Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Sejarah Penamaan Bulan Safar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 September 2021 10:24 10:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 September 2021 08:00
Bagikan
bulan sya'ban
Bulan purnama terlihat di langit Cilacap, Jawa Tengah, dijepret pada Rabu, 02 Mei 2018 pagi jelang rembulan terbenam.
Bagikan

Hidayatullah.com |  KITA sering mendengar kata zero dalam bahasa Inggris, dan kata shifer dalam bahasa Arab, keduanya bermakna nol dalam bahasa Indonesia.  Kata zero dalam bahasa  Inggris diambil dari bahasa Prancis “zéro”, dan kata ini berasal dari bahasa Venetian (bahasa Roman, Italia) dan sepadan dengan kata “cypher” yang berasal dari bahasa Italia yaitu “zefiro”.

Nah, asal kata zefiro  ini adalah dari bahasa Arab ‘shifer’ (صفر). Kata zero pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1598 (lihat, Maudhu’, Aslh Lughah). Maka, kata Safar (juga Zero) secara umum bermakna Nol (kosong, farigh).

Bulan Shafar adalah nama bulan kedua dalam kalender Hijriah (Qamariyah), setelah bulan Muharam. Terdapat banyak pendapat terkait dengan sejarah penamaan “Shafar” demikian juga dengan asal muasalnya (derivasi).

Dalam Al-Yaum yang mengutip dari Mu’jam Musthalahat wa Alqab al-Tarikhiyah bahwa kata ini berasal dari “Asfarat Dar” orang-orang Arab keluar rumah untuk berperang, sehingga rumah-rumah mereka menjadi sepi tanpa penghuni.

Juga dari Al-Yaum, menukil dari Kitab Alfu Ma’lumat an al-Lughah al-Arabiyah wa Adabiha, bahwa orang Arab meninggalkan kota Makkah sehingga kota tersebut menjadi kosong. Sedangkan dalam Al-Bilad, orang-orang Arab meninggalkan kampungnya untuk berperang (yaharib) ada juga yang berpendapat mereka meninggalkan kampung halaman pada bulan Shafar karena mencari makanan dan menghindari panasnya musim shaif (panas).

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Pada masa Jahiliah bulan safar bernama najir (arti, panas), di mana pada bulan tersebut cuaca yang sangat panas dan unta-untuk begitu banyak minum air. Orang Arab dulu mempercayai bahwa bulan Shafar adalah bulan penuh petaka, maka bulan ini dikenal dengan bulan pesimistis (tasyaum), bulan mendatangkan sial, malapetaka, musibah dan mendatangkan banyak penyakit.

Mungkin dari kayakinan inilah banyak orang yang menganggap bulan ini penuh musibah, atau bulan sial. Sehingga tidak jarang orang-orang Arab dan di luar Arab, tidak banyak yang melaksanakan pernikahan dan lainnya.

Dari beberapa pendapat di atas, bulan Shafar secara bahasa lebih condong pada makna kosong (shifr, nol, zero), bukan pada arti shafar yang bermakna menguning. Kuning karena berbagai penyakit yang menimpa seseorang, sehingga banyak yang beranggapan bahwa bulan Safar adalah bulan penyakit.

Beberapa peristiwa terjadi pada Bulan Safar, yaitu; terjadinya Perang Abwa’, terjadinya Ar-Raj’, pernikahan Nabi dengan Khadijah al-Kubra, Nabi Muhammad ﷺ menikahkan Sayyidah Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, dan beberapa peristiwa lainnya. Allahu’alam Bishawab.*/Dr Halimi Zuhdy, pengajar di UIN Maulama Malik Ibrahim, Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hijriahkajian islamsafarsejarah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya umar bin Khattab Umar Bin Khattab yang Menolak Gaji Besar
Tulisan selanjutnya Embargo Vaksin India Iraq Dapat Donasi Vaksin AstraZeneca dari Italia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?