Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan

Ramadhan di Istanbul: Penabuh Genderang Siap Hidupkan Tradisi Kuno Bangunkan Sahur

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 4 April 2022 13:05 1:05 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 4 April 2022 13:00
Bagikan
Ramadhan Genderang sahur
Bagikan

Salah satu tradisi lama yang paling ditunggu selama bulan Ramadhan di Istanbul penabuh genderang siap hidupkan tradisi bangunkan sahur

Hidayatullah.com—Meskipun di era kecanggihan tekonogi seperti sekarang, masih ada beberapa tradisi yang tidak bisa tergantikan oleh teknologi. Selain di Indonesia, Turki juga memiliki tradisi membangunkan sahur selama Ramadhan.

Dengan berpakaian seperti pada era Utsmani (Ottoman), para penabuh genderang akan memulai tugasnya saat Ramadhan nanti untuk membantu umat Muslim yang berpuasa agar bangun tepat waktu untuk sahur sebelum berpuasa sepanjang hari.

Sebanyak 3300 penabuh genderang akan berkeliling di 963 area pemukiman yang dihuni oleh 15 juta penduduk Istanbul selama bulan Ramadhan.

Selama bulan suci ini, mereka akan menabuh genderang dan membacakan puisi pendek tentang Ramadhan sebelum terbitnya fajar untuk sahur, makanan yang dimakan oleh umat Muslim untuk menjalani puasa sepanjang hari dan mereka dilarang untuk makan dan minum hingga terbenamnya fajar.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman

Salami Aykut, kepala federasi para mukhtar yang bertanggung jawab terhadap para penabuh genderang, mengatakan bahwa mereka akan melakukan persiapan akhir sampai hari pertama di jalanan, mulai dini hari minggu depan. Mukhtar, adalah pejabat terpilih yang bertanggung jawab atas lingkungan tersebut, bertanggung jawab ataas pendaftaran penabuh genderang.

Ini memang bukan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh siapapun, tidak seperti dulu ketika mereka kurang diawasi. Para penabuh genderang saat ini dituntut untuk profesional dan harus dari kalangan penduduk di lingkungan mereka bekerja.

Menurut Aykut kepada Anadolu Agency (AA) pada kamis mengatakan bahwa mukhtar harus membuat persiapan untuk para penabuh gendang, mulai dari kostum hingga area kerja mereka.

“Biasanya, orang yang bekerja sebagai penabuh ‘resmi’ setiap tahun, dan ada yang melakukannya selama 30 tahun. Siapapun yang ingin bermain drum, harus mendaftar ke kantor mukhtar setempat dengan menunjukkan salinan kartu identitas meraka. Para penabuh yang terdaftar diberi tanda nama resmi,” jelasnya.

Aykut mengatakan bahwa siapa saja dapat memeriksa apakah drummer linkungan mereka ‘asli’ dengan melihat tag nama dan ID mereka, jika mereka meminta tip.

Tip adalah cara stu-stunya bagi para penabuh genderang yang tidak dibayar untuk mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya. “Ini adalah sesuatu yang mereka lakukan sebulan sekali. Tolong beri mereka tip,” katanya.

Penabuh genderang Ramadhan merupakan salah satu pekerjaan yang tidak terpengaruh dengan pandemi Covid-19. Bahkan saat jam malam pun, mereka diizinkan untuk bekerja dengan syarat mereka menjaga jarak sosial sambil meminta tip ketika mereka berkeliling di setiap rumah saat akhir Ramadhan selama Ramadhan Bayram (Idul Fitri).

Misalnya, Ali Bulur, yang telah menjadi penabuh di lingkungan Siyavuşpaşa di distrik Bahçelievler kota selama 45 tahun terakhir. Ia selalu merasa bersemangat setiap Ramadhan.

“Saya telah mempersiapkan puisi yang akan saya bacakan. Semuanya sudah siap,” jelasnya.

Sejak 10 tahun terakhir, Muharrem Bulur menemani ayahnya yang mengajarinya bermain. “Saya Bahagia Ramadhan sudah dekat. Orang-orang bertepuk tangan ketika melihat kami menabuh genderang,” ujarnya.*/Annisa Yapsa Azzahra

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Istanbulpenabuh genderangRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 7 Jet Pribadi Membawa Rombongan Oligarki Rusia Pindah ke ‘Israel’
Tulisan selanjutnya tes antigen syarat perjalanan domestik Jelang Mudik Lebaran, Satgas Terbitkan Aturan Baru Syarat Perjalanan Domestik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana

16 Maret 2026 05:00
BeritaInspirasi Ramadhan

Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran

15 Maret 2026 17:00
Ramadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 8 : Saat Hitungan Sebulan Ramadhan Jadi 120 Hari

15 Maret 2026 11:30
KajianRamadhan

Selain yang Iktikaf, Siapa Saja yang Berpeluang Mendapat Lailatul Qadar?

15 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?