Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan di Mancanegara

Demi Mengejar Bola di Piala Dunia Mesut Ozil Tak Puasa Ramadhan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Juni 2014 11:55 11:55 am
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Juni 2014 09:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mengejar si kulit bundar yang menggelinding ke sana ke mari dan menggocek lawan di lapangan dengan disaksikan jutaan pasang mata orang di seluruh dunia rupanya dianggap lebih penting dibanding berpuasa di bulan Ramadhan, setidaknya oleh bintang sepakbola Mesut Ozil.

Ibadah puasa yang akan dimulai pada hari Ahad besok (28/6/2014) memang menjadi tantangan tersendiri bagi para pesepakbola Muslim yang sedang ikut turnamen Piala Dunia di Brazil. Pekan depan, ritual tahunan pencinta bola sepak itu memasuki tahapan yang lebih seru di mana tinggal tim dari 16 negara saja yang akan berebut masuk ke babak selanjutnya.

Ada banyak Muslim yang bermain di sejumlah tim, seperti Prancis, Jerman dan Aljazair. Tim Ayam Jago asal Eropa bahkan selama beberapa kali terakhir gelaran piala dunia selalu diperkuat dan dijayakan oleh pemain-pemain Muslim keturunan imigran asal Afrika.

“Saya sedang bekerja dan saya akan terus melanjutkannya. Jadi, saya tidak akan melakukan [puasa] Ramadhan,” kata Mesut Ozil pemain tengah kesebelasan Jerman. “Mustahil bagi saya untuk melakukannya (puasa) tahun ini,” imbuh pemain keturunan Turki-Jerman dan lahir di negeri Hitler 25 tahun silam itu.

Berbeda dengan Ozil, kebanyakan pemain Aljazair telah bertekad untuk tetap menjalankan puasa sementara mereka bertanding dalam ajang bergengsi dunia sepakbola itu.

Baca Juga

Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
Seluruh Sopir Taksi Dubai Diberi Uang Bonus Ramadhan

Menurut Hakim Chalabi, seorang dokter yang pernah menangani klub sepakbola Prancis Paris Saint-Germain dan menghadapi banyak pesepakbola yang berpuasa sehingga menjadi pakar di FIFA dalam masalah tersebut, bahaya yang mengancam pemain yang berpuasa saat bertanding disebabkan oleh dehidrasi.

“Itu waktu di mana resiko cedera meningkat, khususnya di bagian pinggang, persendian dan otot,” kata Chalabi dikutip France24 (27/6/2014). Cedera itu lebih disebabkan oleh dehidrasi ketimbang kurang makan, imbuhnya.

“Tingkat asupan gizi perlu diubah. Kualitas makanan juga harus dimodifikasi agar [tubuh] bisa beradaptasi dengan kegiatannya. Pemain harus cukup cairan. Selain itu, kami menyarankan mereka agar tidur siang lebih lama untuk memulihkan kembali apa yang hilang dari tubuhnya di saat tidur,” papar Chalabi.

Madjid Bougherra, seorang pemain veteran dan kapten skuad Aljazair sudah mengikuti saran yang dikemukakan oleh Chalabi itu selama beberapa tahun. Selain daripada itu, menurut Bougherra, semuanya tergantung ketahanan fisik pemain bersangkutan.

“Hal yang paling sulit adalah menjaga agar tidak kekurangan cairan. Tapi it’s okay, cuacanya sedang baik. Sebagian pemain menunda [puasa Ramadhan]. Secara pribadi, saya sendiri akan melihat keadaan fisik saya. Tetapi menurut saya, saya bisa melakukannya,” kata Bougherra.

Claude Leroy, pelatih negara Oman yang pernah menangani tim nasional Senegal dan Ghana di tingkat internasional, mengatakan bahwa sulit untuk benar-benar menghormati bulan Ramadhan selama gelaran Piala Dunia.

Sementara bekas bintang sepakbola Didier Deschamp yang kini menjadi pelatih kesebelasan Prancis, menyerahkan masalah itu kepada masing-masing pemainnya.

“Ini masalah yang sangat sensitif dan rentan. Bukan hak saya untuk mendikte,” ujarnya.

“Kami menghormati agama setiap orang. Hari ini bukan pertama kalinya kami menghadapi situasi semacam ini. Saya tidak khawatir dan setiap orang akan beradaptasi dengan situasi ini,” kata Deschamp yang ikut meloloskan Prancis sebagai juara Piala Dunia 1998 bersama beberapa pemain Muslim seperti Zinedine Zidane, bintang skuad Le Coq keturunan imigran Aljazair.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamdeen Sabahi Tolak Ajakan Boikot Pemilu Legislatif Mesir
Tulisan selanjutnya Mengatur Tugas, Menyamankan Beribadah Selama Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan di Mancanegara

70.000 Jamaah Berkumpul di Masjid Al-Aqsha untuk Shalat Jumat Terakhir di Bulan Ramadhan

9 Mei 2021 11:22
Ramadhan di Mancanegara

Hadapi Gelombong Kedua Covid-19, Mesir Melakukan Penguncian jelang Hari Raya Idul Fitri

6 Mei 2021 14:00
Ramadhan di Mancanegara

Usia 72 Tahun Tak Halangi Nenek Ini Khatam Al-Quran Meski Gunakan Kaca Pembesar

30 April 2021 10:59
Ramadhan di Mancanegara

Bek Leicester City Berterima Kasih pada Lawan Main setelah Diizinkannya Berbuka Puasa

28 April 2021 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?