Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan di Mancanegara

Tarawih di Sudan, Tiap Malam 1 Juz Qur’an

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 11 Juni 2018 20:11 8:11 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 12 Juni 2018 08:00
Bagikan
Susana khutbah Jumat di Masjid Raudhah, Khartoum, Sudan, Ramadhan 1439 H.
Bagikan

LAIN ladang lain belalang. Lain daerah, lain pula kebiasaannya. Di Indonesia, banyak tradisi khusus selama bulan Ramadhan yang tidak dijumpai di negara lain. Begitu pula di Khartoum, ibu kota Sudan, sejumlah tradisi menjadi khas negara Arab-Afrika tersebut.

Banyak tradisi maupun situasi yang dirasa sangat berkesan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang menjalani puasa di Sudan.

“Banyak sih (yang berkesan), mulai dari ‘begal ifthor’ di pinggir jalan, gubar (badai pasir ) pada saat mau buka puasa, hingga pada siang hari masjid sangat sesak oleh warga Sudan yang pingin ngadem dan tidur siang,” tutur Muhammad Irsyadul Ibad, WNI yang sudah lima tahun berada di Sudan, saat diwawancarai hidayatullah.com, baru-baru ini, Ramadhan 1439 H.

Baca: Ramadhan di Pakistan: ‘Kehebohan’ Menyambut Hujan

Irsyad, sapannya, menuturkan, durasi berpuasa di Sudan lebih lama daripada di Indonesia. Ini juga menjadi salah satu perbedaan dengan tanah airnya.

Durasi berpuasa di Sudan sekitar 14 – 15 jam, lebih lama beberapa jam dari durasi berpuasa di Indonesia.

Baca Juga

Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
Seluruh Sopir Taksi Dubai Diberi Uang Bonus Ramadhan

Selain harus membiasakan diri soal waktu, WNI di Sudan juga mesti beradaptasi dengan cita rasa kuliner setempat.

“Tentunya menu yang berbeda (ala Sudan),” imbuh bujang berusia 25 tahun ini.

Di samping itu, ada pula tradisi unik di tanah perantauannya tersebut.

“Adat orang Sudan, untuk kaum laki-laki harus buka puasa di luar rumah (di jalan, lapangan, atau di emperan toko-toko),” sebutnya.

Bicara soal tantangan berpuasa di Sudan, apalagi kalau bukan cuaca ekstrem yang panas. Ini ia akui sebagai tantangan utama, selain durasi berpuasa yang lebih lama dari Indonesia.

Pada musim panas, sebutnya, suhu di sana berkisar di angka 38° – 47°celsius.

Baca: Berlebaran di Sudan: Obat Penawar Rindu Nusantara

Dalam situasi seperti itu, bagaimana sikap kaum Muslimin Sudan dalam menyambut dan menjalani Ramadhan?

“Sikap umat Islam sangat antusias,” jawab mahasiswa International University of Africa di Khartoum ini.

Antusiasme itu, misalnya, terlihat dari berlomba-lombanya mereka mengajak orang lain berbuka puasa. Warga setempat ‘mengajak paksa’ warga lainnya untuk buka bersama (bukber) di tempatnya.

Baca: Inilah “Begal” Paling Dinanti di Sudan

Kebiasaan unik ini biasa dikenal dengan sebutan “begal ifthor”, dimana warga mencegat pengguna jalan untuk diajak berbuka puasa bersama mereka.

“Jadi orang lewat di jalan dicegat, dipaksa turun, harus merasakan (hidangan) bukaannya. Sampai pernah dulu terjadi perkelahian sampai berurusan ke polisi gara-gara berebutan orang (untuk diajak berbuka puasa),” tutur Irsyad.

Shalat tarawih malam ke-21 Ramadhan 1439 H di sebuah masjid di Khartoum, Sudan. [Foto: Irsyad/hidayatullah.com]
Antusiasme masyarakat Sudan mengisi Ramadhan juga terlihat dari sisi ibadahnya. Masjid-masjid tampak lebih ramai dibanding hari-hari biasa, terutama pada malam berlangsungnya shalat tarawih.

“Dan kebanyakan di masjid-masjid membaca 1 juz (al-Qur’an) per malam (saat tarawih),” imbuhnya.*

Baca: Puasa di Sudan: “Dimanjakan Begal”, Ditemani Badai Debu dan Suhu Panas

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrikabegalbegal ifthorberpuasa di luar negeribuka puasaKhartoumMahasiswa Indonesia di SudanRamadhan 1439 HRamadhan di MancanegaraRamadhan di Sudanshalat tarawihSudantarawihWNI di luar negeriWNI di Sudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jadi Tersangka Penipuan, Miliarder Perhiasan India Minta Suaka ke Inggris
Tulisan selanjutnya Mahasiswa Indonesia Raih Juara 1 Lomba Hafalan Matan di Al Azhar Kairo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan di Mancanegara

70.000 Jamaah Berkumpul di Masjid Al-Aqsha untuk Shalat Jumat Terakhir di Bulan Ramadhan

9 Mei 2021 11:22
Ramadhan di Mancanegara

Hadapi Gelombong Kedua Covid-19, Mesir Melakukan Penguncian jelang Hari Raya Idul Fitri

6 Mei 2021 14:00
Ramadhan di Mancanegara

Usia 72 Tahun Tak Halangi Nenek Ini Khatam Al-Quran Meski Gunakan Kaca Pembesar

30 April 2021 10:59
Ramadhan di Mancanegara

Bek Leicester City Berterima Kasih pada Lawan Main setelah Diizinkannya Berbuka Puasa

28 April 2021 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?