Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

PM Malaysia Minta Dunia Internasional Pantau Etnis Rohingya Aman Kembali ke Negaranya

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Juni 2019 14:18 2:18 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Juni 2019 14:18
Bagikan
Setkab
Bagikan

Hidayatullah.com–Badan pengawas internasional harus memantau proses penugasan etnis Rohingya ke wilayah asalnya di Rakhine, Myanmar. Demikian pernyataan Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad  dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-34 ASEAN di Bangkok, Thailand, Ahad (23/6).

“Saya berbicara tentang Rohingya, termasuk rencana repatriasi (rencana pemulangan kembali) yang tidak memperhitungkan pandangan para migran atau pengungsi (Rohingya).

“Pendapat mereka harus diperhitungkan karena mereka takut untuk kembali ke Rakhine.

“Kami (warga Malaysia) berharap bahwa jika mereka (etnis Rohingya) kembali (ke negara asalnya), masyarakat internasional dapat terus memantau dan memastikan mereka tidak dikenai tindakan apa pun oleh Myanmar,” katanya pada konferensi pers mengakhiri kunjungan kerja empat harinya.

Ditanya apakah dia berbicara empat poin dengan pemimpin utama Myanmar, Aung San Suu Kyi, Dr Mahathir mengatakan:

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

“Dia duduk di sebelah saya, (jika mengikuti urutan), dia di sebelah saya. Makan di sebelah saya. Tapi yang membahas masalah Rakhine adalah Indonesia. Dia (Jokowi) hanya berbicara satu subjek. Saya mengatakan semuanya, seperati biasa, “katanya.

Baca: Qatar Bekerjasama dengan Malaysia Membantu Pengungsi Rohingya

Sebelumnya, hari Jumat (21/6)  Mahathir menjanjikan bakal membantu etnis Rohingya, mengulang seruan para pemimpin Asia Tenggara untuk bertindak dalam menghentikan penindasan terhadap kelompok minoritas tanpa kewarganegaraan yang terusir dari Myanmar. Tahun lalu, Mahathir mencela pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi, selama pertemuan ASEAN di Singapura, karena tindakannya mendukung tindakan keras militer terhadap Rohingya.

Kecaman langsung yang disampaikan kepada Suu Kyi menjadi hal yang tak biasa di ASEAN, di mana negara anggota biasanya menghindari konfrontasi.

“Mereka adalah pengungsi. Selama kami masih mampu, kami akan melakukannya untuk mereka,” ujar Mahathir kepada wartawan di sela-sela forum di Bangkok. “Kami berharap sesuatu dapat dilakukan untuk menghentikan penindasan terhadap Rohingya,” lanjutnya,

Baca: Malaysia Meningkatkan Usaha Bantu Etnis Rohingya 

Human Right Watch mengkritik ASEAN karena tidak memikirkan situasi Pengungsi untuk repatriasi, karena laporan tim penilai tidak menyertakan pendapat pengungsi yang enggan dikembalikan ke Myanmar karena takut diintimidasi lagi.

ASEAN berencana untuk membantu pemulangan Rohingya dan pengembangan negara Rakhine setelah Myanmar. Bangladesh juga setuju untuk mengirim mereka kembali. Namun, rencana itu macet pada November tahun lalu setelah gelombang pertama 2.000 Rohingya menolak meninggalkan Bangladesh.

Human Rights Watch, sebelumnya meminta para pemimpin Asia Tenggara untuk meninjau kembali pendekatan mereka terhadap krisis pengungsi Rohingya.

Isu Rohingya dibahas dalam berbagai agenda KTT ASEAN, termasuk sesi pleno para pemimpin negara hingga pertemuan bilateral.

Baca: HRW Mendesak Bangladesh Meningkatkan Kehidupan Pengungsi Rohingya 

Dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti pertemuan retreat KTT ASEAN ke-34 di Bangkok, Thailand. Jokowi kembali menyoroti isu etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

“Saya ingin bicara sebagai satu keluarga, berterus terang, untuk kebaikan kita semua,” kata Jokowi memulai pandangannya dalam pertemuan retreat KTT ASEAN ke-34 di The Athenee Hotel, Luxury Collection, Bangkok, Ahad(23/6/2019).

Jokowi mengingatkan bahwa pemimpin ASEAN telah memberikan mandat ke AHA Centre untuk melakukan Needs Assessment guna membantu Myanmar mempersiapkan repatriasi yang sukarela, aman, dan bermartabat.

Tahun 2017, lebih dari 700.000 Rohingya menyeberang ke Bangladesh pada setelah tindakan keras oleh militer Myanmar yang dipicu oleh konflik bersenjata melawan gerakan Arakan-Rohingya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ASEANKTT ASEANMahathir MohammadMalaysiamyanmarRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Yordania dan Maroko Tolak Rencana Perdamaian Palestina Versi Amerika
Tulisan selanjutnya Mencari Hikmah dan Kebenaran Sejati di Era Sains Modern

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?