Hidayatullah.com– Maling di Belanda berhasil membawa keju seberat 1.600 kilogram bernilai €21.000 dari sebuah peternakan sapi perah di Fijnaart di Noord Brabant, dalam serangkaian pencurian keju yang belakangan ini marak di Belanda.
Hampir semua keju yang ada dalam ruang penyimpanan peternakan itu diambil, kata peternak kepada RTL Nieuws seperti dilansir Dutch News Rabu (6/4/2022).
Akibatnya, pemilik kehilangan pendapatan sekitar enam bulan.
“Mulai sekarang kami membutuhkan pengamanan yang lebih baik untuk keju-keju kami,’ kata Theo Dekker, ketua organisasi petani Bond van Boerderij-Zuiverlbereiders, kepada penyiaran lokal Omroep Brabant.
“Ini bukan pencurian biasa, ini kejahatan terorganisir,” kata Dekker.
“Geng-geng ini tidak takut untuk menggunakan kekerasan. Mereka akan mengambil lalu pergi.”
Para pencuri biasanya mengunjungi toko peternakan beberapa hari sebelumnya untuk mengenali situasinya sehingga mereka tahu persis apa yang mereka ambil, kata Dekker.
“Kami mendapat laporan bahwa keju-keju tersebut berakhir di Rusia di mana tidak ada produk susu asal Belanda yang bisa dibeli disebabkan adanya sanksi ekonomi,” papar Dekker.
Keju-keju yang dicuri memiliki kode unik sehingga sangat kecil kemungkinannya akan dijual di Belanda.
Beberapa tahun silam petani keju di Belanda pernah mengalami serangkaian aksi pencurian. Sepertinya beberapa pekan terakhir ini hal tersebut terulang kembali.
Organisasi yang dipimpin Dekker juga mengawasi keju yang dijual toko online.
Tahun lalu, ada keju curian yang dijual di Marktplaats dan berhasil dilacak dalam 15 menit berkat kode unik tersebut.
“Namun, para pencuri keju tersebut amatiran. Sekarang ini petani keju menghadapi pencuri yang lebih besar,” kata Dekker.*