Hidayatullah.com | KAMIS (23/04/2020) semalam atau Jumat waktu Hijriyah menjadi hari pertama Ramadhan 1441H/2020M. Tahun ini tidak seperti biasanya, umat Islam se-dunia menjalani ibadah Ramadhan di tengah suasana pandemi virus corona jenis baru.
Covid-19 membuat banyak perilaku kehidupan masyarakat berubah, termasuk pelaksanaan ibadah kaum Muslimin. Begitu pula dengan shalat tarawih yang biasanya rutin digelar di masjid-masjid bakda shalat isya.
Tahun ini, banyak seruan untuk tidak menggelar shalat tarawih berjamaah di masjid, sebagai upaya pembatasan sosial demi mencegah penyebaran Covid-19.
Namun demikian, pantauan hidayatullah.com pada Kamis malam, shalat tarawih berjamaah masih digelar di sejumlah masjid di wilayah Kalimulya, Kota Depok, Jawa Barat, misalnya.
Pada salah satu masjid, jamaah shalat tarawih 1 Ramadhan kali ini tampak berkurang drastis jika dibandingkan 1 Ramadhan tahun 1440H/2019M lalu. Jamaah yang hadir tak sampai separuh masjid tersebut.

Sementara di salah satu kompleks perumahan warga, shalat tarawih juga digelar berjamaah namun secara terbatas khusus warga kompleks. Itu pun diterapkan sejumlah upaya pencegahan Covid-19 seperti jaga jarak antara jamaah dan penyediaan hand sanitizer di dalam masjid.

Untuk diketahui, di kompleks ini telah dilakukan “lockdown” lokal akibat pandemi virus asal China itu. Setiap warga yang masuk kompleks diharuskan disemprot disinfektan. Di dekat gerbang pun disediakan sabun cuci tangan lengkap dengan keran air.

Tak jauh dari situ, ada yang unik pada sebuah kompleks kontrakan. Warga setempat yang sudah beberapa pekan ini tidak shalat berjamaah ke masjid terdekat, kali ini “memindahkan” tempat shalat berjamaahnya ke sebuah rumah kontrakan kosong.
Kontrakan satu kamar tidur itu “disulap” menjadi “mushalla darurat. Di sini lah warga setempat menggelar shalat tarawih pada Kamis (23/04/2020) dan shalat subuh (24/04/2020) secara terbatas khusus warga kompleks.
“Di tengah Covid-19, penghuni kontrakan menyulap kontrakan menjadi mushalla dadakan,” ujar Abu Afiq salah seorang warga semalam setelah shalat tarawih yang diimami tetangganya sendiri itu.

Kontrakan itu kosong setelah sebelumnya sang penghuni berpindah ke kontrakan sebelah baru-baru ini. Daripada menganggur, warga pun berinisiatif memanfaatkan kontrakan kecil itu sebagai tempat ibadah di masa pandemi ini.
Hal ini dinilai sebagai ekspresi semangat mereka menyambut Ramadhan. Ada yang menyumbang lampu, ada yang meminjamkan kipas anginnya untuk mushalla. Saat shalat, mereka juga membawa sajadah dari rumah masing-masing.
Suatu kesyukuran bagi mereka karena Pak Haji pemilik kontrakan mengizinkan mereka untuk menggunakan bangunan kopel tersebut untuk dijadikan mushalla darurat.* Foto dan teks: Muh. Abdus Syakur/hidayatullah.com