Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Keluarga Sakinah

Ibu, Susuilah Anakmu (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Agustus 2016 10:34 10:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Agustus 2016 10:32
Bagikan
Bagikan

DALAM buku berjudul “ASI Susu Terbaik (Bestis Breast)” karya Dr. Stanway, dinyatakan:

“Salah satu fakta yang tidak terbantahkan ialah bahwa kanker payudara –yaitu kanker yang paling banyak menyerang wanita– semakin meluas penyebarannya selama dua abad yang lalu. Para ilmuwan memperkirakan bahwa 1 dari 20 wanita di Barat meninggal karena kanker payudara, dan 1 dari 4 wanita di sana mengeluh sakit di bagian payudara pada waktu-waktu tertentu.”

Mengapa bisa terjadi begitu banyak kasus? Dan mengapa payudara wanita rentan terhadap penyakit ini? Dr. Stanway menjawab: “Kemungkinan besar banyak wanita yang memperlakukan payudaranya secara tidak wajar dan berlawanan dengan fungsi payudara yang alami, yaitu untuk menyusui bayi.

Para wanita –yang menolak menggunakan payudara mereka untuk melaksanakan fungsi utamanya (yaitu menyusui bayi)– itu harus membayar mahal dengan penyakit yang mereka terima akibat penolakan itu. Menyusui bayi secara alami merupakan cara terbaik untuk mengatur jarak kelahiran di seluruh dunia. Sebab, sebagian besar wanita yang menyusui anaknya tidak mengalami haid.

Sebagaimana diketahui kanker rahim berhubungan erat dengan kanker payudara. Dan boleh jadi daur haid yang dialami wanita dalam hidupnya memainkan peran yang berdampak terhadap rahim. Sebab, setiap bulan payudara, rahim dan ovarium mengalami perubahan-perubahan fisiologis dan anatomis, dan organ-organ itu siap melakukan pembuahan (ovulasi) dan membentuk janin.

Baca Juga

Zakat dari Harta Haram, Apa Hukumnya?
Kedudukan Hukum Adik Ipar
 Bijaksana Saat Menolak Lamaran
Suami Merahasiakan Gajinya, Menurut Islam
Mengembalikan Indahnya ‘Kamar Tidur’

Akan tetapi di era kita yang modern ini hanya ada satu atau dua buah telur saja yang dibuahi (seorang wanita melahirkan satu atau dua orang anak saja) sepanjang hidup wanita yang mengalami 450 daur haid. Sedangkan sisanya mati sia-sia. Dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam tubuh itu merasa kecewa dan getir dari tahun ke tahun, ketika seorang wanita hanya mengandung sebanyak 1 atau 2 kali saja sepanjang hidupnya. Barangkali hal inilah yang menjadi penyebab meluasnya beragam penyakit yang menyerang organ-organ reproduksi.

Inilah yang dikatakan oleh Dr. Stanway di dalam bukunya. Dan ini mengisyaratkan bahwa wanita-wanita modern yang membatasi dirinya dengan satu atau dua anak saja sesungguhnya sedang membuka peluang bagi organ-organ reproduksinya untuk terjangkit penyakit-penyakit tersebut.

Bukankah Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam telah bersabda:

“Nikahilah wanita yang penyayang lagi subur (banyak anak). Karena sesungguhnya aku membanggakan banyaknya jumlah kamu terhadap umat umat yang lain.” (HR Abu Dawud).

Dr. Stanway juga mengatakan: “Kanker payudara dan kanker rahim sangat pesat penyebarannya. Bahkan satu dari lima wanita berakhir dengan pengangkatan rahimnya. Seorang wanita harus memulai kehamilannya beberapa tahun setelah mencapai akil baligh. Fakta menunjukkan bahwa wanita yang melahirkan anak pertamanya pada usia dini (kurang dari 20 tahun) lebih kebal terhadap penyakit kanker payudara. Organ reproduksi wanita menganggur selama 12-15 tahun (hingga mencapai usia haid tetapi belum mampu melahirkan anak). Dan apabila kita terus melarang organ ini untuk menghasilkan anak, berarti kita meningkatkan resiko kaum wanita kita terhadap berbagai masalah.”

Dalam konteks masa menyusui Dr. Stanway mengatakan: “Dari segi kebutuhan nutrisi setiap bayi di Barat cukup mendapat asupan ASI selama 8 bulan. Namun untuk kepentingan si ibu ada segala macam alasan yang mendorong si ibu untuk melanjutkan pemberian ASI dalam jangka waktu yang panjang, sekalipun sebagian besar nutrisi anaknya berasal dari makanan lain. Sebab, penghisapan puting susu secara berulang-ulang dapat mendorong hormon-hormon dalam tubuh si ibu untuk mencegah turunnya indung telur dari ovarium ke rahim selama beberapa bulan.

Dalam hal ini menyusui tidak hanya berfungsi sebagai kontrasepsi (pencegah kehaliman) alami, melainkan juga dapat mencegah terjadinya perubahan-perubahan bulanan semasa haid. Hal ini akan membuat organ reproduksi terlepas dari tugas yang berat itu.”

Bukankah kebijaksanaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menuntut agar masa menyusui berlangsung selama dua tahun penuh? Selama periode itu bayi mendapat asupan nutrisi, imuniti dan kasih sayang. Dan selama periode itu pula organ-organ reproduksi wanita –seperti rahim, ovarium dan lain-lain– beristirahat.

Ustadz Sayyid Quthub (dalam tafsirnya Fi Zhilalil Qur’an) mengatakan: “Allah mewajibkan seorang ibu menyusui bayinya selama dua tahun penuh. Sebab, Allah mengetahui bahwa periode itu adalah periode yang paling ideal bagi anak dari semua segi, baik kesehatan maupun kejiwaan. Ini bagi orang yang ingin memberikan air susu ibu secara sempurna. Kajian-kajian kesehatan dan kejiwaan masa kini membuktikan bahwa periode dua tahun itu adalah periode yang sangat penting bagi perkembangan anak secara normal dari segi kesehatan dan kejiwaan.*/Sobri Mersi Al-Faqi, dari bukunya Solusi Problematika Rumah Tangga Modern.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:menyusui
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ibu, Susuilah Anakmu (1)
Tulisan selanjutnya Masyarakat Diajak Tandatangani Petisi Dukung Uji Materi Pasal Homoseksual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Keluarga Sakinah

Batas Sederhana Berpakaian dan Berhias

17 Januari 2021 07:57
Keluarga Sakinah

Bijaksana Saat Menolak Lamaran

24 Oktober 2018 17:12
Keluarga Sakinah

Hilangnya Kecemburuan Pertanda Matinya Kejantanan

22 Maret 2018 17:04
Keluarga Sakinah

Begini Pandangan Islam terhadap Cemburu

15 Maret 2018 16:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?