Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Syiar Ramadhan

Ramadhan, Bulan Melestarikan Seni Budaya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Agustus 2011 10:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Waktu setempat di Kairo sudah menunjukkan jam enam sore. Artinya waktu berbuka puasa hanya tersisa sekitar 45 menitan saja lagi. Jalan-jalan sediki demi sedikit sudah mulai sepi dari hiruk-pikuk lalu lintas.

Tranportasi angkutan umum juga sudah mulai susah ditemukan. Untuk bisa berbuka puasa dan shalat taraweh di Masjid Husein, akhirnya saya pun memutuskan untuk memilih jalur estafet angkutan umum agar sampai di Darosah.

Begitulah Mesir ketika menjelang buka puasa. Jalan-jalan yang biasanya selalu dipadati oleh mobil, tiba-tiba kosong dan sepi. Suasana jalan ketika buka puasa sudah seperti suasana di sepertiga malam. Sebagian manusia tertuju ke tempat-tempat maidah ar-rahman, sajian gratis berbuka puasa untuk umum. Sebagian yang lain berbuka puasa di rumah atau acara masing-masing.

Seperti biasa dari tahun ke tahun, halaman Masjid Husein selalu dipadati orang Mesir. Mereka berkumpul dengan keluarga dan kerabat-kerabatnya untuk berbuka puasa bersama. Kelompok-kelompok lesehan kecil memenuhi halaman Masjid Husein yang biasanya dipadati oleh turis.

Shalat Taraweh di Masjid Husein tidak seperti shalat Taraweh di Masjid Al-Azhar yang terletak berseberangan jalan. Masjid Husein memilih shalat Taraweh dengan delapan raka’at, seperti kebanyakan masjid lainnya di Mesir. Sedangkan Masjid Al-Azhar memilih shalat Taraweh dengan dua puluh raka’at. Selain cuman delapan raka’at, Masjid Husein ternyata juga tidak mengkhatamkan satu juz al-Qur’an ketika shalat Taraweh, melainkan sang imam hanya membaca beberapa ayat saja. Sehingga shalat Taraweh pun cepat selesai.

Baca Juga

Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
PM Malaysia Resmikan Program Ramadhan Saudi
Pemuda Madinatul Iman Tebar Guru Mengaji dan Parfum “GSM” di Balikpapan
Dua Remaja Suku Togutil Memeluk Islam karena Ingin Ikut Puasa Ramadhan

Usai shalat Taraweh di Masjid Husein, sesuai dengan rencana, saya lalu beranjak menuju Wikalah Al-Ghuri, salah satu monumen sejarah seni dan budaya yang terpenting di Mesir. Sudah menjadi kegiatan rutin setiap bulan Ramadhan, Wikalah Al-Ghuri menyuguhkan pertunjukan-pertunjukan seni yang dibuka untuk umum. Tahun ini, pertunjukan diadakan setiap hari Sabtu, Senin dan Rabu, dimulai dari jam 9 malam.

Wikalah Al-Ghuri adalah salah satu pusat kesenian dan budaya di Mesir yang berada di bawah Kementerian Kebudayaan Mesir. Peranan Wikalah Al-Ghuri dalam bidang kebudayaan dimulai pada tahun 1959.

Senin malam ini, di salah satu tempat pertunjukan yang saya datangi, Wikalah Al-Ghuri menyuguhkan penampilan Tanoura, tari sufi ala Mesir. Sementara tahun lalu, di tempat pertunjukan yang berbeda lagi, saya menyaksikan penampilan campuran seni musik Mesir Islam, Mesir Kristen Koptik dan nasyid Indonesia yang ditampilkan oleh grup nasyid Dai Nada.

Meski sedikit terlambat, alhamdulillah pertunjukan Tanoura baru-baru saja dimulai. Di atas panggung yang lumayan cukup luas, penari dan penabuh gendang berkolaborasi dengan serasi. Dari awal masuk panggung, sang penari terus memutar badangnya menebarkan pakaian rok panjang yang dikenakannya. Sementara itu pembaca syair, pemain musik dan penabuh rebana mengambil tempat di lantai dua.

Entah berapa kali banyaknya kelompok Tanoura yang tengah beraksi di atas panggung itu mendapatkan tepuk tangan penonton. Di dalam bangunan tua klasik yang tidak begitu luas itu, sekitar seratusan lebih penonton antusias menyaksikan pertunjukan. Bahkan tempat duduk yang disediakan panitia penyelenggara tidak mencukupi menampung penonton, sehingga yang terlambat datang hanya bisa menyaksikannya sambil berdiri. Selain orang-orang Mesir, turis-turis asing juga turut menikmati setiap putaran penari Tanoura.

Sekitar jam 10.30, akhirnya pertunjukan pun usai. Namun meski pertunjukan sudah selesai, penonton juga disuguhkan pameran kecil beberapa karya seni lukis dan atribut-atribut khas Mesir.

Ternyata Ramadhan di Mesir, selain bulan di mana para dermawan banyak yang mendermakan hartanya, juga merupakan bulan untuk melestarikan seni budaya klasik.*/ Sadzali, Mesir

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslimah Atlet Angkat Besi Sukses Perjuangkan Hak Tutup Aurat
Tulisan selanjutnya API Jabar Akan Terus Awasi Pornografi, Miras dan Rentenir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Syiar Ramadhan

Digimoz Gelar Pesantren Kilat Digital Ramadhan

25 April 2021 10:13
Syiar Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

22 April 2021 09:18
Syiar Ramadhan

Islamic Medical Servis dan Baznas DKI Jakarta Launching Program Hapus

20 April 2021 23:29
Syiar Ramadhan

Ketika Ulama “Mengintip” Layar TV

20 April 2021 09:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?