Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Meminang Surga

Dakwah tanpa Panitia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2018 14:13 2:13 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Oktober 2018 14:13
Bagikan
Ustadz Nurhadi dalam perjalanan dakwahnya membina Suku Togutil di pedalaman Halmahera.
Bagikan

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

 

KALAU pagi ini engkau bisa buang air besar di WC, bersyukurlah. Di pedalaman, masih ada da’i kita yang harus menggali tanah untuk sekedar buang air. Di sejumlah titik di tengah hutan, terdapat da’i yang berdakwah sendirian, mengajari para muallaf, meninggalkan hiruk-pikuk kota. Ada juga yang tinggal di masjid sunyi tanpa fasilitas MCK. Jika sewaktu-waktu perlu MCK, mereka harus berjalan kaki berkilo-kilometer.

Seseorang mengantarkan uang kepada satu da’i pedalaman itu, tapi ia menolak. Dakwah di kota lebih memerlukan uang. Beri kami do’a yang tulus. Jika mau bantu, berikan saja sarana komunikasi. Untuk menelpon, mereka harus berjalan jauh ke atas gunung agar memperoleh sinyal GSM. Atau berikan alat yang dapat menghasilkan listrik yang mencukupi untuk menghidupkan komputer, charge HP dan syukur bisa untuk yang lain.

Apalagi yang diperlukan? Seorang sarjana S-1 ilmu agama yang bersedia menjadi istri dan siap berjuang di tengah hutan, sebab untuk mengajarkan agama Islam di sekolah yang ada di sana bagi anak kaum muslimin, harus guru agama yang memenuhi syarat menjadi PNS.

Baca Juga

teman
Membebaskan Anak dari Label Negatif
Lembut Itu Tak Berkata Kasar
Diistimewakan Allah Bersebab Niat Jujur Orangtua
Tanpa Ta`dib dan Pendidikan Adab, Boarding School Ibarat Rumah Kost Belaka
Kreatif Tanpa Musik

Sampai kapan mereka berdakwah di sana? Sampai beranak-cucu, atau sampai habis umur ini, atau sampai ada tempat yang lebih memerlukan dakwah.

Mereka gigih berdakwah bersebab rasa takutnya kalau sampai ada orang-orang yang di sana dalam keadaan belum pernah mendengar tentang Islam. Mereka berdakwah –bukan sekedar jadi pembicara– di pedalaman bukan karena tak mampu berwirausaha di kota, tapi karena ingin jadi sebab datangnya hidayah.

Baca: Kisah Dai Muda ‘Berbulan Madu’ di Medan Dakwah

Jika pun bermaksud membawakan bagi mereka logistik, bawakan saja ikan kaleng, mie instant sekedar sebagai selingan makan rusa dan binatang buruan. Jangan bayangkan santapan yang enak. Berbagai binatang buruan itu mereka makan ala kadarnya. Bersyukur jika bertabur garam dan bumbu. Sungguh, jangan bayangkan lezatnya daging rusa seperti rendang Padang yang penuh bumbu.

Maka kehadiran seorang istri amatlah berharga. Selain sebagai teman berjuang, juga untuk menjadikan perjuangan dakwah lebih berwarna. Kehadiran istri dapat menjadikan binatang buruan tak hanya direbus, dipanggang di atas batu atau dibakar langsung, tapi dibumbui. Bahkan istri yang tak dapat memasak pun dapat menegakkan punggung mereka untuk tetap gigih berdakwah asalkan siap berjuang di kesunyian.

Mereka bukanlah orang-orang lemah seperti saya. Mereka meninggalkan kemudahan kota secara sengaja demi meraih surga-Nya. Salah seorang dari mereka, yang masing-masing tinggal sangat berjauhan di wilayah dakwah berbeda, amat tegap badannya, gagah, tampan, berkulit amat putih dan cerdas. Tapi bukan itu yang membuat saya merasa malu. Kesungguhannya untuk mengantar hidayah yang bikin haru.

Baca:Beratnya Medan Dakwah di Pedalaman Halmahera

Salah seorang da’i berkata:

“Kalau sampai ada orang yang mati dalam keadaan belum pernah mendengar tentang Islam, sementara kita ada sini, boleh jadi kita yang ikut memiliki saham dosa atas kekafiran mereka. Maka, apa jawab kita nanti kalau bukan berusaha keras sekarang?”

“Kami tak perlu kehadiran Ustadz terkenal yang tidak bisa melayani dirinya sendiri. Yang kami perlukan, orang yang siap mengotori tangannya untuk mengusap mereka dan mengikhlaskan badannya untuk berpelukan dengan dekil tubuh mereka yang gembira menyambut kita.”

Jika mau sungguh-sungguh berdakwah, jangan khawatir kekurangan makan di sini. Pertolongan Allah tetap berlaku di belahan bumi manapun. Orang-orang di pedalaman tak memerlukan curriculum vitae yang panjang dan serangkaian prestasi yang bikin tercengang. Mereka hanya memerlukan orang yg tulus menyapa; yang menyediakan airmatanya untuk mendo’akan mereka. Bukan menangisi terbatasnya fasilitas.

Sempat saya diajak ke sebuah tempat dan ditunjukkan, “Dubes Vatikan sudah dua kali ke sini.” Saya terdiam mendengar penuturannya.

Baca: Puluhan Tahun Dakwah di Pedalaman, Dai-dai Ini Diberangkatkan Umrah

Teringat firman Allah Ta’ala yang sudah sangat sering kita ucapkan:

ثم لتسألن يومئذ عن النعيم

“Kemudian sungguh kelak kamu akan ditanyai pada hari itu (tentang nikmat yang Allah berikan kepadamu).”  (QS. At-Takaatsur: 8)

Merupakan kehormatan jika seorang ustadz besar berkenan datang menyapa mereka. Jangan khawatir, mereka akan menyambut dengan penuh kehangatan.

Mereka dengan senang hati memberikan apa yang mereka punya, jika kita tidak (punya rasa) malu menerimanya. Bahkan gaharu pun mereka tak berat melepaskan. Semoga di tahun ini, tak lama, saya dapat mendatangi sebagian pos dakwah mereka. Semoga Allah mampukan saya membawakan sesuatu yang berharga. Bersyukur saya sempat pula bertemu seorang da’i yang tinggal berdua dengan isterinya di tengah hutan. Saya tertegun.

Saya termangu melihat wajahnya yang menyiratkan sebagai pribadi bahagia dan tenang. Bukan sekedar kebetulan sedang bahagia. Betapa ringan ia mnghadapi dunia, meski HP-nya sudah tak bertutup di bagian belakang. Pengen bawakan ia HP tahan banting, awet baterai.

Masih amat banyak hal yang patut direnungi. Tapi izinkan saya menata hati. Betapa kecilnya diri ini di hadapan mereka. Nasehati saya, nasehati saya dan do’akan saya.*

~

FB: Mohammad Fauzil Adhim. Diambil dari catatan 6 tahun silam, Juli 2012 dengan judul “Mereka yang Tak Letih Mengantarkan Hidayah”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berdakwahdaidakwahpedalaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Acara Muslim United Bertema Ukhuwah Dibuka di Masjid Gedhe Kauman
Tulisan selanjutnya Bencana: Antara Fenomena Alam dan Iman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

perjuangan
Meminang Surga

Matinya Perjuangan

17 Januari 2022 14:00
Meminang Surga

Lembut Itu Ada Takarannya

30 November 2021 15:00
Za'faran Herbal
Meminang Surga

Tiap Obat Ada Dosisnya ⁣

8 Oktober 2021 07:33
Jepang, Negeri Yang menua
Meminang Surga

Keengganan Mengurusi Anak Dan Masa Depan Demografis Jepang. ⁣⁣

13 September 2021 17:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?