Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Syiar Ramadhan

Uang Seperti Air Laut, Galau Disembuhkan Puasa

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 16 Juli 2013 09:32 9:32 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 16 Juli 2013 09:32
Bagikan
Ustadz Akib Junaid: Pahamilah subtansi puasa!
Bagikan

Hidayatullah.com– Salah satu tren manusia masa kini adalah galau. Kegalauan terjadi karena masalah. Masalah orang pada umumnya adalah uang. Nafsu memiliki uang ibarat meminum air laut, semakin diminum semakin haus. Maka puasalah agar tak “kehausan” uang.

Demikian intisari ceramah Tarawih yang disampaikan Anggota Dewan Syuro Hidayatullah Ustadz Akib Junaid di Masjid Baitul Karim, Polonia, Jakarta Timur, 7 Ramadhan 1434 H, Senin (15/7/2013).

Menurut Ustadz Akib, masalah merupakan jarak antara kenyataan dan keinginan seseorang. Semakin jauh jarak tersebut, akan semakin galaulah orangnya. Jika seseorang mampu memperpendek jarak itu, niscaya kegalauan yang dialami berangsung kurang.

Saat ini, menurutnya, uang sebagai permasalahan kebanyakan orang telah mengakibatkan kegalauan yang bermacam-macam. Timbullah anggapan, bahwa uang adalah, dan segalanya butuh uang. Berbagai cara pun orang lakukan untuk mendapatkannya.

Kisah 3 Kegalauan

Baca Juga

Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
PM Malaysia Resmikan Program Ramadhan Saudi
Pemuda Madinatul Iman Tebar Guru Mengaji dan Parfum “GSM” di Balikpapan
Dua Remaja Suku Togutil Memeluk Islam karena Ingin Ikut Puasa Ramadhan

Penceramah mencontohkan kisah tiga orang yang punya kegalauan berbeda terkait uang. Alkisah, ada seorang pengemis yang galau, kelaparan. Sejak pagi hingga jelang siang mengemis belum dapat uang, walau sekedar pembeli makanan.

Pergilah pengemis itu meminta-minta di depan sebuah kantor perusahaan. Di situ, dia berharap dapat uang minimal Rp 10 ribu guna membeli makanan. Tahu-tahu datang seorang karyawan perusahaan itu. Karyawan ini menginfaq-kan uang senilai Rp 50 ribu. Senang bukan si pengemis menerimanya.

Tapi, lanjut Akib, karyawan tersebut sedang galau juga. Dia punya hajatan acara anaknya dengan anggaran sebesar Rp 100 juta.  Uangnya baru Rp 75 juta, kurang Rp 25 juta. Karena kondisi mepet, dia pun tidak tenang, mondar-mandir di kantor.

Melihat gelagat aneh anak buahnya, direktur perusahaan tersebut memanggilnya karyawan itu. Diseledikilah permasalahan yang menimpanya. Karyawan ini menceritakan kegalauannya.

Mengetahui itu, dengan enteng sang direktur memberikan segepok uang sesuai kebutuhan karyawannya sebagai pinjaman. Mendapatkan uang segar, karyawan itu senang bukan main.

Tapi, lanjut Akib, kali ini giliran sang direktur yang galau. Saat itu dia hendak membeli saham sebuah perusahaan seharga Rp 1 triliun. Dia baru punya uang Rp 500 miliar, masih kurang kurang Rp 500 miliar lagi. Pusinglah dia. Hingga kisah ini berakhir, sang direktur pun mendapatkan uang tersebut.

Hikmah kisah ini, siapa sebenarnya yang paling bahagia dari ketiga orang tersebut? Yang paling bahagia, kata Akib di depan para jamaah, jelas si pengemis. Karena yang dibutuhkan saat itu hanya Rp 10 ribu, tapi dia dapat Rp 50 ribu. Berbeda dengan karyawan dan direkturnya, mereka mendapatkan hanya sesuai kebutuhan.

Seperti Air Laut

Hikmah lainnya dari kisah di atas, menurut Akib, bahwa uang bukanlah standar ukuran kebahagiaan seseorang. Kalau seseorang tidak mampu mengatur nafsu keuangannya dengan baik, itu ibarat meminum air laut. Makin diminum makin haus.

“Inilah salah satu subtansi puasa, bagaimana seseorang mampu mengendalikan hawa nafsunya. Sehingga orang beriman akan mampu mengendalikan nafsu, tidak mungkin dia stres, tidak mungkin dia galau,” jelas Akib.

Kehancuran negeri ini, menurutnya, karena para pemimpin tidak mampu mengendalikan nafsunya. Kalau saja ibadah puasa dilaksanakan dengan benar oleh para pemimpin, niscaya akan sejahtera Indonesia.

“Tapi kita nggak usah bermimpi jauh-jauh. Sudahkah kita instropeksi diri. Jangan-jangan kita hanya terjebak dengan ritual puasa tanpa memahami subtansinya,” tandas dai yang telah malang melintang berdakwah di Nusantara ini.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:GalauNafsuPengemisPuasaRamadhanUang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bekas Pemimpin Fatah Skenariokan Adudomba Gaza-Mesir
Tulisan selanjutnya Kuatkan Iman dan “Ceraikanlah” Nafsumu!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Syiar Ramadhan

Digimoz Gelar Pesantren Kilat Digital Ramadhan

25 April 2021 10:13
Syiar Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

22 April 2021 09:18
Syiar Ramadhan

Islamic Medical Servis dan Baznas DKI Jakarta Launching Program Hapus

20 April 2021 23:29
Syiar Ramadhan

Ketika Ulama “Mengintip” Layar TV

20 April 2021 09:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?