Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Fikih Kontemporer

Imam Ahmad Dhaifkan Hadis Menyela Jenggot tapi Mengamalkannya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Januari 2023 14:06 2:06 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Januari 2023 16:10
Bagikan
Bagikan

Imam Ahmad, pelopor Mazhab Hanbali melakukan takhlil al lihyah (memasukkan jari jemari ke sela-sela jenggot), sementara amalan ini dianggap dhaif

Hidayatullah.com | TAKHLIL dalam pengertian bahasa adalah memasukkan sesuatu di sela-sela sesuatu. Kalau takhlil al lihyah adalah memasukkan jari jemari ke sela-sela jenggot. (Lihat, Al Muthli` `ala Alfadz Al Muqni`, hal. 31)

Terkait amalan ini (takhlil al lihyah) Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan bahwa hadis yang berkenaan dengan hal itu dhaif, tapi di kesempatan yang sama Imam Ahmad menegaskan bahwa ia mengamalkannya.

Imam Abu Dawud berkata, ”Aku bertanya kepada Ahmad bin Hanbal, ’Menyela jenggot dengan jari-jemari?’ Ia menjawab, ’Menyela jenggot dengan jari-jemari. Dan telah diriwayatkan mengenai hal itu beberapa hadis, tidak ada dari satu hadis pun yang tsabit dari Nabi ﷺ.” (Masa`il Al Imam Ahmad Riwayah Abi Dawud, hal. 13)

Al Khallal dalam kitab Al `Ilal juga menyatakan, ”Telah mengabarkan kepada kami Abu Dawud As Sijistani, di mana ia berkata, ”Aku telah bertanya kepada Ahmad bin Hanbal, ’Menyela jenggot dengan jari-jemari?’ Ia menjawab, ’Menyela jenggot dengan jari-jemari.’ Dan telah diriwayatkan mengenai hal itu beberapa hadis, tidak ada dari satu hadis pun yang tsabit. Dan yang terbaik dalam bab ini adalah hadis Syaqiq dari Utsman.’” (Ta’liqah ‘ala Al Ilal li Ibni Abi Hatim, 1/42).

Baca Juga

Transplantasi Rambut
Hukum Transplantasi Rambut dengan Alasan Kebotakan
Hukum Merayakan Natal dan Tahun Baru menurut Dua Lembaga Fatwa Rujukan
Hukum Memegang Anjing  
Hukum Menerima Bantuan Sosial dari Non-Muslim
Hukum Menjenguk Orang Non-Muslim yang Sakit menurut Syeikh Al-Qaradhawi

Hadis Syaqiq dari Utsman bin Affan yang dimaksud adalah:

عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ، قَالَ: رَأَيْتُ عُثْمَانَ تَوَضَّأَ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ، قَالَ: فَخَلَّلَ لِحْيَتَهُ ثَلَاثًا حِينَ غَسَلَ وَجْهَهُ، ثُمَّ قَالَ: ” رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ الَّذِي رَأَيْتُمُونِي فَعَلْتُ ” (أخرجه البيهقي في السنن الكبرى: 246, 1/90)

Artinya: Dari Syaqiq bin Salamah ia berkata, ”Aku melihat Utsman berwudhu -kemudian ia menyebutkan hadis-, lantas berkata, ’Lantas ia menyela jenggotnya tiga kali ketika membasuh wajah, lantas ia berkata, ’Aku melihat Rasulullah ﷺ melakukan apa yang kalian lihat dari apa yang telah aku lakukan.’” (Riwayat Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra 246, 1/90)

Selain Imam Ahmad, Abu Hatim dan Yahya bin Ma`in mendhaifkan hadis

Riwayat lainnya tentang pendhaifan hadis mengenai takhlil al lihyah oleh Imam Ahmad diriwayatkan oleh putranya Abdullah. Abdullah meriwayatkan dari ayahnya (Imam Ahmad), tidak ada dalam masalah takhlil al lihyah sesuatu yang shahih. (Talkhis Al Habir, 1/278)

Yang sejalan dengan dengan Imam Ahmad dalam mendaifkan hadis adalah Al Hafidz Abu Hatim Ar Razi, di mana putranya berkata, ”Aku mendengar dari ayahku, ’Tidak tsabit dari Nabi ﷺ dalam masalah takhlil al lihyah satu hadis pun.” (Ilal Al hadis li Ibni Abi Hatim Ar Razi, 1/553).

Yahya bin Ma`in juga mendhaifkan hadis tersebut, sebagai mana dikutip oleh Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani. (At Tamyiz fi Talkhis Takhrij `Ahadis Syarh Al Wajiz, 1/222)

Para ulama yang menshahihkan

Namun, ada pula para ulama yang menshahihkan, seperti Imam At Tirmidzi, di mana ia berkata, ”Ini adalah hadis yang hasan shahih.” (Sunan At Tirmidzi, 1/86)

Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban memasukkan hadis Utsman bin Affan dalam Ash Shahih mereka. (Lihat, Shahih Ibnu Khuzaimah, 1/78, Shahih Ibnu Hibban, 3/363)

Demikian juga Imam Al Hakim dalam Al Mustradrak menyatakan bahwa isnad hadis Usman shahih. Sedangan Imam Adz Dzahabi menanggapinya, ”Ibnu Ma`in mendaifkannya, namun ia memiliki syahid shahih.” (Al Mustadrak dan At Talkhis, 1/249)

Kesimpulannya, hadis mengenai takhlil lihyah ada perbedaan pandangan di antara para ualam mengenai status keshahihannya. Imam Ahmad termasuk ulama yang mendhaifkan, meski demikian beliau tetap memilih untuk mengamalkan hadis tersebut.

Pendapat  Madzhab Hanbali

Dalam Madzhab Hanbali, pendapat madzhab yang shahih menyatakan bahwasannya tahlil al lihyah merupakan perkara yang mustahab. Al Mirdawi berkata, ”Dan menyela jenggot, jika ia tipis maka wajib membasuh kulit janggut. Namun jika ia tebal dan ini yang dimaksud oleh penulis, maka yang shahih dari madzhab, dan ia merupakan pendapat mayoritas ashab, dan telah memastikan banyak dari mereka bahwa takhlil al lihyah mustahab.” (Al Inshaf, 1/134)

Mustahab adalah sesuatu yang telah dikerjakan oleh Nabi Muhammad satu atau dua kali. Dimana Baginda Nabi tidak merutinkannya (red).

Ada pula ulama Madzhab Hanbali yang menyatakan wajibnya takhlil al lihyah, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Abdus. (Al Inshaf, 1/134)

Namun ada pula pendapat lemah dalam madzhab yang menyatakan bahwa ia tidak mustahab. Pendapat ini dinilai jauh dari atsar. (Al Inshaf, 1/134).*/Thoriq, LC, MA

Baca juga:

  • Hadis -hadis Dhaif yang Dijadikan Hujjah oleh Imam Ahmad
  • Guna Hadits Dhaif Menurut Ulama Salaf dan Khalaf
  • Imam Madzhab Empat Menyikapi Hadits Dhaif
Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amalan hadis dhaifHadis DhaifHeadlineImam Ahmad dan Hadis DhaifPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Melihat dari Dekat Geliat Islam di Pattani
Tulisan selanjutnya palestina israel Netanyahu Berencana Permudah Kepemilikan Senjata Api bagi Yahudi Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

Ghazwul Fikr Kajian
26 Juni 2026 11:30
‘Israel’ Gelontorkan Dana untuk Ubah Situs Arkeologi Palestina Jadi Situs Yahudi
Ledakan di Fasilitas Gas Terbesar Qatar Merenggut 13 Nyawa
Trump Sebut Dana Iran yang Dibebaskan Akan Dipakai Beli Produk AS
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Fikih Kontemporer

MUI Belum Memberi Sertifikasi Halal Mie Gacoan? Ini Larangan Ulama Memberi Nama Buruk pada Makanan

25 Agustus 2022 10:30
Fikih Kontemporer

Hukum Hitung Mundur Bulan Ramadhan

20 Januari 2022 22:50
Fikih Kontemporer

Penghasilan Bekerja sebagai Youtuber, Apa Hukumnya

27 September 2021 08:00
apa hukum mafia pajak?
Fikih Kontemporer

Apa Hukum Mafia Pajak?

23 Agustus 2021 08:54
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?