“SIAPA ini Pizaro?” Pertanyaan itu dilontarkan Abdullah, bukan nama sebenarnya, kepada seorang jurnalis. Dia sedang mencari tahu tentang Pizaro, seseorang yang disebut-sebut gemar memecah-belah umat. Abdullah, salah seorang kader sebuah Ormas Islam yang berpusat di Jakarta, mendapat informasi dan perintah itu dari seorang penganut Syiah, sebut saja namanya Ahmad.
“Pizaro tuh dihabisin ajalah!” perintah Ahmad kepada Abdullah.
Siapa dan mengapa dengan pria yang hendak dihabisi nyawanya itu? Adalah Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, yang baru saja menulis buku tentang Syiah. Melalui berbagai tulisan dan kegiatannya, pria asli Minang kelahiran Jakarta, 31 Agustus 1985 ini kerap mengungkap masalah Syiah.
Menjadi aktivis dakwah Islam memang bukan pilihan yang ringan. Dampak baik dan buruk harus selalu siap dihadapi. Pizaro, panggilannya, paham benar akan hal ini. Teror demi teror pun bukan barang baru.
Beberapa waktu lalu pria yang menulis sebuah buku berjudul “Zionis & Syiah Bersatu Hantam Islam” mengungkapkan hubungan Zionis-Syiah. Sejak terbitnya buku itu pada Juli 2013, Pizaro mengaku kerap mendapat teror.
“Iya, sering (teror) itu. Apalagi setelah saya bikin buku ini ya. Banyak saya dicari orang Syiah,” ungkapnya saat berbagi cerita dengan hidayatullah.com di Polonia, Jakarta Timur, Kamis, 24 Oktober lalu.
Beruntung bagi Pizaro, orang Syiah yang hendak menghabisinya sekitar dua bulan lalu itu tampaknya tidak berbuat lebih jauh. Pasalnya, Abdullah segera tahu siapa pria yang dicari itu sebenarnya.
“Pizaro itu wartawan, dia tuh orang (Jurnalis Islam Bersatu) JITU, di belakangnya tuh FIPS. Di FIPS itu (ada) Ustadz Farid (Okbah), Ustadz Bachtiar Natsir, Ustadz Adian,” terang AD, inisial jurnalis yang ditanya Abdullah di atas, seperti ditirukan Pizaro.
Mengetahui Pizaro didukung FIPS (Forum Indonesia Peduli Syam) dan sejumlah tokoh anti Syiah di atas, Abdullah hingga kini tidak menindaklanjuti perintah sekaligus ancaman Ahmad untuk Pizaro.
Meski merasa dirinya kerap ‘diteror’ Pizaro semakin hari semakin gencar mengkampanyekan bahaya Syiah, apalagi dengan lahirnya buku “Zionis & Syiah Bersatu Hantam Islam”. Berbagai acara bedah buku tersebut digelar di banyak daerah. Menariknya, kalangan Syiah tidak tinggal diam atas kehadiran bukunya.
“Kalau lagi bedah buku, selalu datang orang Syiah itu. Datang dalam skala besar. Di Bandung (didatangi rombongan) satu bis, sekitar 1 bulan lalu,” tutur wartawan Islampos.com ini.
Bahkan orang-orang Syiah itu, lanjutnya, terang-terangan mengaku dari Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI). Satu hari sebelum acara, mereka sudah menelepon panitia bedah buku.
“Kami dari IJABI berencana akan datang bedah buku besok,” ujar Pizaro menirukan konfirmasi IJABI.
“Cuma panitianya ini agak tegas juga, bagus juga. Dia bilang, ‘Silahkan Anda (IJABI. Red) datang, kami tidak akan menghalangi. Tapi jangan bikin keributan.” Akhirnya mereka datang nggak berani bersuara,” sambung Pizaro sembari menirukan pernyataan panitia bedah buku yang saat itu diorganisasi oleh Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI).*/Bersambung