Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Golden Age Challenge

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juli 2017 09:03 9:03 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juli 2017 08:33
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

 

DI negara-negara maju jumlah penduduk usia lanjut kini sudah melebihi penduduk usia muda antara 12-24 tahun.

Negara-negara berkembang seperti kita juga menyusul dengan sangat cepat, PBB memperkirakan penduduk Indonesia yang berusia di atas 60 tahun pada tahun 2050 akan mencapai 25% dari jumlah penduduk atau mendekati 75 juta jiwa.

Pertanyaannya adalah siapa yang akan membiayai segala kebutuhan hidup dari penduduk usia lanjut ini? Padahal di atas usia 60 tahun umumnya orang tidak lagi produktif, sedangkan kebutuhan biaya hidupnya justru meningkat tajam?

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Mengandalkan dana pensiun dan tunjangan hari tua? Tidak semua orang memiliki dana pensiun dan tunjangan hari tua ini. Kalau toh ada, pada umumnya dana pensiun dan tunjangan hari tua ini nilainya sangat tidak memadai. Mengapa? Karena iuran yang kita bayarkan sejak bekerja di usia belia, terus tergerus dengan inflasi – sehingga ketika kita pensiun angkanya saja yang besar tetapi daya belinya jauh menurun.

Baca: Muhaimin Iqbal: Kita Dimiskinkan Oleh Sistem Yahud

Mengandalkan dari sanak famili khususnya anak-anak? Jumlah anak-anak di generasi kita cenderung menurun. Persaingan hidup juga semakin keras pada jaman mereka dewasa, jadi kalau toh kita bisa mendidik anak-anak kita menjadi anak-anak yang berbakti pada orang tuanya – kita juga tidak ingin membebani mereka.

Di sisi lain usia harapan hidup rata-rata orang Indonesia kini mencapai 71 tahun, kalau pensiun dari pekerjaan di usia rata-rata 55 – 60 tahun – maka rata-rata orang Indonesia harus mampu bertahan hidup antara 11-16 tahun pasca pensiun. Gambaran tentang masa depan suram?

Betul, bila kita tidak merencanakan dari dini. Tetapi justru di sinilah challenge dan seninya bila kita antisipasi sedini mungkin. Uswatun Hasanah kita – Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mulai memimpin perang besar pada usia 55 tahun atau sekitar usia pensiun rata-rata orang di jaman ini. Beliau terus memimpin perang sampai sekitar 27 kali hingga akhir hayatnya di usia 63 tahun.

Baca: The Future We Want

Kita juga diajari untuk berdoa agar makin tua kita menjadi semakin berkwalitas, penggalan do’a khatmil Qur’an antara lain berbunyi : “…Ya Allah, jadikan umur terbaikku adalah di penghujungnya, jadikan amal terbaikku adalah di penutupnya, dan jadikan hari-hari terbaikku adalah hari ketika bertemu dengan Engkau…”.

Bahkan di Al-Qur’an ada ayat yang secara specific menganjurkan kita untuk mempersiapkan hari esuk ini. Penekanannya tentu pada hari esuk yang abadi, tetapi hari esuk yang abadi tergantung juga dengan apa yang kita lakukan semasa kita hidup – khususnya di akhir-akhir usia kita. Itulah mengapa semua kita tentu berita-cita ingin khusnul khatimah dalam arti yang sesungguhnya.

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٌ۬ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٍ۬‌ۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ (١٨)

“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esuk dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS 59:18).

Ayat dan contoh do’a tersebut mengisyaratkan satu hal yang sangat jelas, yaitu perencanaan untuk hari esuk yang lebih baik. Khususnya adalah apa yang akan kita lakukan di usia emas kita, ketika fisik tidak sekuat sekarang, pikiran tidak secemerlang sekarang, network tidak seluas sekarang dan perbagai kendala lain yang menyertai usia lanjut kita.

Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa merencanakan ini semua ? Salah satu caranya adalah coba pejamkan mata Anda sejenak – bayangkan kehidupan Anda di usia-usia akhir Anda, 56 , 57, 58….61, 62, 63….71, 72, 73…dst. Bayangkan dimana Anda akan tinggal? Bersama siapa? Apa kegiatan Anda ? Siapa yang merawat Anda bila sakit ? Siapa yang akan mengantar Anda di hari terbaik Anda ketika bertemu denganNya ?

Baca: Mengapa Kita (Bisa) Dijajah?

Sebagaimana cita-cita pertama yang saat itu tentu sudah Anda lalui, inilah cita-cita kedua yang semakin cepat kita merencanakannya akan semakin baik. Salah satu hasil dari Ramadhan Camp 1438 lalu yang kami bahas bersama teman-teman i’tikaf adalah terkait perencanaan untuk usia emas ini.

Kami begitu menikmati suasana kebersamaan dan beribadah bareng di Masjid, mentadaburi ayat-ayatNya, saling menguatkan keimanan dan saling menyemangati untuk beramal lebih. Bagaimana kalau model seperti ini kita lanjutkan hingga akhir hayat kita ? Barangkali inilah bentuk perencanaan hari tua yang kita butuhkan. Berikut adalah point-point pemikirannya.

Perlunya kebersamaan dalam merencanakan, bukan hanya ini akan meringankan – tetapi juga kita semakin butuh banyak teman ketika usia kita lanjut. Sebagai contoh yang sudah sempat kita pikirkan adalah bagaimana bisa tinggal di linkungan pesantren pada usia lanjut kita.* (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:Golden AgeMasyarakat Usia EmasPBBpendudukpesantrenusia lanjutusia muda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ismail Haniyah Umumkan Prioritas Hamas pada Fase Perjuangan Berikutnya
Tulisan selanjutnya Mesir Hari Ini Lebih Buruk dari Husni Mubarak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?