Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Jahiliah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Januari 2016 09:59 9:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Januari 2016 09:59
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

KATA jahiliah atau jahiliyah berasal dari Bahasa Arab dari akar kata Al Jahlu (الجهل ) yang berarti bodoh. Secara bahasa, jahiliah masih seakar kata dengan fi’il (kata kerja) ‘jahala’ artinya bodoh, bersikap bodoh atau tidak peduli.

Penyebutan jahiliah biasanya identik dengan keadaan sebelum diutusnya Nabi Shallallahu alaihi wasallam (Saw). Saat itu disebutkan manusia berada dalam kesesatan, penyimpangan,  dan kekufuran (Mu’jam al-Wasith, Majma’ al-Lughah al-Arabiyah, Kairo).

Lebih jauh, hal tersebut terjadi karena manusia jauh dari ajaran agama sebab risalah kenabian sebelumnya sudah tidak tampak lagi. Orang-orang Yahudi melakukan penyimpangan terhadap kitab Taurat sebagaimana kaum Nashrani menyelewengkan ajaran kitab Injil (Lihat: Syarh Masa’il al-Jahiliah, Shalih al-Fauzan).

Merujuk kepada pengertian di atas, maka selama keadaan manusia mulai terlihat jauh dari nilai-nilai agama seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad selaku utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt) maka orang atau masyarakat tersebut kembali menyandang status kejahiliahan tersebut.

Mereka disebut jahil karena kebodohan mereka terhadap kebenaran agama dan urusan akhirat. Walaupun boleh jadi, manusia itu pandai dan cakap dalam urusan-urusan muamalat dan duniawi. Bahkan meski orang-orang lalu mengklaim jika kehidupan mereka saat ini adalah kehidupan canggih lagi modern. Sebab ilmu dalam agama adalah pondasi dasar dalam meraih keimanan serta menguatkan amal shaleh yang dilakukan.

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Dalam al-Qur’an, setidaknya kata jahiliah berulang sebanyak empat kali dengan penamaan yang berbeda.

Pertama, zhann al-jahiliah atau dugaan serta keyakinan selain kepada Allah. Contoh terdekat zhan jahiliah di zaman modern ini adalah masih adanya keyakinan tertentu di kalangan masyarakat seperti perdukunan, sihir, dan lain-lain.

Firman Allah:

وطائفة قد أهمتهم أنفسهم يظنون بالله غير الحق ظن الجاهلية

“… Sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah…”(Surah Ali Imran [3]: 154).

Kedua, hukmu al-jahiliah atau hukum jahiliah. Yaitu seluruh hukum di luar hukum Allah atau segala aturan yang bertentangan dengan syariat agama. Meski boleh jadi hukum itu tampak baik di mata manusia dan dirumuskan terlebih dahulu oleh para pakar hukum di dunia.  Selama ia tidak sejalan dengan ajaran agama, maka ia tetap disebut hukum jahiliah. Firman Allah:

أفحكم الجاهلية يبغون ومن أحسن من الله حكما لقوم يوقنون

“Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Surah al-Maidah [5]: 50).

Ketiga, tabarruj al-jahiliah atau penampilan yang jahiliah. Dikatakan, salah satu cara mudah menilai kondisi lingkungan adalah dengan meyaksikan penampilan masyarakat tersebut. Semakin manusia jauh dari nilai syariat maka penampilan mereka juga biasanya kian tak karuan.

Ukuran trendy atau “gaul” kini bergeser sesuai dengan kebiasaan dan budaya Barat yang notabene mengusung gaya hidup hedonis dan materalisme. Sedang Islam memandang, penampilan adalah buah dari akhlak dan iman seseorang.

Allah berfirman:

وقرن في بيوتكن ولا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى وأقمن الصلاة وآتين الزكاة وأطعن الله ورسوله إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا

“Dan hendaklah kalian para wanita tinggal di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya…” (Surah al-Ahzab [33]: 33).

Keempat, hamiyah jahiliah. Ungkapan ini bermakna kesombongan jahiliah. Menurut para ulama, kesombongan tersebut memiliki ragam bentuk. Mulai dari seruan atau fanatisme jahiliah pribadi, kelompok, golongan, hingga kesombongan atas dasar fanatisme negara sekalipun.

Firman Allah:

إذ جعل الذين كفروا في قلوبهم الحمية حمية الجاهلية فأنزل الله سكينته على رسوله وعلى المؤمنين وألزمهم كلمة التقوى

“Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan Jahiliah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa…” (Surah al-Fath [48}: 26).*/Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fanatismejahiliahjahiliyahkesombongan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammad Idrus Maju Jadi Cagub DKI Jakarta, DPW PKS: Segera Ada Keputusan
Tulisan selanjutnya Seperti Apa Kelas Anak Kita? [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?