Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
NasionalNone

Rektor ITK Datangi MUI Balikpapan, Minta Maaf, Mengaku Tak Berniat Singgung SARA

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 12 Mei 2022 15:52 3:52 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 12 Mei 2022 15:47
Bagikan
Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Budi Santosa Purwakartiko (kiri) di Kantor MUI Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, meminta maaf. Didampingi Ketua MUI Balikpapan Habib Mahdar Abu Bakar Al Qadri (tengah) dan Sekretaris Umum MUI Balikpapan Muslih Umar, Rabu (11/05/2022).*
Bagikan

Hidayatullah.com– Buntut tulisannya yang menyinggung Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA), Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Budi Santosa Purwakartiko menyampaikan permintaan maaf.

Permintaan maaf itu disampaikan Budi saat mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan di Kalimantan Timur.

Hadir dalam pertemuan Budi dengan MUI itu antara lain Ketua MUI Balikpapan Habib Mahdar Abu Bakar Al Qadri, Sekretaris Umum MUI Balikpapan Muslih Umar, serta Wakil Bendahara MUI Balikpapan Mustain Hasan.

Budi diberikan kesempatan berbicara di depan pengurus MUI tersebut.

“Intinya dari sambutan beliau, pertama, silaturrahim. Kedua, permohonan maaf. Ketiga, penyesalan beliau (atas tulisannya tersebut),” ujar pengurus MUI Balikpapan Mustain kepada hidayatullah.com, Kamis (12/05/2022).

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Pada pertemuan itu, jelas Mustain, Budi juga mengaku bahwa ia tak ada niat menyinggung SARA lewat tulisannya yang mengundang kecaman tersebut.

Budi, tambahnya, juga mengaku melakukan introspeksi diri. “(Budi mengaku) tidak akan melakukan perbuatan itu lagi,” tambahnya.

Sementara Ketua MUI Balikpapan Habib Mahdar turut menyesalkan apa yang dilakukan Budi lewat unggahannya menyinggung SARA. Sebagai Rektor ITK yang berpendidikan tinggi, seharusnya Budi dapat membuat pernyataan yang tak menyinggung SARA.

“Semua kita selesaikan dengan baik. Hati-hati dalam mengatakan sesuatu. Dia sudah minta maaf, kita sebagai umat Islam memaafkan. Dengan syarat jangan mengulangi hal-hal ini yang membuat kekisruhan dalam bermasyarakat dan bernegara,” ujar Habib Mahdar dikutip media setempat Kaltimkita.com kemarin.

Baca juga: Rektor ITK Sebut Mahasiswi Berhijab Manusia Gurun, Ismail Fahmi: Rasis dan Xenophobic

Pertemuan pada Rabu (11/05/2022) itu juga dihadiri ormas Islam dari NU Balikpapan dan Muhammadiyah. Budi diwartakan enggan diwawancarai pasca pertemuan tersebut.

Setelah menerima kunjungan Rektor ITK itu, MUI Balikpapan pun dikunjungi oleh kelompok Muslim Bersatu Balikpapan. Menurut Abdul Rais selaku Koordinator Muslim Bersatu Balikpapan, kedatangan mereka untuk mengajak MUI bersama-sama turun aksi pada 13 Mei mendatang.

Menurut Rais, pada dasarnya MUI mendukung kegiatan 13 Mei tersebut. Aksi itu untuk menyuarakan perang terhadap Islamofobia.

“MUI kami minta untuk mendelegasikan sebagai peserta atau orator di aksi nanti,” sebutnya.

Sebelumnya, Rektor ITK Budi Santosa Purwokartiko mengunggah tulisan yang memuat ujaran rasis tentang manusia gurun itu di Facebook. Unggahan tersebut merupakan pendapatnya saat mewawancarai kandidat penerima beasiswa LPDP.

Dalam unggahannya Budi Santosa mengaku mewawancarai 12 mahasiswi LPDP yang semuanya tidak mengenakan hijab ala “manusia gurun”.

“Jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak ada satupun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar2 openmind. Mereka mencari Tuhan ke negara2 maju seperti Korea, Eropa barat dan US, bukan ke negara yang orang2nya pandai bercerita tanpa karya teknologi,” tulis Budi dalam unggahan yang saat ini sudah dihapus itu.* (SKR)

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Budi Santosa PurwokartikoITKMUI BalikpapanRektor ITKSARA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Suku Paser Balik, Suku Asli IKN Nusantara Sidang MK soal UU IKN, Suku Asli Ungkap Alasan Menolak: Tidak Pernah Diajak Komunikasi
Tulisan selanjutnya Korea Utara Konfirmasi Kasus Pertama Covid-19, Isyarat Minta Bantuan Internasional?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?