Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Menjadi Muslim Berarti Anda Tidak Aman dari China

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 26 Juni 2020 10:20 10:20 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 26 Juni 2020 10:20
Bagikan
Bagikan

Oleh: Nury Turkel

 

Hidayatullah.com | BAGI kebanyakan orang, bepergian ke luar negeri dapat menghasilkan peluang yang menarik dan mengenal budaya baru. Bagi Muslim dari China, bepergian ke luar negeri dapat membahayakan teman dan keluarga di rumah. Pada Desember 2015, Abdulhaliq Aziz, seorang pemuda Muslim dari kota kuno Kashgar, pergi ke Kairo untuk belajar di Universitas Al-Azhar.

Tidak lama setelah itu, pihak berwenang China membalasnya dengan menangkap orang tua Aziz. Beberapa tahun setelah Ablikim Yusuf, seorang Muslim Uighur, pergi ke Pakistan untuk bekerja, dia menerima sebuah pesan WeChat: saudara laki-lakinya berada di kamp pendidikan ulang. Musim panas lalu, pihak berwenang Qatar hampir mendeportasi Yusuf ke China saat ia transit melalui bandara Doha; hanya kemarahan publik dan diplomasi AS yang memungkinkannya dapat menetap di Virginia.

Setidaknya Aziz dan Yusuf bebas. Jutaan Muslim di China tidak seberuntung mereka.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Sejak 2017, pemerintah China telah menahan sekitar 1,8 juta orang Uighur, Kazakh, dan kelompok etnis Muslim lainnya di kamp konsentrasi di sepanjang wilayah barat laut Xinjiang. Dokumen pemerintah yang bocor menunjukkan bahwa banyak dari individu ini menjadi target penahanan karena praktik keagamaan mereka, seperti menumbuhkan janggut atau menggenakan kerudung, bukan karena mereka memiliki resiko keamanan.

Sebagai dari kampanye Sinifikasi, hampir setengah juta anak-anak Muslim telah dipisahkan dari keluarga mereka dan ditempatkan di sekolah berasrama, di mana mereka diajarkan untuk mematuhi partai dan menolak Islam.

Penindasan pemerintah China atas populasi Muslimnya ini unik karena bukan hanya skala dan kekejamannya, namun juga karena panjangnya upaya negara komunis itu dalam mengejar Muslim di luar perbatasannya. Pemerintah komunis telah mengajukan permintaan ekstradisi ke Turki, Kazakhstan, Uzbekistan, Malaysia, dan negara lainnya untuk Muslim yang menyelamatkan diri dari China.

Pada tahun 2017, pihak berwenang Mesir menangkap puluhan pelajar Uighur dan mendeportasi mereka ke China. Ketika tidak dapat menangkap individu yang menyelamatkan diri keluar negeri, mereka seringkali menangkapi keluarga mereka yang masih tinggal di China.

Dalam tindakan yang sangat kejam, pada tahun 2018 Dr. Gulshan Abbas menghilang dalam sebuah upaya untuk membungkam saudara perempuannya, Rushan Abbas, seorang aktivis Uighur-Amerika yang kritis yang tinggal di Virginia.

Agen-agen China juga telah mengintimidasi Muslim Uighur yang telah menjadi warga negara atau penduduk tetap di negara-negara lain, terutama mereka yang vokal mengkritik catatan hak asasi manusia Partai Komunis. Orang-orang Uighur di Amerika Serikat, Eropa, Kanada, dan Australia dilaporkan telah menerima ancaman melalui panggilan telepon yang berupaya memperoleh informasi pribadi atau dilacak oleh diplomat China.

Berlawanan dengan propaganda Partai Komunis, perang pemerintah China terhadap keyakinan atau agama bukan hanya masalah domestik. Ini mempengaruhi Muslim di seluruh dunia, dari Istanbul hingga Indiana. Ini mempengaruhi sesama warga negara kita, rekan kita, tetangga kita, dan keluarga kita.

Dalam Laporan Tahunan 2020, Komisi untuk Kebebasan Beragama Internasional (USCIRF) Amerika Serikat merekomendasikan agar pemerintah AS terus dan meningkatkan upaya untuk melawan operasi pengaruh China yang dirancang untuk menekan advokasi kebebasan beragama.

Undang-undang Kebijakan Hak Asasi Manusia Uighur yang baru-baru ini disahkan dan ditandatangani oleh Presiden Donald Trump, membuat kemajuan penting dengan meminta FBI dan Departemen Luar Negeri untuk melaporkan upaya-upaya Tiongkok untuk mengintimidasi warga AS, etnis Uighur, dan warga negara China di Amerika Serikat. Diplomat AS harus memberi tahu pemerintah lain – terutama di negara-negara mayoritas Muslim – tentang ancaman terhadap warga mereka dan mendorong mereka untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi mereka.

Selain itu, kami mendesak Departemen Luar Negeri untuk bekerja dengan negara-negara lain untuk mencegah refoulment (kembalinya pengungsi atau pencari suaka secara paksa ke suatu negara di mana mereka dapat dikenakan penganiayaan.) terhadap para Muslim China dan lainnya yang menyelamatkan diri dari penindasan. Diprioritaskan untuk melobi kesepakatan ekstradisi apapun dengan China tanpa tunjangan politik yang jelas. Kami khususnya prihatin tentang ambiguitas rancangan perjanjian ekstradisi antara Turki dan China. Ratifikasi dan interpretasi perjanjian ini bisa mengeja perbedaan antara kebebasan dan penindasan bagi sekitar 50.000 Muslim Uighur yang tinggal di Turki.

Akhirnya, Amerika Serikat perlu meningkatkan kehadirannya di forum internasional dan regional. Pertemuan-pertemuan ini memiliki kekuatan untuk mengatur agenda dan mempengaruhi advokasi publik. Misalnya, Maret lalu, Organisasi Kerjasama Islam mengeluarkan pernyataan yang memuji – bukan mengutuk – perlakuan China terhadap komunitas Muslimnya.

China dilaporkan mengirim lebih dari selusin diplomat ke pertemuan di Abu Dhabi, sementara Amerika Serikat tidak mengirim satu pun. Kita perlu memastikan itu tidak pernah terjadi lagi.*

Nury Turkel adalah seorang Komisaris Komisi Amerika Serikat tentang Kebebasan Beragama Internasional.

Gary Bauer adalah Komisaris Komisi Amerika Serikat tentang Kebebasan Beragama Internasional.

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaMuslim Chinauighur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Kecam Perancis atas Komentar Tentang Libya
Tulisan selanjutnya Krisis Akibat Covid, Arif Justru Raup Keuntungan Jutaan Rupiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?