Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan di Mancanegara

Petualang Ini Berpuasa 21 Jam Sambil Mendaki

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Juni 2016 06:31 6:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Juni 2016 15:20
Bagikan
Satu Cahaya Langit berpose di Taman Nasional Fulufjället.
Bagikan

Hidayatullah.com– Saya mahasiswa di KTH Royal Institute of Technology, Stockholm, jurusan computer science. Seperti kota dan negara Eropa lainnya, menjalani puasa di  ibukota Swedia ini punya tantangan sendiri soal waktu.

Tahun ini bulan Ramadhan masih jatuh pada musim panas, dimana lamanya berpuasa bisa mencapai 21 jam per hari. Imsak pukul 01.30 dan magrib baru masuk pada pukul 22.30 waktu setempat.

Tidak banyak yang dilakukan untuk mengatasi hal itu, kecuali menikmatinya saja. Seperti berjalan kaki ke masjid untuk ikut shalat Jumat, dimana semakin jauh berjalan, maka semakin banyak pahalanya.

Saya rasa, berpuasa 20-21 jam juga dapat dilihat seperti itu sisi baiknya, karena kita jadi bisa beribadah puasa lebih lama. Selain itu, Stockholm dan Swedia ketika musim panas adalah kota dan negara yang sangat indah. Jadi seringkali, sambil menikmati keindahannya, bisa lupa waktu.

Di samping itu, karena makanan terasa semakin enak ketika kita lapar, maka berpuasa puluhan jam ini juga membuat makanan semakin enak! Hehe….

Baca Juga

Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
Seluruh Sopir Taksi Dubai Diberi Uang Bonus Ramadhan

Ketiadaan makanan khas Ramadhan ala Indonesia, seperti kolak, awalnya membuat saya merasa khawatir. Akan tetapi ternyata makanan lain yang ada di sini juga terasa enak. Saya rasa ini filosofi yang bisa kita ambil, tak ada rotan, akar pun jadi.

Ada juga pengalaman berinteraksi dengan teman-teman non-Muslim di Stockholm. Biasanya mereka terheran-heran melihat kita mampu melakukan puasa 21 jam selama 30 hari.

Tanpa Dukungan, Tanpa Larangan

Di Stockholm maupun Swedia secara umum, tidak ada tradisi tertentu dalam menyambut Ramadhan. Karena bagi masyarakat umum Swedia, Ramadhan biasa saja, sama halnya bulan-bulan lainnya.

Terdapat kurang lebih 5-6 masjid di beberapa bagian kota ini. Rata-rata tiap masjid dapat menampung 200 orang. Dari tempat tinggal saya, tidaklah jauh untuk ke masjid, hanya harus naik kereta melewati 4-5 stasiun.

Saya kurang tahu pasti jumlah umat Muslim di sini, tapi bisa saya katakan lumayan banyak juga. Karena toko daging halal tersedia di beberapa daerah termasuk di kawasan masjid.

Dari sekitar 250 orang pelajar Indonesia yang berada di Swedia, sekitar 50 persennya adalah Muslim, termasuk saya.

Soal pelaksanaan ibadah Ramadhan, pemerintah Swedia tidak mendukung sekaligus tidak melarang. Secara resmi, pemerintah tidak mengakui bulan Ramadhan.

Tapi hampir semua orang Swedia mengetahui tentang bulan Ramadhan. Kemudahan seperti pulang kantor lebih cepat, tidak ada. Baik di kantor maupun kampus perkuliahan.

Adapun pemerintah Indonesia dalam hal ini KBRI, biasanya mengadakan buka puasa bersama dengan masyarakat Indonesia yang ada di Stockholm.

Jalan Kaki 16 Jam

Yang paling seru adalah cerita 2 tahun lalu, ketika saya juga berada di Stockholm untuk urusan pekerjaan, bukan kuliah. Hampir sebulan penuh saya berpuasa di sini.

Karena dua minggu pertama Ramadhan saya bisa menjalankan puasa 21 jam dengan lancar, di minggu ketiga saya naikkan tantangannya. Yaitu melakukan petualangan (traveling).

Taman Nasional Fulufjället di Swedia. [Foto: Tomas Utsi]
Taman Nasional Fulufjället di Swedia. [Foto: Tomas Utsi]
Saya menyebutnya petualangan, karena perjalanan kali ini lumayan berarti bagi saya; ke Kota Bergen, Norwegia. Di sana ada jalur pendakian yang jauhnya 18 kilometer di atas bukit.

Saya menelusuri jalur tersebut, yang disebut di peta sebagai jalur tersulit bagi turis. Selama 8 jam saya mendaki sendiri. Di dalam tas, saya sudah siapkan roti dan air mineral, berjaga-jaga kalau saya tidak kuat.

Alhamdulillah, atas izin dan bantuan Allah, saya kuat juga. Hingga turun dari bukit 8 jam kemudian, lalu berbuka puasa ketika maghrib. Pendakian ini memakan waktu seharian.

Tidak berhenti di situ. Pada minggu terakhir puasa, saya tingkatkan 1 level lagi tantangannya. Maklum, saya memang suka tantangan, hehe….

Kali ini saya bertualang ke Taman Nasional Fulufjället di Swedia tengah. Seperti di Bergen, saya juga berjalan kaki 8-9 jam selagi berpuasa. Demi menelusuri taman nasionalnya, termasuk melihat salah satu pohon tertua di dunia, Old Tjikko.

Kali ini, saya menghabiskan waktu dua hari berturut-turut. Alhamdulillah, tetap bisa menjalani puasa dan shalat lima waktu.

Banyak pelajaran dari petualangan saya tersebut. Di antaranya, jika menikmati dan mau berusaha, insya Allah, kita bisa melakukan apa yang awalnya kita kira sangat sukar. [Baca juga: Puasa 18 Jam di Musim Panas, Bibir Pecah-pecah sampai Berdarah]* Satu Cahaya Langit, seperti dituturkannya kepada Abidurrahman Sibghatullah, kontributor hidayatullah.com di mancanegara

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:musim panasNorwegiaOld Tjikkopetualanganpohon tertua di duniaRamadhan di Mancanegaraswediatantangan puasatoleransiWNI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Ujian Banyak yang Bocor, Pelajar Mesir Mendesak Menteri Pendidikan Mundur
Tulisan selanjutnya Pelunasan Tahap Kedua Jamaah Haji Dibuka 20 Juni

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan di Mancanegara

70.000 Jamaah Berkumpul di Masjid Al-Aqsha untuk Shalat Jumat Terakhir di Bulan Ramadhan

9 Mei 2021 11:22
Ramadhan di Mancanegara

Hadapi Gelombong Kedua Covid-19, Mesir Melakukan Penguncian jelang Hari Raya Idul Fitri

6 Mei 2021 14:00
Ramadhan di Mancanegara

Usia 72 Tahun Tak Halangi Nenek Ini Khatam Al-Quran Meski Gunakan Kaca Pembesar

30 April 2021 10:59
Ramadhan di Mancanegara

Bek Leicester City Berterima Kasih pada Lawan Main setelah Diizinkannya Berbuka Puasa

28 April 2021 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?