Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Keluarga Sakinah

Memberi Kelembutan dan Kasih Sayang pada Anak (3)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2015 21:53 9:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Agustus 2015 21:53
Bagikan
Bagikan

PERAWATAN anak-anak memiliki tempat yang layak di hati kaum muslimin pada masa silam. Perawatan terhadap anak-anak dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, karena ajaran Islam memuat unsur kebahagiaan, keselamatan, dan ketenangan yang dapat dirasakan oleh anak.

Perawatan anak-anak dalam Islam memiliki berbagai keistimewaan. Ada larangan dan peringatan, ada pendidikan dengan cara yang lembut, namun tetap memiliki tujuan. Mari kita lihat sejenak beberapa fenomena perawatan anak-anak dalam Islam, di dalamnya terkandung unsur pengawasan dan perhatian, memenuhi kebutuhan rasa aman dan tenang bagi anak.

Suatu hari Umar bin Khaththab melalui salah satu jalan di kota Madinah, ia mendapati anak-anak sedang memunguti buah kurma yang terdapat di halaman rumah. Ketika Umar melihat mereka, anak-anak itu berlari, kecuali satu orang anak yang tetap berdiri di tempatnya. Ketika Umar mendekat, anak itu segera berkata, “Wahai Amirul Mukminin, kurma ini dihembus angin.”

Umar berkata, “Perlihatkan kepadaku agar aku dapat mengamatinya. Jika benar jatuh ditiup angin, aku dapat mengetahuinya.” Umar memperhatikan buah kurma itu dan berkata, “Engkau berkata benar.”

Anak itu merasa girang dan berkata, “Apakah engkau melihat anak-anak yang berada di sana? Mereka sedang menunggu aku pergi sendirian, setelah itu mereka akan menghampiriku dan mengambil buah kurma milikku.” Umar tertawa dan menepuk bahu anak kecil itu sambil berkata, “Ikutlah bersamaku, aku akan mengantarkanmu ke rumahmu.” Umar memegang tangan anak itu dan berjalan di sampingnya hingga sampai ke rumahnya.

Baca Juga

Zakat dari Harta Haram, Apa Hukumnya?
Kedudukan Hukum Adik Ipar
 Bijaksana Saat Menolak Lamaran
Suami Merahasiakan Gajinya, Menurut Islam
Mengembalikan Indahnya ‘Kamar Tidur’

Melalui kisah ini, kita dapat mengetahui kecerdasan anak kecil tersebut. Ia tetap berdiri dan tidak lari, karena ia mengetahui dirinya tidak melakukan kesalahan. Apa yang ia ambil adalah sesuatu yang dibolehkan, karena buah kurma yang jatuh tertiup angin itu sedikit. Di samping itu kita juga dapat melihat perhatian Umar ra. terhadap tingkah laku anak tersebut agar kebenaran nyata baginya.

Umar tidak membiarkan peristiwa itu terjadi seperti apa yang dibayangkan teman-teman anak kecil itu. Umar berkata kepada anak kecil itu, “Perlihatkan kepadaku agar aku dapat mengamatinya, jika benar jatuh ditiup angin aku dapat mengetahuinya.” Tidak diragukan lagi, jika kenyataannya tidak seperti itu, tentulah anak kecil itu akan mendapatkan perlakukan yang lain. Sikap Umar yang lain adalah, ketika Umar mengetahui bahwa anak-anak itu akan mengambil kurma milik anak kecil itu, Umar memegang tangan anak kecil itu dan mengantarkannya hingga sampai ke rumah.

Perhatian terhadap anak-anak tidak hanya terbatas pada anak-anak kaum muslimin saja, bahkan toleransi ajaran Islam dan ketinggian syariatnya tidak membolehkan pembunuhan terhadap anak-anak kaum musyrikin jika anak-anak itu tidak ikut serta dalam peperangan melawan kaum muslimin. Jika mereka ikut serta, maka dibolehkan untuk membunuhnya.

Dalam sunnah terdapat teks yang memperlihatkan kepada kita hakikat kebenaran ini. Orang-orang yang menyebarkan isu peperangan dan penggunaan senjata dalam Islam akan mengetahui betapa toleransinya agama Islam dan betapa tingginya perhatian ajaran Islam terhadap perawatan orang-orang lemah dan anak-anak, serta mereka yang tidak ikut berperang melawan kaum muslimin.

Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “Janganlah kamu membunuh anak-anak kecil dalam peperangan.” Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah mereka adalah anak orang-orang musyrik?” Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam berkata, “Mengapakah kamu memilih anak-anak orang musyrik?” (HR. Ahmad).

Dari Anas ra., Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “Berangkatlah dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah, janganlah kamu membunuh orang tua renta, anak kecil, perempuan, dan janganlah kamu bersikap berlebihan. Kumpulkanlah hasil peperangan kamu dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (HR. Abu Daud).

Masih banyak hadits lain yang menyingkap karakteristik agama yang lurus ini, menyingkap kandungannya yang agung dan mulia, toleran dan memberi kemudahan, perhatian terhadap perawatan anak-anak sebagai batu pondasi sebuah bangunan keluarga yang Islami. Kita mesti memberikan rasa aman dan tenang kepada anak-anak kita, memenuhi segala kebutuhan mereka, namun bukan berarti tidak memperdulikan kesalahan yang dilakukan anak tanpa memberikan arahan dan nasehat, karena sikap sepele terhadap pendidikan anak hanya akan menyebabkan bahaya dan penyesalan di kemudian hari.*/Prof. Dr. Ahmad Umar Hasyim, mantan Rektor Universitas al-Azhar, dari buku Wahai Keluargaku Jadilah Mutiara yang Indah.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakkasih sayangkelembutan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memberi Kelembutan dan Kasih Sayang pada Anak (2)
Tulisan selanjutnya Baim Wong: Dengan Rutin Tilawah Al-Qur’an, Kita Akan Lebih Sabar Dan Tenang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Keluarga Sakinah

Batas Sederhana Berpakaian dan Berhias

17 Januari 2021 07:57
Keluarga Sakinah

Bijaksana Saat Menolak Lamaran

24 Oktober 2018 17:12
Keluarga Sakinah

Hilangnya Kecemburuan Pertanda Matinya Kejantanan

22 Maret 2018 17:04
Keluarga Sakinah

Begini Pandangan Islam terhadap Cemburu

15 Maret 2018 16:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?