Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Keluarga Sakinah

Memberi Kelembutan dan Kasih Sayang pada Anak (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2015 21:59 9:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Agustus 2015 21:48
Bagikan
Bagikan

PARA ulama salaf sangat memperhatikan masa kanak-kanak dan menganggapnya sebagai fase paling penting dan mendasar dalam kehidupan. Anak-anak kita hari ini merupakan para pemimpin di masa depan. Tidak pantas bagi kita menyia-nyiakan buah hati yang berada pada masa pertumbuhan, agar nilai-nilai dan kekuatan yang ada pada dirinya tidak hilang bersama sisa-sisa kehidupan atau berguguran dalam hembusan angin.

Jika kita perhatikan, bagaimana perhatian para ulama salaf terhadap anak-anak, maka akan kita dapati banyak pelajaran penting dalam hal menjaga anak-anak dan mendidik mereka, memberikan jaminan, menciptakan rasa aman dan ketenangan bagi mereka.

Pada suatu malam beberapa pedagang tiba di Madinah, Umar bin al-Khaththab ra. berkata kepada Abdurrahman bin ‘Auf ra., “Apakah engkau dapat menjaga mereka bersamaku malam ini”, Abdurrahman berkata, “Ya.”

Mereka berdua menjaga para pedagang itu, kemudian Umar mendengar suara tangisan anak kecil mengarah kepadanya. Umar berkata kepada ibu anak kecil itu, “Bertakwalah kepada Allah, berbuat baiklah terhadap puteramu.” Kemudian Umar kembali ke tempatnya.

Umar kembali mendengar tangisan anak kecil itu, Umar mendatangi ibu anak kecil itu dan berkata kepadanya seperti ucapan yang pertama, kemudian ia kembali ke tempatnya. Di penghujung malam Umar kembali mendengar suara tangisan anak kecil itu, Umar datang menemui ibu anak kecil itu dan berkata kepadanya, “Celakalah engkau, aku melihatmu sebagai seorang ibu yang buruk, aku lihat anakmu tidak merasa tenang dan ia terus menangis pada malam ini, mengapa hal itu telah terjadi?” Ibu anak itu berkata, “Wahai hamba Allah, engkau telah menggangguku. Aku membawanya kepada wanita yang menyusukan bayi, akan tetapi ia tidak mau.”

Baca Juga

Zakat dari Harta Haram, Apa Hukumnya?
Kedudukan Hukum Adik Ipar
 Bijaksana Saat Menolak Lamaran
Suami Merahasiakan Gajinya, Menurut Islam
Mengembalikan Indahnya ‘Kamar Tidur’

Umar bertanya, “Mengapa?” Wanita itu menjawab, “Karena Umar mewajibkan bayaran bagi anak-anak yang menyusu.” Umar bertanya, “Berapa usianya?” Wanita itu menjawab, “Sekian bulan.” Umar berkata, “Celakalah engkau, jangan hentikan anak itu dari menyusu.”

Umar melaksanakan shalat shubuh dan tangisan anak itu terus mengganggunya. Setelah mengucapkan salam, Umar berkata, “Alangkah jahatnya Umar, berapa banyak anak-anak kaum muslimin yang telah ia bunuh.”

Kemudian Umar memanggil petugas pengumuman agar mengumumkan supaya setiap anak tidak dihentikan dari susuan dan setiap anak wajib menyusu. Demikian aturan Islam, perintah itu disebarkan ke setiap penjuru.*/Prof. Dr. Ahmad Umar Hasyim, mantan Rektor Universitas al-Azhar, dari buku Wahai Keluargaku Jadilah Mutiara yang Indah. [Tulisan selanjutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakkasih sayangsikap lembut
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memberi Kelembutan dan Kasih Sayang pada Anak (1)
Tulisan selanjutnya Memberi Kelembutan dan Kasih Sayang pada Anak (3)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Keluarga Sakinah

Batas Sederhana Berpakaian dan Berhias

17 Januari 2021 07:57
Keluarga Sakinah

Bijaksana Saat Menolak Lamaran

24 Oktober 2018 17:12
Keluarga Sakinah

Hilangnya Kecemburuan Pertanda Matinya Kejantanan

22 Maret 2018 17:04
Keluarga Sakinah

Begini Pandangan Islam terhadap Cemburu

15 Maret 2018 16:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?