Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan di Mancanegara

Minoritas Muslim Lithuania: Sedikit Namun Menggigit

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Juni 2018 12:01 12:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juni 2018 15:00
Bagikan
Warga Muslim Lithuania shalat di Masjid Tatar Cultural Center Vilnius
Bagikan

Hidayatullah.com–Apa, Lithuania?  Negara apa dan di mana?  Sampai kinipun, barangkali, banyak orang Indonesia tak punya ide,  apa dan dimana negara Lithuania.

Pertanyaan yang lazim muncul adalah:  Di mana tuh?  Di Eropa ya? Di sebelah mana Rusia? Memang ada Muslim ya di sana? Bukannya itu negara komunis? Dan lain sebagainya.

Tak mengherankan. Lithuania nyaris tak masuk hitungan turis Indonesia yang melakukan Euro Trip. Biasanya favorit turis Indonesia adalah Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Jerman dan Swiss.  Petugas counter check in di bandara Soetta saja bingung ketika saya hendak terbang ke Vilnius dengan menggunakan Thai Airways via Bangkok dan Vienna.

“Wah jarang banget pak ada pax yang mau ke Vilnius,” ujar Mbak petugas dengan ringan-nya.

Berpergian di bulan Ramadhan ke teritori yang tak jelas apakah ada Muslim ataupun tidak-nya tentunya adalah tantangan tersendiri. Apalagi disana tengah memasuki awal summer (musim panas) ala northern hemisphere dimana siang lebih panjang dan malam lebih pendek.  Alias, Subuh lebih awal dan Maghrib lebih lambat.

Baca Juga

Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
Seluruh Sopir Taksi Dubai Diberi Uang Bonus Ramadhan

Namun alhamdulilah,  dalam tujuh hari berada di Lithuania,  ternyata penulis dapat menjumpai saudara-saudara Muslim dan menyambangi masjid serta Islamic Center di tiga tempat,  dua di sekitar Kota Vilnius dan satu di Kota Kaunas,  yang berjarak sekitar 103 km di barat Vilnius.

Baca: Rayakan Kemerdekaan Ke-100, Lithuania Pinjam Deklarasi Jerma

Segelintir Masjid

Lithuania, atau Lietuva (dalam bahasa lokal) memang mantan jajahan Uni Soviet dalam kurun waktu 1940 – 1990.   Sejarah negeri ini sendiri eksis jauh ke belakang,  yaitu berdiri sejak tahun 1253 dengan wujud sebagai Kingdom of Lithuania dan kemudian Grand Duchy of Lithuania. Beberapa kali mengalami perubahan wujud sampai akhirnya tahun 1918 Lithuania dengan format negara republik ditahbiskan.

Sayangnya,  kemerdekaannya hanya berumur 22 tahun,  karena pada tahun 1940 Uni Soviet mengokupasi Lithuania,  secara bergantian dengan NAZI Jerman,  sampai dengan tahun 1990.

Keruntuhan Uni Soviet di akhir tahun 1980-an menjadi berkah bagi Lithuania,  karena ia menjadi negara pertama yang memproklamirkan kemerdekaannya dari Uni Soviet di antara banyak negeri-negeri lain yang diokupasi Uni Soviet.

Mufti Romas Jakubauskas di Tatar Cultural Center/Tatar Cultural Center berlokasi di Kota Vilnius [Foto: Heru S]
Lithuania, yang secara akar etimologisnya bermakna ‘hujan’ (karena memang frekuensi hujan amat sering disana),  adalah salah satu negara bagian dari trio negara Baltic (karena berlokasi di tepian Laut Baltik) disamping, Latvia dan Estonia.  Secara geografis Lithuania berbagi batas negara dengan Polandia di Selatan, Belarus di Timur,  Latvia dan Laut Baltik di Utara,  serta Russia (daerah enclave Kaliningrad Oblast di barat daya.  Apabila dibandingkan dengan Indonesia,  luasnya hanya lebih kecil sedikit dari Sumatera Utara dan lebih besar sedikit dari Sulawesi Tengah.  Penduduknya-pun hanya 2.8 juta, alias hanya 1.07 persen saja dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 260 juta jiwa.Alias, hanya setara dengan jumlah penduduk Kota Jakarta Timur saja.

Apabila total penduduknya hanya 2.8 juta,  maka bisa dibayangkan bahwa jumlah penduduk Muslim-nya adalah, tentunya,  lebih kecil lagi.Dan memang demikian.Menurut Mufti Romas Jakubauskas, Mufti Lithuania, hanya ada sekitar 5000 muslim di Lithuania dan mayoritas adalah keturunan Tatar, biasa disebut sebagai Lithuanian Tatar.

Tatar adalah etnis yang berakar bahasa dari rumpun Turki dan umumnya berasal dari dua daerah, di Semenanjung Crimea (kini daerah sengketa antara Russia vs Ukraina) biasa disebut sebagai Crimean Tatar dan satu lagi adalah Volga Tatar, di daerah sekitar Volga-Ural, yang kini adalah bagian dari Republik Tatarstan (Rusia).

Baca: Terowongan Yahudi Era PD II Yang Digali dengan Sendok Ditemukan di Lithuania

Selain Lithuanian Tatar,  Muslim Lithuania berasal dari imigran asal Turki, Pakistan-India, Suriah, Afrika, dan Asia Tenggara (walau amat sedikit jumlahnya).

Hanya ada lima masjid di seluruh negeri, dua di sekitar Vilnius (daerah Nemezis dan Keturiasdesimtu Totoriu, satu di Raiziai (distrik Alytus- Kaunas), satu di Kota Kaunas, dan satu lagi adalah Islamic Center/ Tatar Cultural Center di Kota VILNIUS yang juga digunakan untuk shalat dan menjadi pusat ibadah Muslim antar bangsa di Kota Vilnius.

Walau jejak Muslim di Lithuania bisa ditelusuri sejak abad 15 Masehi, di era Grand Duke Vytautas, namun secara jumlah mereka stagnan. Belum lagi Lithuania mengalami ‘keterputusan’ dengan dunia luar di era okupasi Uni Soviet tahun 1940  sampai menjumpai kemerdekaan kembali tahun 1990. Hal mana berdampak juga ke komunitas Muslim-nya. Di Era Uni Soviet, banyak gereja Katolik dan juga beberapa masjid yang ditutup, dihancurkan, atau dialihfungsikan.

Islamic Cultural Center Vilnius

Pusat kegiatan Islam di Vilnius atau biasa disebut Tatar Cultural Center, menempati lantai tiga dan empat dari suatu bangunan biasa di Smolensko,g. 19 di Vilnius Selatan.  Ia cukup jauh dari pusat kota Vilnius,  namun cukup dekat dengan Airport Vilnius, berjarak kurang dari lima kilometer saja.   Ia bukanlah masjid dan tidak disebut sebagai masjid oleh pengelolanya,  namun tersedia ruang besar berkarpet di lantai empat yang memang digunakan untuk shalat sehari-hari.  Sementara itu, lantai tiga digunakan untuk tempat pertemuan, tempat makan dan, dapur.

Kendati menjadi Pusat Kebudayaan Muslim Tatar,  sejatinya tempat ini banyak di-support oleh pemerintah Turki.  Biaya pengelolaan masjid dan  penyediaan Imam bulan Ramadhan dilakukan oleh Kedubes Turki di Vilnius, disamping swadaya para jama’ah mancanegara.  Dua motor Islamic Center ini antara lain Brother Belek,  pria asal Kyrgistan yang bekerja di Turkish Airways, dan Brother Ibrahim,  pria yang bekerja di Kedubes Turki.*  (BERSAMBUNG) >>> PERTAMA | KEDUA | KETIGA

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
123Halaman selanjutnya
TAG:Grand Duchy of LithuaniaislamKingdom of LithuaniaLietuvaLithuaniaLithuanian Tatarminoritas MuslimMufti LithuaniaMufti Romas Jakubauskasmusim panasRamadhanSemenanjung CrimeasummerTatarTurkiUni Soviet
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hidup Susah ala Perumus Pancasila
Tulisan selanjutnya Wali Kota Madiun Larang ASN Pakai Mobil Dinas untuk Mudik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan di Mancanegara

70.000 Jamaah Berkumpul di Masjid Al-Aqsha untuk Shalat Jumat Terakhir di Bulan Ramadhan

9 Mei 2021 11:22
Ramadhan di Mancanegara

Hadapi Gelombong Kedua Covid-19, Mesir Melakukan Penguncian jelang Hari Raya Idul Fitri

6 Mei 2021 14:00
Ramadhan di Mancanegara

Usia 72 Tahun Tak Halangi Nenek Ini Khatam Al-Quran Meski Gunakan Kaca Pembesar

30 April 2021 10:59
Ramadhan di Mancanegara

Bek Leicester City Berterima Kasih pada Lawan Main setelah Diizinkannya Berbuka Puasa

28 April 2021 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?