PARA ulama salaf sangat memperhatikan masa kanak-kanak dan menganggapnya sebagai fase paling penting dan mendasar dalam kehidupan. Anak-anak kita hari ini merupakan para pemimpin di masa depan. Tidak pantas bagi kita menyia-nyiakan buah hati yang berada pada masa pertumbuhan, agar nilai-nilai dan kekuatan yang ada pada dirinya tidak hilang bersama sisa-sisa kehidupan atau berguguran dalam hembusan angin.
Jika kita perhatikan, bagaimana perhatian para ulama salaf terhadap anak-anak, maka akan kita dapati banyak pelajaran penting dalam hal menjaga anak-anak dan mendidik mereka, memberikan jaminan, menciptakan rasa aman dan ketenangan bagi mereka.
Pada suatu malam beberapa pedagang tiba di Madinah, Umar bin al-Khaththab ra. berkata kepada Abdurrahman bin ‘Auf ra., “Apakah engkau dapat menjaga mereka bersamaku malam ini”, Abdurrahman berkata, “Ya.”
Mereka berdua menjaga para pedagang itu, kemudian Umar mendengar suara tangisan anak kecil mengarah kepadanya. Umar berkata kepada ibu anak kecil itu, “Bertakwalah kepada Allah, berbuat baiklah terhadap puteramu.” Kemudian Umar kembali ke tempatnya.
Umar kembali mendengar tangisan anak kecil itu, Umar mendatangi ibu anak kecil itu dan berkata kepadanya seperti ucapan yang pertama, kemudian ia kembali ke tempatnya. Di penghujung malam Umar kembali mendengar suara tangisan anak kecil itu, Umar datang menemui ibu anak kecil itu dan berkata kepadanya, “Celakalah engkau, aku melihatmu sebagai seorang ibu yang buruk, aku lihat anakmu tidak merasa tenang dan ia terus menangis pada malam ini, mengapa hal itu telah terjadi?” Ibu anak itu berkata, “Wahai hamba Allah, engkau telah menggangguku. Aku membawanya kepada wanita yang menyusukan bayi, akan tetapi ia tidak mau.”
Umar bertanya, “Mengapa?” Wanita itu menjawab, “Karena Umar mewajibkan bayaran bagi anak-anak yang menyusu.” Umar bertanya, “Berapa usianya?” Wanita itu menjawab, “Sekian bulan.” Umar berkata, “Celakalah engkau, jangan hentikan anak itu dari menyusu.”
Umar melaksanakan shalat shubuh dan tangisan anak itu terus mengganggunya. Setelah mengucapkan salam, Umar berkata, “Alangkah jahatnya Umar, berapa banyak anak-anak kaum muslimin yang telah ia bunuh.”
Kemudian Umar memanggil petugas pengumuman agar mengumumkan supaya setiap anak tidak dihentikan dari susuan dan setiap anak wajib menyusu. Demikian aturan Islam, perintah itu disebarkan ke setiap penjuru.*/Prof. Dr. Ahmad Umar Hasyim, mantan Rektor Universitas al-Azhar, dari buku Wahai Keluargaku Jadilah Mutiara yang Indah. [Tulisan selanjutnya]