Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Akhir Pekan

Beginilah Cara Melemahkan Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Januari 2022 11:04 11:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Januari 2022 12:25
Bagikan
Bagikan

Di antara cara melemahkan Indonesia adalah diusahakan melemahkan potensi-potensi muslim pejuang, pada saat yang sama bekerjasama menyokong proses liberalisasi dan sekularisasi  

Oleh: Dr. Adian Husaini  

Hidayatullah.com | INDONESIA adalah negeri Muslim terbesar di dunia. Ada lembaga ekonomi internasional yang menyebutkan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi keempat di dunia, pada tahun 2050.

Karena itu, sangatlah wajar, jika ia mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak, khususnya yang memandang Islam dan Indonesia sebagai potensi ancaman bagi berbagai kekuatan global. Secara analitis, beginilah cara-cara untuk mencegah tampilnya Indonesia menjadi kekuatan muslim yang besar.

Pertama, Indonesia akan dicegah untuk tampil sebagai kekuatan besar  yang mengarah untuk menjadi rival  baru bagi kekuatan-kekuatan besar dunia. Karena itu, bisa dipahami, jika proyek globalisasi neo-liberal yang berdampak pada ketergantungan dan kelemahan Indonesia, akan terus dipertahankan.  Jeratan utang terhadap Indonesia mungkin saja terus dipertahankan. Bahkan, bukan hanya dari satu pihak, tetapi dari berbagai kekuatan global.

Baca Juga

Hiruk Pikuk Urusan Pilpres, Jangan Lupakan 5 Adab Bernegara
Selamat, Prof. KH Hamid F Zarkasyi jadi Tokoh Perbukuan Islam
Catatan Akhir Pekan: Jangan Lupakan dan Jangan Hancurkan Peradaban Melayu yang Agung
Jatuh Bangunnya Peradaban
Beginilah Berpolitik yang Cerdas

Kedua, secara khusus, diusahakan untuk melemahkan potensi-potensi muslim pejuang dan pada saat yang sama bekerjasama serta menyokong proses liberalisasi dan sekularisasi Islam di Indonesia. Karena itu bisa dipahami, mengapa pihak-pihak tertentu diposisikan sebagai teman, dan pihak lain diposisikan sebagai lawan. Sebagian diberikan kucuran dana melimpah, dan sebagian lagi dipersepsikan sebagai musuh. Inilah cara lama yang dikenal sebagai “devide et impera!” Dengan cara begini, Indonesia akan terus sibuk bergaduh dengan sesama warga bangsa sendiri; tidak sempat memproyeksikan dan berjuang mewujudkan masa depan bersama yang gemilang.

Ketiga, umat Islam dididik dengan pola sekulerisme-materialisme-hedonisme, sehingga jiwanya lemah dan mudah dikendalikan. Jiwa perjuangan dikikis. Inilah gambaran yang pernah diberikan oleh Nabi Muhammad ﷺ  Akan tiba suatu masa dimana  kalian (umat Islam) dikeroyok oleh berbagai kaum, seperti halnya suatu hidangan yang dikelilingi orang-orang yang kelaparan. Sahabat bertanya: Apakah (kita menjadi seperti itu) kerana jumlah kita yang sedikit ketika itu, wahai Rasul Allah? Rasul ﷺ menjawab: Tidak, ketika itu jumlah kamu banyak, tetapi kamu adalah buih, seperti buihnya air laut. Ketika itu, Allah mencabut rasa takut dari hati-hati musuh kalian, dan Allah menanamkan “al-wahnu” dalam hati kalian. (Sahabat bertanya): apa itu al-wahnu, wahai Rasul Allah? Rasul ﷺ menjawab: (al-wahnu) ialah cinta dunia dan takut mati). (HR Abu Dawud).

Peta global ini sangatlah baik untuk dipahami dan dicermati, agar mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang berbagai fenomena yang terjadi di Indonesia. Maka, tidaklah sulit dipahami, mengapa banyak intelektual dan tokoh berebut menyebarkan paham-paham yang ‘diridhoi’ oleh kekuatan-kekuatan besar.

Jika dicermati, tampak nyata, bagaimana sebagian kalangan Muslim terjebak dalam skenario global ini, sadar atau tidak, apa pun motifnya. Banyak yang bersemangat untuk membongkar-bongkar konsep-konsep dasar Islam tanpa menyadari bahwa mereka sedang bekerja untuk meruntuhkan sebuah bangunan bernama “Islam” yang dibawa oleh Nabi terakhir, Nabi Muhammad ﷺ.

Berbagai paham yang jelas-jelas meruntuhkan sendi dasar Islam disebarluaskan, seperti paham yang menyatakan, bahwa bukan hanya Islam agama benar dan yang diterima oleh Allah SWT. Padahal, taat kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, tentulah tidak sama dengan taat kepada tuyul.

Para orientalis telah paham benar, bahwa kekuatan terbesar umat Islam adalah pada ajaran Tauhid yang terwujud dalam bentuk akhlak mulia. “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya,” begitu sabda Rasulullah ﷺ.

Menurut Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, kerusakan itu berawal dari kerusakan bahasa, yang disebut sebagai proses “de-Islamization of language”. Yakni, rusaknya makna kata-kata kunci dalam Islam, sehingga umat Islam tidak lagi memahami makna yang sebenarnya dari kata-kata penting itu, seperti kata “Islam”, “ilmu”, “adil”, “hikmah”, “adab”, dan sebagainya.

Ironisnya, jika organisasi atau para tokoh Islam sendiri terlibat dalam usaha semacam ini. Banyaknya penggunaan istilah yang rancu dan kacau telah turut mengaburkan makna istilah-istilah penting dalam Islam. Pembongkaran konsep dasar tentang al-Quran, seperti konsep “al-Quran sebagai produk budaya”,  sadar atau tidak telah meruntuhkan satu pondasi bangunan Islam tentang konsepsi al-Quran sebagai Kalamullah.

Maka, jangan heran, jika sebagian kalangan di luar Islam, memberikan dukungan terhadap penyebaran paham sekularisme untuk umat Islam di Indonesia. Sebab, sekularisme dan liberalisme sudah terbukti sebagai “senjata pemusnah massal” untuk agama-agama di Eropa.

Jika senjata pemusnah itu diterapkan di Indonesia, tentu diharapkan, banyak kaum Muslim yang menjadi korban. Apalagi, jika yang menggunakan senjata itu adalah mereka yang seharusnya menjaga “benteng Islam” dari serangan musuh.

Kita perlu memahami dinamika perkembangan kaum Muslim, pemikiran keislaman, dinamika gerakan-gerakan destruktif terhadap Islam. Secara umum terlihat betapa masih timpangnya pemikiran dan sikap kaum Muslim Indonesia terhadap persoalan mendasar yang kita hadapi.

Satu aspek tertentu mendapatkan perhatian dan curahan energi yang luar biasa besarnya. Tetapi, untuk aspek keilmuan, yang berdampak langsung kepada masalah keimanan dan masa depan peradaban Islam, masih terlalu sedikit energi yang dicurahkan.

Misalnya, aspek kaderisasi atau pendidikan ulama. Ulama adalah pewaris Nabi. Ulama itulah yang sepatutnya memimpin umat Islam, agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Karena itu, jika ingin merusak Islam, maka rusaklah ulamanya! Inilah yang diingatkan Imam al-Ghazali ratusan tahun lalu: “Rakyat rusak karena penguasa rusak. Penguasa rusak karena ulamanya rusak. Dan ulama rusak, karena cinta harta dan kedudukan.”

Maka, sebaliknya, untuk memperbaiki dan membangkitkan umat Islam, perbaikilah ulamanya! Ulama itu adalah produk pendidikan. Ulama hebat tidak begitu saja turun dari langit, atau muncul dari dalam perut bumi begitu saja.

Inilah yang dimaksud oleh Prof. Syed Naquib al-Attas, bahwa masalah terbesar yang dihadapi oleh umat Islam saat ini adalah masalah ilmu. Dan akar masalah umat Islam adalah “hilang adab”; tidak tahu lagi mana yang penting dan tidak penting; tidak tahu bagaimana memahami dan menyikapi masalah dengan tepat, sehingga keliru pula dalam memberikan solusi yang tepat terhadap masalah yang dihadapi umat dan bangsa kita.

Dan patut kita catat benar, bahwa masalah utama itu ada dalam diri kita; ada dalam hati kita sendiri! Jika jarum kita jatuh di kamar, meskipun gelap, maka harus kita cari di dalam kamar. Bukan kita cari di halaman, karena halaman kita terang. Itulah salah satu kisah populer tentang Nasrudin Hoja. Semoga Allah menolong kita semua. Aamiin.*/Bandung, 14 Januari 2022

Penulis Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratkekuatan globalMelemahkan IndonesiaMuslim Indonesiaorientalis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Skandal Pelecehan Seks Anak di Gereja Katolik, Jerman Selidiki Keterlibatan Mantan Paus Benekdiktus XVI
Tulisan selanjutnya Beredar Video Hoaks Kabarkan Raja Arab Saudi Meninggal Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Akhir Pekan

Peringatan Penting Ulama India

26 Desember 2022 14:45
Catatan Akhir Pekan

Teokrasi dan Demokrasi

17 Desember 2022 17:10
Catatan Akhir Pekan

Beginilah Terjadinya Liberalisasi Politik

5 Desember 2022 11:45
Catatan Akhir Pekan

Menjaga Pikiran di Era Kebohongan

26 November 2022 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?