Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Gerhana Matahari Total yang Berbeda Total

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Maret 2016 07:58 7:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Maret 2016 07:58
Bagikan
Bagikan

TERINGAT 32 tahun lalu, tepatnya 11 Juni 1983 saat terjadi gerhana matahari total. Semua anak anak kecil di kampung, diperintahkan untuk sembunyi di bawah kolong meja yang ditutup sekelilingnya dengan kain.

Sebagai anak kecil, mendengar gerhana matahari total saat itu ada rasa takut karena informasi yang beredar saat itu memang menakut nakuti, seperti kalau melihat bisa buta, jika keluar rumah bisa mendapatkan celaka karena siang hari akan gelap.

Sisi lain juga ada unsur kegembiraannya, karena orang tua menyiapkan berbagai macam kue atau makanan agar betah sembunyi di bawah kolong meja. Sehingga tidak ada keinginan untuk keluar dari kolong meja, antara rasa takut dan senang.

Para orang tua dan orang dewasa tidak ikut sembunyi tapi bersiap siap menabuh lesung (alat melembutkan padi) atau apa saja. Tujuannya agar gerhana cepat berlalu, ini tentu murni adat yg sekedar berdasarkan mitos, bukan ilmu.

Ternyata pengalaman tersebut ternyata juga dialami oleh teman teman seusia, meskipun beda kampung, lain provinsi dan beda suku. Artinya memang pemahaman masyarakat Indonesia saat itu relatif sama.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Media informasi saat itu baru ada TVRI dan radio RRI. Untuk TVRI masih hitam putih dan yang memiliki satu kampung hanya satu orang, itupun sangat tergantung accu sebagai energinya. Sehingga tidak ada yang menontong live, on line atau siaran langsung.

Gerhana Total yang Berbeda Total

Sikap masyarakat saat menghadapi gerhana matahari total 9 Maret 2016, berbeda total dengan masyarakat dulu. Sejak beberapa tahun lalu para ahli astronomi sudah memprediksikan hari, tanggal, jam, menit, detik dan di kota mana saja bisa melihat gerhana matahari.

Gerhana matahari bukan lagi sesuatu yang menakutkan bahkan ditunggu untuk ditonton, menjadi hiburan, ajang bisnis, media penelitian para ilmuwan astronomi manca negara.

Anak anak tidak lagi disiapkan kue atau makanan untuk sembunyi di bawah kolong meja. Tapi kaca mata hitam atau teleskop sederhana untuk nobar (nonton bareng) di berbagai tempat dengan melihat langsung proses terjadinya gerhana matahari, ada yang bersiap lihat siaran live dari berbagai stasiun televisi.

Menyikapi Gerhana dengan Keimanan

Gerhana matahari total seharusnya umat Islam bersikap total sebagaimana Allah dan Rasulullah tuntunkan dengan total mendekatkan diri kepada Allah. Gerhana bukan peristiwa alam yang biasa juga bukan pertanda suatu peristiwa tertentu.

Maka Rasulullah menganjurkan untuk shalat gerhana matahari. Semua ulama sepakat menghukumi sunnah muakkad artinya sunnah yang dikuatkan atau hampir wajib. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

”Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan) , maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.”

Kemudian juga disunnâhkan berdoa, banyak berdzikir dan bersedekah. sebagaimana Hadist dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”

Dengan melaksanakan amalan amalan di atas maka bisa terlepas dari dua kemungkinan ekstrem. Pertama tidak terjebak dalam kesyirikan yang dialami oleh orang orang yang tidak mengerti agama. Kedua terhindar dari sikap melepaskan diri dari kekuasaan Allah yang menganggap gerhana matahari sebagai peristiwa alam biasa. Sehingga gerhana sekedar menjadi tontonan, hiburan dan candaan. Na’udzubillah

Mari menyikapi gerhana matahari ini dengan keimanan dengan mendekat kepada Allah sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah melalui sunnahnya.*

Abdul Ghofar Hadi |Gunung Tembak

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin Senior ISIS Umar Al-Shishani Dikabarkan Tewas dalam Serangan Udara
Tulisan selanjutnya Iran Kembali Luncurkan Rudal Balistik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Yahudi Haredi Wajib Militer
Berita

Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Berita
20 Oktober 2026 13:10
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Terbaru

  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?