Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

HRW Mendesak Bangladesh Meningkatkan Kehidupan Pengungsi Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Agustus 2018 20:35 8:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Agustus 2018 22:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Organisasi HAM Internasional mendesak Dhaka menghentikan rencana relokasi (pemindahan) pengungsi Rohingya ke Pulau-pulau berbahaya.

Organisasi Human Rights Watch (HRW) kemarin menyerukan kepada Bangladesh, yang menampung para pengungsi Rohingya di kamp pengungsi terbesar di dunia, untuk meningkatkan keadaan hidup mereka.

Mereka juga meminta Bangladesh untuk membatalkan rencana pemindahan para pengungsi ke sebuah pulau yang rentan dilanda banjir dan berbaya, kutip Asharq Al Awsat.

Organisasi kemanusiaan internasional ini juga menekankan pentingnya dukungan terhadap upaya-upaya Bangladesh dalam menerima para pengungsi, melalui penambahan jumlah bantuan untuk meningkatkan kondisi hidup para pengungsi Rohingya.

Sekitar satu juta jiwa Muslim Rohingya tinggal di bagian selatan dari Bangladesh, setelah 700 ribu dari mereka terpaksa pergi meninggalkan Myanmar menjelang pertengahan 2017.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mereka mengungsi karena kekerasan etnis yang dilakukan oleh militer Myanmar kepada para Muslim Rohingya dan mencabut kewarganegaraan mereka.  PBB menyebut situasi di Myanmar sebagai ‘contoh buku teks pembersihan etnis’.

  • Musim Muson Ancam Pengungsi Rohingya di Bangladesh .
  • Bangladesh Akan Pindahkan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil Rawan Banjir

Para pengungsi yang lari dari Myanmar ini diperkosa, dibunuh, disiksa, dan diusir dari desa-desa mereka. Ratusan desa bahkan telah dibumihanguskan dan diratakan dengan tanah.

Sebelumnya, Bangladesh dan Myanmar telah menandatangani perjanjian pemulangan para pengungsi Rohingya. Namun para pengungsi Rohingya menolak untuk kembali pulang tanpa jaminan atas keselamatan dan hak-hak mereka, yang meliputi kebebasan untuk berpindah dan hak kewarganegaraan. Sementara saat ini mereka menunggu di kamp pengungsi yang penuh sesak. Kamp itu merupakan gubuk bambu yang kumuh di atas bukit berlumpur dengan keadaan yang serba sulit, seperti yang dilaporkan AFP .

Bangladesh dan Myanmar telah menandatangani perjanjian repatriasi tapi Rohingya menolak untuk kembali tanpa jaminan keselamatan dan hak, termasuk kebebasan bergerak dan kewarganegaraan.

Sementara itu mereka menunggu di kamp-kamp sempit dengan pondok bambu tipis yang bertengger di bukit berlumpur.

“Apa artinya ini dengan orang-orang yang berkerumun sangat erat, terutama jika ini akan berlangsung lebih lama dan lebih lama lagi, apakah itu adalah inkubasi untuk penyakit menular, untuk disfungsi sosial misalnya kekerasan dalam rumah tangga, dan hal-hal seperti kebakaran,” kata Bill Frelick, Direktur Hak-hak Pengungsi HRW kepada mediadi Bangkok selama peluncuran laporan baru tentang kondisi di kamp-kamp pengungsi.

Ia mencontohkan di Cox Bazaar, ruang yang dapat digunakan untuk setiap orang  berukuran 10,7 meter persegi. Jauh lebih kecil dibandingkan dengan ruang seluas 45 meter persegi yang merupakan standar untuk setiap orang di kamp pengungsi, menurut laporan dari HRW, yang didasari wawancara dengan pengungsi Rohingya.

Frelick menambahkan, yang paling dibutuhkan adalah proses pemindahan para pengungsi, sambil menunjukkan bahaya yang ditimbulkan dari longsor saat musim hujan.

Namun kelompok HAM itu juga mendesak Bangladesh untuk membatalkan rencana memindahkan 100.000 Rohingya ke sebuah pulau di Teluk Benggala yang disebut Bhasan Char.

Para pengungsi juga telah mendengar kabar tentang rencana pemindahan mereka ke pulau tidak berpenghuni dan sering terancam oleh gelombang pasang dan banjir, dimana para pengungsi sama sekali tidak tertarik untuk pergi ke sana.

  • Banjir dan Longsor Terjang Camp Pengungsi Rohingya di Bangladesh
  • Sudah Mengungsi, Masih Diuji Banjir dan Tanah Longsor

Frelick mengatakan Bangladesh telah mendapatkan niat baik yang sangat besar dengan menerima Rohingya, tapi memindahkan mereka yang bertentangan dengan keinginan mereka dapat “mengubah rasa percaya dan rasa syukur dalam semalam”.

HRW mengatakan telah mengidentifikasi enam lokasi yang layak di sebuah subdistrik yang dapat menampung 263.000 orang.

Rekomendasi lain adalah memberikan Rohingya status pengungsi hukum, memungkinkan lebih banyak kebebasan bergerak, menciptakan akses yang lebih baik ke pendidikan dan membangun tempat perlindungan siklon.

HRW juga menyerukan kontribusi yang lebih besar dari pemerintah, lembaga, dan LSM donor untuk membantu memperbaiki kondisi di kamp pengungsi.

Dikatakan bahwa kebutuhan sebesar $136,6 juta untuk barang-barang tempat tinggal dan non-makanan hanya terpenuhi 14 persen pada bulan lalu.

Komisaris pengungsi Bangladesh, Abul Kalam, mengatakan kepada kelompok hak asasi manusia bahwa pihak berwenang bekerja untuk memindahkan puluhan ribu orang ke wilayah yang lebih baik. Namun Kalam mengatakan banyak yang enggan untuk pergi tanpa mengetahui kondisi tempat tersebut..*/Ja’far Auzan Muzakki

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BangladeshDhakaetnis RohingyaHRWHuman Rights Watchmyanmarpembersihan etnisPengungsi Rohingyarelokasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Capres, Majelis Syuro PKS Apresiasi Rekomendasi GNPF
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Larang Umat Muslim Shalat di Masjid Jami’ Al-Umari Selama 46 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?