Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Passion Capital untuk Kinerja ABCD

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 November 2012 11:47 11:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 November 2012 11:47
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

SEORANG pegawai kepergok lagi asyik main game di computer kantor pada jam kerja. Ketika ditanya : “Mengapa Anda lakukan ini….?”, karena tertangkap basah dan tidak bisa mengelak – diapun berargumen; “…Saya memang hanya berpura-pura bekerja, karena kantor ini juga hanya berpura-pura menggaji saya…”. Yang memergoki kaget dengan jawaban ini, langsung bertanya lagi: “…apa maksud Anda bahwa kantor ini hanya berpura-pura menggaji Anda?”
Dia menjelaskan; “Sudah puluhan tahun saya bekerja disini, kantor ini tidak pernah mau tahu apakah gaji yang saya terima cukup untuk hidup saya dengan keluarga atau tidak – padahal seluruh waktu produktif saya ya ada di kantor ini, saya tidak mungkin ada penghasilan lain dari pekerjaan lain…!.”

Masih penasaran, bertanya lagi yang memergoki; “Bukankah setiap tahun gaji Anda juga naik?” Pegawai tersebut menjawab; “Justru di situlah kepura-puraan kedua dari kantor ini!”.

“Kepura-puraan pertama adalah ketika gaji saya ditentukan tanpa memperhitungkan kebutuhan saya, kepura-puraan kedua adalah ketika gaji saya seolah naik setiap tahun padahal sejatinya turun karena kenaikannya kalah cepat dengan inflasi!”.

Situasi dilematis seperti yang terungkap dalam dialog di atas bisa dijumpai dimana saja di negeri ini baik di instansi pemerintah maupun swasta. Perusahaan atau instansi pemberi kerja sudah merasa maksimal memberikan gaji pada karyawannya, namun tetap tidak cukup atau dirasa tidak cukup oleh para karyawannya.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Ketika para karyawan tersebut terdemotivasi dan bekerja sekedar ‘berpura-pura bekerja’, maka kinerja perusahaan atau instansi tersebut tambah runyam dan tambah tidak mampu menjamin kecukupan gaji para karyawannya. Ini adalah syirkah (persyarikatan) yang dicabut keberkahannya karena kedua belah pihak saling berkhianat terhadap yang lain.

Bagaimana mengatasi situasi seperti ini? Tambahan modal untuk perusahaan atau injeksi dana program untuk instansi? Ganti SDM dengan SDM yang berkualitas?

Masalahnya bukan di modal/dana program ataupun di SDM. Bila budaya kerja tetap, tambahan modal atau dana dan bahkan tambahan SDM berkwalitas-pun hanyalah ibarat menggarami lautan – tidak akan berdampak.

Perusahaan ataupun instansi yang mengalami situasi dilematis seperti tersebut diatas membutuhkan apa yang disebut passion capital. Passion Capital bukan uang dan bukan juga orang, passion capital adalah asset yang tidak kelihatan tetapi tidak ternilai harganya.

Sulit menggambarkan passion capital ini dalam bahasa Indonesia, karena terjemahan passion adalah semangat, nafsu, cinta, keinginan besar dst. Kalau saya terjemahkan menjadi modal semangat – maka bukan itu maksudnya passion capital. Modal Semangat lebih menyerupai modal dengkul atau kalau dalam bahasa Inggris disebut sweat equity (Modal Keringat).

Lebih mudahnya saya beri contoh saja, banyak produk atau karya yang luar biasa di sekitar kita yang terlahir dari adanya passion capital itu. Untuk computer atau gadget misalnya, ada Apple – yang satu produknya saja seperti iPhone 5 bisa langsung mendongkrak GDP negaranya yang lagi terpuruk – saking besarnya penjualan produk tersebut di seluruh dunia.

Bagaimana kita bisa membangun atau mengumpulkan passion capital ini dalam suatu instansi atau perusahaan? Berikut antara lain adalah langkah-langkahnya:

Keyakinan

Karya kita adalah cerminan keyakinan kita. Bila kita yakin dengan apa yang kita lakukan akan membawa kebaikan pada diri kita juga, maka kita akan cenderung bisa berbuat yang maksimal.

Dalam Islam pekerjaan kita juga bagian dari ibadah, kalau ini saja kita yakini maka insyaallah kita tidak akan menyia-nyiakan puluhan tahun waktu kita hanya untuk “berpura-pura bekerja”!

Budaya

Budaya adalah hasil dari suatu proses – tidak terjadi secara ujug-ujug. Seorang pegawai hanya ‘berpura-pura bekerja…’ karena lingkungannya juga mendukung terjadinya hal itu. Proses harus dilawan dengan proses juga, artinya diperlukan upaya keras untuk bisa merubah lingkungan budaya.

Keberanian

Untuk membuat perubahan besar diperlukan keberanian, keberanian untuk melawan budaya yang buruk, keberanian untuk melawan keragu-raguan dan keberanian untuk gagal.
Keberhasilan bukan sesuatu yang final dan kegagalanpun bukan sesuatu yang fatal, keberanian untuk terus mencoba dan mencoba yang akan menjadi pembedanya.

Pembeda

Bila Anda hanya berbuat yang sama dengan yang dilakukan oleh lingkungan Anda, bila Anda hanyalah produk lingkungan Anda – maka dunia tidak akan mengenal Anda.

Dibutuhkan karya nyata Anda yang tidak biasa-biasa saja , yang akan membedakan Anda dari lingkungan Anda – jangan sia-siakan usia hanya untuk ‘berpura-pura berkarya’ , waktunya untuk sungguh-sungguh bekerja dan berkarya!

Sumber Daya

Tidak terkira sumber daya yang ada di sekitar Anda, sebagian mungkin sudah Anda kenali sebagian mungkin masih belum Anda kenali. Sukses Anda tergantung juga dengan kemampuan Anda untuk menggali sumber daya yang ada di sekitar Anda, baik yang sudah Anda kenali maupun yang belum Anda kenali – yang masih bisa terus digali.

Strategi

Strategi adalah jabaran dari visi Anda, tanpa strategy Visi Anda hanyalah mimpi. Dengan strategi Anda akan bisa melihat bagaimana visi Anda terwujud, langkah demi langkah.
Strategi yang diimplementasikan dalam langkah-langkah yang nyata akan membawa Anda pada jalan kemenangan yang dekat, bekerja tanpa strategi memang hanya menghasilkan kerja yang ‘pura-pura kerja’ – banyak kesibukan tetapi tidak membawa pada kemenangan (hasil).

Istiqomah

Tidak ada yang menjamin bahwa perjuangan Anda akan langsung berhasil, tetapi dengan keyakinan yang kuat, keberanian yang tinggi, sumber daya yang cukup, strategy yang implementatif, maka tinggal masalah waktu saja sebelum kemenangan besar yang insyaallah akan Anda peroleh. Kegagalan Anda hanyalah kemenangan yang tertunda, sejauh Anda terus mencoba – maka kemenangan itupun akan tiba juga waktunya.

Dengan tujuh hal tersebut di atas, seperti apapun lingkungan kerja Anda – InsyaAllah Anda akan bisa merubahnya, kalau toh masih terlalu besar untuk Anda merubahnya – setidaknya mulai dari diri Anda. Berhenti berpura-pura bekerja, mulailah bersungguh-sungguh dalam kerja, insyaallah Anda akan bisa mencapai derajat Ihsan – mencapai lebih dari yang diwajibkan untuk Anda atau dalam bahasa Inggris disebut ABCD – Above and Beyond the Course of Duty. InsyaAllah!*

Penulis Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Skandal Seks Petraeus Menjerat Jenderal Allen
Tulisan selanjutnya Media Islam Online Dinilai Makin Memiliki Pengaruh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?