Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Akhir PekanOase Iman

Potensi dan Prestasi Setan

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Januari 2022 16:26 4:26 pm
Ahmad
Dipublikasikan 10 Januari 2022 16:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Dr. Adian Husaini

Hidayatullah.com | ALKISAH, dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad, diceritakan, bahwa suatu saat, di hadapan para sahabat, Rasulullah ﷺ  menggambar garis luruh. Lalu, beliau katakan: “Haadza shiraatullaahi mustaqiimaa.” (Inilah jalan Allah yang lurus). Lalu, pada garis lurus itu, beliau menggambar garis yang bercabang, kekiri dan ke kanan. Lalu, beliau katakan: “Haadzihis subul mutafarriqah. Wa ‘ala kulli sabiilin minha syaithaanun yad’uu ilaihi.” (Ini adalah jalan yang bermacam-macam, dan pada setiap jalan yang menyimpang ini ada setan yang mengajak manusia ke jalannya).

Pelajaran penting dari petunjuk Nabi ﷺ  tersebut adalah bahwasanya, hidup ini ibarat perjuangan untuk selalu istiqamah berada di jalan yang lurus, yakni jalan Islam. Dan sepanjang waktu, setan akan selalu berusaha untuk menyesatkan manusia dengan berbagai cara, agar manusia keluar dan tersesat dari jalan yang lurus.

Betapa indahnya shalat kita, yang dalam setiap rakaat selalu kita panjatkan doa agar kita senantiasa istiqamah di jalan Islam, dan selamat dari jalan orang-orang yang dimurkai Allah dan jalan orang-orang yang tersesat. Doa yang terus-menerus kita lakukan, itu juga satu indikasi bahwa perjuangan melawan setan adalah satu jihad yang besar. Karena itulah, Ibnu Qayyim al-Jauziyah membagi jihad menjadi empat: jihad melawan hawa nafsu, jihad melawan setan, jihad melawan orang kafir dan munafik, dan juga jihad melawan pelaku kezaliman dan kemunkaran.

Jadi, memang, setiap aspek dan gerak kehidupan manusia tak lepas dari tantangan yang  ditimbulkan oleh musuh  abadi umat manusia, yaitu SETAN.  Al-Quran telah menjelaskan, bagaimana logika dan kiat-kiat setan dalam menyesatkan manusia. Berulang kali diingatkan, bahwa setan adalah musuh manusia yang nyata.  Dan setan tak pernah berhenti berusaha untuk menyesatkan manusia. “Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan  oleh setan; sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS az-Zukhruf:62).

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Salah satu metode setan dalam menyesatkan manusia adalah dengan cara memoles perbuatan maksiat dan jahat sehingga tampak indah dalam pandangan manusia. Inilah tekad Iblis, moyangnya setan.

“Iblis berkata: Ya Rabbi, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, maka pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan  mereka semuanya.” (QS: al-Hijr:39).

Iblis sangat berpengalaman dalam soal sesat menyesatkan manusia. Di Surga, Iblis berhasil membujuk Adam agar melanggar larangan Allah. Caranya, dikatakan oleh Iblis, bahwa pohon yang dilarang untuk dimakan, justru merupakan pohon yang menjadikan Adam akan menjadi kekal di sorga. Karena itulah Iblis menyebut pohon larangan itu dengan nama “syajaratul khuldi” (pohon keabadian).  Dalam al-Quran digambarkan bagaimana Iblis membujuk Adam: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa.” (QS: Thaha:120).

Salah satu kiat setan dalam menyesatkan manusia adalah dengan memandang baik perbuatan-perbuatan jahat yang telah diharamkan oleh Islam. “Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk); maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan untuk mereka azab yang pedih. (QS: an-Nahl:63)…”Setan pun menjadikan indah dalam pandangan mereka, apa yang mereka kerjakan.” (QS: al-An’am:43).

***

Al-Quran menggambarkan, bagaimana hebatnya potensi dan prestasi setan dalam merusak pikiran manusia, sehingga perbuatan yang jelas-jelas jahat bisa dipersepsikan oleh manusia sebagai perbuatan yang seolah-olah baik.  Bahkan, orang yang berpikiran benar bisa dianggap aneh dan dimusuhi oleh banyak orang.

Contohnya adalah pandangan kaum musyrik yang menganggap baik tindakan mereka dalam membunuh anak-anak mereka sendiri (QS al-An’aam:137).  Membunuh anak-anak adalah suatu bentuk kejahatan, tetapi dengan logika setan, tindakan buruk itu bisa dipoles sehingga dianggap baik manusia.

Silakan kita cari kasus-kasus semacam ini di zaman modern saat ini. Zina, baik homoseksual maupun heteroseksual, adalah perbuatan yang jelas-jelas jahat. Bahkan, mendekati zina saja dilarang. Pelakunya pun diancam hukuman berat dalam al-Quran. Tetapi, anehnya, kini begitu banyak kampanye yang mengajak mendekati zina dan kontes pamer aurat, justru mendapatkan pujian dan penghargaan dari banyak orang.

Karena itulah, patut digarisbawahi, bahwa logika dan pola kerja setan memang bertentangan dengan logika dan pola kerja orang mukmin. Jika sifat orang  mukmin selalu melaksanakan amar makruf nahi munkar, maka setan justru sebaliknya. Kerja mereka yang utama adalah memerintahkan kepada yang munkar dan membenci kebaikan (al-ma’ruf). Disebutkan dalam al-Quran: “Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuata keji dan munkar.” (QS: an-Nuur: 21).

Al-Quran (al-An’am:112) mengingatkan, bahwa sesungguhnya musuh para nabi adalah setan dari jenis manusia dan setan dari jenis jin. Pekerjaan mereka adalah menyebarkan “kata-kata indah” (zukhrufal qawli)  dengan tujuan untuk menipu manusia.

Malik Bin Dinar, seorang ulama terkenal (m. 130 H/748 M) pernah berkata: “Sesungguhnya setan dari golongan manusia lebih berat bagiku daripada setan dari golongan jin. Sebab, setan dari golongan jin, jika aku telah membaca  ta’awudz, maka dia langsung menyingkir dariku, sedangkan setan dari golongan manusia dapat mendatangiku untuk menyeretku melakukan berbagai kemaksiatan secara terang-terangan.” (dikutip dari Imam al-Qurthubi, 7/68 oleh Dr. Abdul Aziz bin Shalih al-Ubaid, Menangkal Teror Setan (Jakarta: Griya Ilmu, 2004), hal. 88).

Setan – baik dari golongan manusia maupun dari golongan jin – memiliki ambisi utama untuk menyesatkan manusia, seluruhnya. “Dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu.” (QS al-Ghafir:5).

Jadi mudah sekali mengenali logika setan. Yakni, siapa saja yang menjadi pendukung kebatilan dan kemunkaran, pasti ia telah menggunakan logika setan.  “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan munkar.” (QS an-Nur: 21; lihat juga QS al-Baqarah: 168-169).

Bahkan, kita diingatkan oleh Allah SWT dalam Surat Yasin: “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah  setan? Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu  dan hendaklah kamu menyambah-Ku. Inilah jalan yang lurus!” (QS Yasiin: 60-61).

Mengingat begitu berat dan sulitnya menghadapi tipudaya setan, disamping mengajarkan seluk-beluk tipu daya setan dan cara mengatasinya, Rasulullah ﷺ  juga mengajarkan sejumlah doa, diantaranya: “A’uudzu billaahi as-samii’il ‘aliimi  min asy-syaithaani ar-rajiimi.” (aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk).

Semoga di tahun 2022 ini, kita diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk senantiasa istiqamah di jalan yang lurus, dan terselamatkan dari tipudaya setan. Aamiin. (Depok, 8 Januari 2022).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adian Husainihadits
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya biaya umrah naik Biaya Umrah Naik Hingga Capai Rp40 Juta
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Syah Kuala Banda Aceh Adakan Kajian Rutin Ilmiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

Artikel
16 Juni 2026 16:34
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

Terbaru

  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?