Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Spesialis Mata dalam Budaya Islam [3]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Juni 2015 09:04 9:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juni 2015 10:00
Bagikan
Bagikan

Sambungan artikel KEDUA

Oleh: Dr Ibrahim Shaikh

Khalifah Aleppo

KHALIFAH Ibn Al-Mahasin dari Aleppo, Suriah, yang namanya mulai mencuat pada tahun 1260, menulis sebuah buku setebal 564 halaman yang mendeskripsikan dan memberikan gambaran mengenai beragam peralatan operasi termasuk 36 alat operasi mata. Beliau juga mendiskusikan jalan visual antara mata dengan otak, serta menulis tentang 12 macam prosedur operasi katarak. Katarak dalam Bahasa Arab adalah Al-Ma’Nazul ‘Ayn. Ma’ yang berarti air, dimaksudkan sebagai air yang berakumulasi di mata, yang membuat mata menjadi “lembek” dan membuat pandangan berkabut. Cara mengobatinya adalah dengan menyedot cairan tersebut dengan jarum berongga, dan katarak dapat diambil, membuat pandangan pasien jelas kembali.

Salahuddin

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Salahuddin Ibn Yusuf dari Hammah, Suriah menerbitkan buku pada 1290 berjudul Cahaya Mata dimana beliau mendiskusikan penemuan baru pada teori optikal mengenai pengelihatan. Beliau juga banyak mengutip hasil tulisan Ammar. Beliau menggunakan sudut pandang medis yang lebih umum mengenai mata, seperti yang dilakukan ilmuwan seperti Az-Zahrawi, Ibn Zuhr dan Ibnu Rushd.

Ibn Al-Haytham

Ibnu Al-Haytham lahir pada 965 Masehi, adalah orang pertama yang menjelaskan bahwa kita dapat melihat karena pembiasan cahaya. Hasil penelitian Ibnu Al-Haytham telah dikutip dan dikembangkan oleh ahli matematika dari Persia bernama Kamal al-Din al-Farisi yang mengobservasi jalan cahaya lewat percobaan dengan bola kaca di dalam ruangan, dengan tujuan mengetahui bagaimana pembiasan cahaya matahari oleh air hujan. Ini membuatnya dapat menjelaskan tentang terbentuknya pelangi.

“Sejak tahun 800 hingga 1300 Masehi, dunia Islam telah menghasilkan tidak kurang dari 60 spesialis mata, penulis buku-buku rujukan dan jurnal ilmiah tentang Ophthalmology. Sementara di Eropa, sampai abad ke-12, kata ‘ahli mata’ tidak pernah terdengar,” ujar Profesor Hirschberg pada audience-nya yang terkesima. Metode pengangkatan katarak dengan jarum berongga baru diterapkan di Eropa pada abad ke-18.

Para Muslim menghasilkan banyak tulisan orisinil tentang anatomi mata. Penelitian mereka terbatas karena mereka hanya menggunakan mata binatang sebagai obyek penelitian karena pembedahan pada bagian manapun di tubuh manusia dianggap tidak sopan. Namun penelitian tersebut memberikan gambaran tertua mengenai anatomi mata.

Karya-karya bangsa Arab ini juga termasuk penamaan terhadap istilah-istilah anatomi mata seperti bola mata, conjunctiva, kornea, uvea, dan retina. Para Muslim juga melakukan operasi pada kelopak mata seperti untuk penyakit Trachoma (pengerasan bagian dalam kelopak), dan Glaukoma yang sebelumnya dikenal sebagai “pusing karena pupil” yang pertama kali dideskripsikan oleh orang Arab. Namun, kontribusi terbesar bagi ophthalmology oleh bangsa Arab adalah mengenai katarak.

Menurut Jurnal Asosiasi Medis Amerika (1935), di Perpustakaan Vatikan, terdapat sebuah manuskrib unik yang ditulis oleh Ibn Nafis (meninggal tahun 1288) yang berjudul Kitab al-Muhazzab fi Tibb al-‘Ayn (Buku Pengobatan Mata). Memuat deskripsi mengnai mata binatang dan diskusi mengenai ragam dan warna mata manusia.

Pada abad ke-12, ada seseorang bernama Gerard dari Cremona, Italia yang merupakan translator Latin terkenal, yang biasa menerjemahkan tulisan-tulisan sains dan medis milik bangsa Arab. Gerard menghabiskan 40 tahun hidupnya di Toledo, Spanyol, menerjemahkan tulisan-tulisan hasil karya para Muslim termasuk hasil penelitian Ar-Razi dan Ibnu Sina. Para dokter Arab telah menjadi garda depan bagi pencegahan kebutaan sejak tahun 1000 Masehi, saat Ar-Razi menjadi dokter pertama yang mendeskirpsikan gerakan refleks pupil. Sekitar waktu yang sama, Ammar Bin Ali Al-Mosuli menciptakan teknik suction untuk menghilangkan katarak dengan menggunakan jarum berongga.

Professor J. Hirschburg menutup kuliahnya di Asosiasi Medis Amerika dengan kalimat berikut: “Selama masa kegelapan di Eropa pada abad pertengahan, para Muslim Arab telah menyalakan dan terus membakar lentera ilmu pengetahuan kita. Mulai dari Sungai Guadalquivir di Spanyol sampai Sungai Nil di Mesir, hingga ke Sungai Oxus di Rusia. Hanya mereka-lah para ahli dibidang ophthalmology pada abad pertengahan Eropa.”

Dapat disimpulkan dari penelitian Hirschberg, bahwa para ahli ophthalmology Muslim di abad 10 – 13 adalah orang-orang yang melampaui masanya beratus-ratus tahun kedepan.*

Dr Ibrahim Shaikh seorang praktisi medis. Anggota Manchester Medical Society, Manchester, Inggris. Artikel dimuat di laman www.muslimheritage.com 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islammataMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Washington Post: Tiap Hari Ada Orang Tewas Ditembak Polisi AS
Tulisan selanjutnya universitas israel Israel Cemas Hadapi Kampanye Boikot Palestina dan Dunia Internasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?