ia melanjutkan aktivitasnya untuk mengelola satu Islamic Centre di Washington, yang memiliki masjid, perpustakaan dan lembaga pendidikan.*

Penulis pengasuh PP Attaqwa College (ATCO), Depok, Jabar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HM RasjidiMac Gill Universityorientalisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahasiswa UGM Buat Alat Analisis Luka Diabet Berbasis Artificial Intelligence Bantu Nakes
Tulisan selanjutnya Rusia Tahan Pakar Teknologi Hipersonik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Akhir Pekan

Peringatan Penting Ulama India

26 Desember 2022 14:45
Catatan Akhir Pekan

Teokrasi dan Demokrasi

17 Desember 2022 17:10
Catatan Akhir Pekan

Beginilah Terjadinya Liberalisasi Politik

5 Desember 2022 11:45
Catatan Akhir Pekan

Menjaga Pikiran di Era Kebohongan

26 November 2022 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?