Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Ketika Orang Arab Menanam Padi Di Afrika…

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 April 2012 10:53 10:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 April 2012 10:53
Bagikan
Bagikan

oleh: Muhaimin Iqbal

SEKITAR tiga tahun lalu, Direktur Jendral International Rice Research Institute (IRRI) Dr. Robert S. Zeigler dengan antusias terbang ke Arab Saudi menemui para pemimpin negeri itu. Masalah serius yang sedang mereka bicarakan adalah masa depan kecukupan pangan negeri kerajaan tersebut. Sebagai seorang peneliti tanaman yang menekuni bidangnya lebih dari 30 tahun, Dr. Zeigler sangat berharap negeri kaya minyak tersebut bersedia menggelontorkan uangnya untuk penelitian tanaman pangan – yang diharapkan bisa menghasilkan terobosan dalam hal kecukupan bangan bagi seluruh penduduk bumi.

Tetapi Dr. Zeigler harus pulang dengan kecewa karena pengambil keputusan di Arab Saudi punya pemikiran lain untuk masa depan kecukupan pangannya. Mereka lebih tertarik untuk ‘menyewa’ lahan-lahan luas di negeri-negeri yang masih memiliki kecukupan lahan untuk ditanami.

Mereka telah membidik beberapa negara di Afrika seperti Mali, Senegal, Sudan dan Ethiopia sebagai target negara-negara yang akan bersedia menyediakan lahannya untuk bercocok tanam padi dan sejenisnya untuk mencukupi kebutuhan pangan rakyat Arab Saudi di masa mendatang.

Bahwasanya mereka membidik Afrika ini rada aneh, mengapa? Afrika adalah belahan dunia yang tidak henti-hentinya dirundung masalah kelaparan. Negara-negara yang dibidik oleh Arab Saudi tersebut selama ini mencukupi pangan untuk rakyatnya sendiri saja tidak mampu, kok tiba-tiba sekarang menjadi target investasi pertanian yang akan menghasilkan pangan bagi negeri lain?

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Bukan hanya Arab Saudi ternyata yang melirik Afrika, Pemerintah Qatar juga telah menyewa 100,000 acres lahan di Kenya, Korea Selatan mengolah 400 miles persegi lahan di Tanzania.

Afrika menjadi bidikan negara-negara yang ingin mengamankan ketersediaan pangan jangka panjangnya karena berdasarkan data World Bank dan FAO disanalah lahan-lahan dalam jumlah milyaran hektar masih tersedia. Di daerah yang disebut Guinea Savannah, daerah yang membentuk bulan sabit dan membentang dari Guinea di bagian barat Afrika, ketimur sampai Kenya dan ke selatan sampai Mozambique. Ada belasan negara yang telah dipetakan FAO di daerah ini yang siap untuk di jadikan area commercial farming yang terbuka bagi investor negara lain.

Gerakan berburu lahan pertanian ini sebenarnya relative baru, karena sampai lima tahun lalu (2007) produksi pangan dunia dipandang cukup untuk mencukupi kebutuhan penduduk dunia. Tahun 2008 adalah mulainya kepanikan itu, ketika harga pangan di dunia mulai melonjak. Negara-negara pengekspor pangan seperti Argentina dan Vietnam-pun mulai kawatir dengan kecukupan pangan bagi rakyatnya sendiri dan mulai membatasi ekspor.

Lantas apa pelajarannya bagi kita sebenarnya? Bahwa negeri ini sekarang-pun tidak mampu mencukupi kebutuhan bahan pangan kita sendiri. Kita impor gandum 100%, kedelai dan kadang juga beras. Kita impor daging, susu dan bahkan juga ikan. Tidak terpikirkah ke kita bahwa suatu saat para penghasil gandum, kedelai, beras, daging, susu dlsb. tersebut akan membutuhkannya untuk mereka sendiri?

Atau kalau ada lebihnya-pun kita harus berebut dengan negeri-negeri kaya tetapi minim sumber daya pertanian seperti negeri Arab Saudi, Qatar dan Korea Selatan tersebut di atas?

Maka sebelum itu terjadi dan menjadi problem besar bagi anak cucu kita, bagaimana kalau mulai sekarang kita berbuat maksimal yang kita bisa? Di bumi yang sejauh mata memandang nampak hijau ini, bukankah sudah seharusnya kalau negeri ini mampu mencukupi kebutuhan pangan bagi rakyatnya sendiri?

Kita mesti banyak bersyukur dengan lahan hijau nan –subur sehingga tidak perlu terpaksa berburu lahan yang gersang sekalipun seperti yang dilakukan Arab Saudi, Qatar dan Korea Selatan tersebut. Bentuk kesyukuran ini adalah bila kita berupaya keras untuk memakmurkannya – bukan hanya berupaya untuk menjadi penguasanya.

Dalam dua tahun kedepan, akan ada hajatan besar nasional di negeri ini – ketika sejumlah elit negeri ini akan berlomba memperebutkan kekuasaan nasional baik di eksekutif maupun legislative. Kita rakyat biasa yang akan menjadi jurinya, kita harus pilih mereka yang akan mampu memakmurkan bumi kita – bukan hanya sekedar menjadi penguasanya. Kita butuh pemimpin yang mampu membawa kemakmuran dan kemandirian negeri ini, bukan pemerintah yang memerintahkan rakyat untuk terus berhemat – rakyat sudah sangat berhemat selama ini!

Sudah 67 tahun negeri subur ijo royo-royo ini merdeka, akan menjadi ironi besar bila sampai kita tidak bisa mencukupi kebutuhan kita sendiri khususnya dalam hal kebutuhan pokok pangan tersebut di atas. Jangan sampai untuk memakmurkan lahan kita diperlukan lagi tangan-tangan asing untuk melakukannya. Jangan sampai kita menjadi seperti negeri-negeri di Afrika tersebut diatas, tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan penduduknya sendiri – tetapi malah menjadi target untuk pemenuhan kebutuan pangan bagi penduduk negeri lain.

InsyaAllah kita sendiri bisa!

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Klub Yordania Boikot Adidas, Dinilai telah Bantu Zionis
Tulisan selanjutnya Hidayatullah Lhoknga Aceh Tampung Pengungsi Gempa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?