Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Syiar Ramadhan

“Kalau Bukan Karena Iman, Kami Sudah Menyerah”

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 31 Juli 2012 10:17
Bagikan
“Muslim Rusia tidak ada yang minum khamr meski dalam cuaca ekstrim.”
Bagikan

JIKA Anda tinggal di Jakarta, mungkin Anda tidak mengalami kesulitan menjalankan ibadah puasa. Namun bagaimana dengan saudara-saudara kita di Rusia? Tentu, situasi dan kondisinya sangat berbeda. Inilah yang dialami Kusen, warga negara Indonesia yang kini berada di Rusia.

“Kami puasa hampir 24 jam dalam cuaca 40 derajat celcius,” tandasnya kepada hidayatullah.com, Ahad (29/07/2012).

Ia mengatakan ibadah di Rusia memang begitu panjangnya. Mereka harus bertahan dalam durasi selama itu untuk membuktikan diri sebagai seorang mukmin. Terlebih, kini Rusia memasuki musim panas. Di sinilah faktor iman menjadi jawaban.

“Di Rusia kami Maghrib pukul 22.15 dan Subuh pukul 2.55. Kalau bukan karena iman, kami sudah menyerah,” tegasnya.

Kusen menceritakan pengalaman uniknya selama menjalankan ibadah puasa. Ia menyatakan banyak pelajar lainnya menyerah dalam suhu panas di Rusia. Namun, tidak baginya. Ia mengaku tidak pernah tertinggal untuk menjalankan ibadah puasa lengkap dengan shalat tarawih, meski jarak antara berbuka dan sahur sangat singkat.

Baca Juga

Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
PM Malaysia Resmikan Program Ramadhan Saudi
Pemuda Madinatul Iman Tebar Guru Mengaji dan Parfum “GSM” di Balikpapan
Dua Remaja Suku Togutil Memeluk Islam karena Ingin Ikut Puasa Ramadhan

“Jam 11 kami tarawih, jam 12 selesai, jam 2 kami puasa lagi,” beber pria asal Blora ini.
Kusen betul-betul menyanjung semangat muslim Rusia mengarungi ibadah di bulan suci Ramadhan. Meski harus berpuasa lebih lama dari negara lainnya, suasana berpuasa Muslim Rusia berjalan lancar. Mereka tidak mendapatkan halangan berarti karena iman betul-betul menjadi perisai seorang Muslim dalam memenuhi perintah Allah.

“Alhamdulillah tidak ada masalah. Muslim Rusia tidak mati meski harus menjalani puasa 20 jam,” ujarnya  yang juga menjadi pengajar di STAI Publisistik Thawalib Jakarta ini.

Kusen datang ke Rusia pada tahun 2009. Kala itu, pengumuman mengabarkan dirinya diterima sebagai Mahasiswa Doktor pada Program Filsafat di Belgorad State University. Seperti diketahui, Belgorad adalah sebuah kota di Rusia dengan populasi muslim sebanyak 400 jiwa.

“Dari Moskow sekitar 11 jam, tapi ke Ukraina hanya 1 jam,” jelasnya yang meluruskan bahwa Beograd dan Belgorad adalah dua kota berbeda.

Alkohol di Rusia

Kusen sebelumnya tergelitik dengan pendapat salah seorang tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) yang mengatakan khamr (alkohol) bisa jadi halal di Rusia akibat cuaca yang begitu dingin.

Karena Kusen mengaku, saat itu ia tidak bisa membantah karena belum pernah pergi ke Rusia. Namun fakta berbeda ia dapati justru ketika menginjakkan kaki di negeri beruang merah tersebut.

“Muslim Rusia tidak ada yang minum khamr meski dalam cuaca ekstrim,” jelasnya.
Kusen sendiri bukan tidak mudah hidup dalam suhu cuaca yang sangat dingin. Ia mengatakan suhu di Rusia pernah mencapai titik ekstrim minus 30 derajat celcius.

“Saya cukup minum air putih dan teh hangat,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dik Doank akan Meriahkan Program Acara Waqaf Sejuta Al Quran
Tulisan selanjutnya Hidayatullah Desak Pemerintah Aktif Bantu Muslim Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Artikel
21 Juli 2026 07:00
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Syiar Ramadhan

Digimoz Gelar Pesantren Kilat Digital Ramadhan

25 April 2021 10:13
Syiar Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

22 April 2021 09:18
Syiar Ramadhan

Islamic Medical Servis dan Baznas DKI Jakarta Launching Program Hapus

20 April 2021 23:29
Syiar Ramadhan

Ketika Ulama “Mengintip” Layar TV

20 April 2021 09:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?