Oleh: Mohammad Ayesh
KETIKA negara-negara Barat mengancam akan menyerang Suriah, terdapat laporan-laporan yang bertentangan mengenai lokasi keberadaan Bashar al-Assad dan keluarganya saat ini, tulis harian Al-Quds Al-Arabi.
Amade News, sebuah situs oposisi Iran, melaporkan bahwa presiden Suriah dan keluarganya akan segera dievakuasi ke Teheran, mengutip sumber di dalam Garda Revolusi.
Langkah evakuasi itu terjadi karena “kepanikan dan ketakutan diantara pemimpin Garda Revolusi serta keluarga mereka di Suriah”, Amade melaporkan.
Namun kantor berita Rusia, Ria Novosti, telah menyangkal laporan itu, dan mengatakan bahwa Assad dan keluarganya masih berada di Suriah.
Al-Quds Al-Arabi juga mencatat laporan media Israel yang mengatakan bahwa Bashar al Assad meninggalkan istana negaranya dekat Damaskus dengan sebuah konvoi militer Rusia.
Baca: Pemimpin Dunia Beri Sinyal Dukungan Serang Rezim Bashar
Moskow akan ‘merespon dengan tegas’ jika ada warga Rusia yang terkena serangan AS.
Moskow akan “menanggapi dengan tegas” setiap serangan AS pada Suriah yang menyebabkan korban Rusia, dubes Rusia untuk Aljazair mengatakan kepada Echorouk El-Yawmi, harian Aljazair, dalam wawancaranya pada minggu ini.
Igor Belyayev juga mengatakan dia tidak bisa mengesampingkan “konfrontasi militer” antara Rusia dan AS karena perkembangan saat ini di Suriah.
Hubungan antara Rusia dan Aljazair kuat, katanya, sementara juga mengetahui hubungan perdagangan yang lemah antara kedua negara yang ia katakan, sebagian, dengan kepentingan tumpang tindih mereka dalam masalah minyak dan gas.
Dubes itu mengatakan bahwa Rusia, meskipun begitu, menyediakan militer Aljazair persenjataan dengan kualitas tinggi.
Baca: Kapal Perang Rusia Meninggalkan Pelabuhan Tartus-Suriah
Dia kemudian mengecam pendekatan Barat pada negara-negara Arab yang mengalami pemberontakan “Arab Spring“, mengatakan hal itu telah menyebabkan kehancuran dan tumbangnya pemerintahan di Yaman, Suriah dan Libya.
Kemarahan di India
Anwar Gargash, Menlu kontroversial Uni Emirat Arab, telah membuat marah dubes Palestina dengan komentar-komentarnya mengenai visi Emirat untuk “solusi di Palestina”, menurut situs berita Arabi21.
Narasumber Arabi21 tidak menguraikan apa yang Gargash katakan dalam pidatonya di India bulan lalu, namun melaporkan bahwa dubes Palestina untuk India – yang tidak diundang pada acara di mana Gargash membuat komentarnya – sangat marah.
Gargash saat itu berbicara sebagai bagian dari diskusi panel yang diselenggarakan oleh Indian Observer Research Foundation (ORF). *
Wartawan Arab yang tinggal di London. Artikel dimuat di laman middleeasteye