Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Info Haji & UmrahRagam

Bangsawan ini Menjadi Wanita Inggris Pertama yang Berangkat Haji

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 30 Juni 2022 16:46 4:46 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 30 Juni 2022 19:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Di perkebunan bernama Glen Carron, jauh di pedalaman barat Daratan Tinggi Skotlandia, terletak tempat peristirahatan terakhir Lady Zainab Cobbold (Lady Evelyn Murray) – wanita Inggris pertama yang melakukan ibadah Haji setelah masuk Islam.

Daftar isi
  • Buku Pilgrimage to Mecca
  • Tertarik budaya Islam sejak usia dini
  • Mengaku kepada Paus sebagai Muslim
  • Disingkirkan oleh para akademisi
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Makam muslimah Inggris pertama yang berhaji itu kini menjadi tujuan ziarah umat Islam beberapa puluh tahun setelah kematiannya pada Januari 1963.

Para peziarah memulai perjalanan mereka dari tempat parkir mobil di tepi hutan tak jauh dari jalan raya A890 di Glen Carron. Dari sana, mereka melakukan perjalanan 10 kilometer ke atas lereng Gleann Fhiodhaig, ke tempat yang relatif jauh dari bekas rumahnya, yang merupakan tempat Lady Zainab Cobbold dimakamkan, menurut situs BBC.

Puluhan orang berkumpul setiap minggu untuk berziarah makam aristokrat Victoria, dari Edinburgh, Liverpool, Leicester tersebut.

Buku Pilgrimage to Mecca

Publik hampir melupakan kontribusi Lady Cobbold terhadap pemahaman Islam. Namun, minat publik terhadap kisahnya dihidupkan kembali beberapa tahun yang lalu dengan bukunya Pilgrimage to Mecca diterbitkan ulang.

Baca Juga

Saudi Ingatkan Penyedia Layanan Haji Patuhi Aturan, Siapkan Sanksi Tegas
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Mulai Minggu Depan, Arab Saudi Ubah Masa Berlaku Visa Jadi 1 Bulan
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Pemerintah Rekrut Petugas Haji pada November, Dilatih di Barak 1 Bulan

Buku tersebut pertama kali diterbitkan pada tahun 1934, mencatat perjalanan fisik dan spiritual Lady Zainab ke jantung dunia Islam.

Kegiatan ziarah ke makan Lady Zainab sendiri diorganisir oleh Convert Muslim Foundation – sebuah badan amal Inggris yang mendukung para mualaf. Badan ini didirikan oleh Batool Al Toma, seorang warga negara Irlandia setelah dia masuk islam.

Al Toma berkata: “Setelah saya mendengar tentang Lady Evelyn, saya tertarik dengan ceritanya, dia adalah wanita yang cukup tangguh yang tidak pernah membiarkan dirinya dikesampingkan hanya karena dia seorang wanita.”

Para peziarah tampak kebal terhadap angin kencang dan hujan deras saat mereka mendekati tujuan mereka setelah perjalanan tiga jam hanya dengan istirahat sejenak. Mereka melanjutkan perjalanan ke makam, dipimpin oleh seorang pemandu, dan setibanya mereka, mereka berdoa bersama.

Dalam perjalanan pulang, sebuah masjid di Inverness mengundang para peziarah untuk datang dan berbagi makanan. Di sini, mereka diberi kesempatan untuk merenungkan perjalanan yang telah mereka tempuh.

Tertarik budaya Islam sejak usia dini

Lady Evelyn Cobbold lahir di Edinburgh pada 17 Juli 1867. Dia adalah anak tertua dari Charles Adolphus Murray, Earl of Dunmore ke-7 dan Lady Gertrude Coke, putri Thomas Coke, Earl ke-2 dari Leicester.

Ayahnya adalah seorang penjelajah, dan ketika pindah ke Afrika Utara, dia juga memboyong semua anggota keluarganya. Di sanalah Lady Cobbold berkenalan dengan Islam; dia dirawat oleh para pelayan keluarga yang beragama Islam, semuanya orang Mesir atau Aljazair.

Sebagian besar masa kecil Lady Cobbold dihabiskan, berpindah-pindah, di Aljir dan Kairo. Di kedua kota itu dia belajar bahasa Arab dan bahkan mengunjungi masjid-masjid bersama teman-temannya.

Di Kairo itulah Lady Evelyn bertemu dan menikah dengan suaminya. Keduanya memiliki 3 anak.

Ketertarikan Lady Evelyn pada Islam tumbuh dan dia mengubah namanya menjadi Zainab pada tahun 1915. Hal ini berdampak pada hubungannya dengan suaminya dan kemudian menjadi alasan perceraian mereka pada tahun 1922.

Jiwa petualang Lady Zainab tumbuh subur setelah dia berpisah dari suaminya saat dia mengambil setiap kesempatan untuk berkeliling dunia.

Mengaku kepada Paus sebagai Muslim

Dalam salah satu perjalanannya ke Italia, dia diundang oleh teman-temannya untuk bertemu dengan Paus. Selama pertemuan inilah Lady Zainab mengumumkan bahwa dia adalah seorang Muslim.

Pada tahun 1912, Lady Zainab menerbitkan buku A Wayfarer in the Libyan Desert. Meskipun buku ini diterbitkan sebelum dia masuk Islam, jelas bahwa pengalaman transformatifnya tumbuh di Afrika Utara dan minatnya yang teguh di wilayah tersebut telah menjadi cara hidupnya.

Pada hari Lady Zainab masuk Islam, dia membuat komitmen untuk melakukan haji.

Pada tahun 1929, dia menghubungi duta besar untuk Inggris, yang sekarang dikenal sebagai Arab Saudi, tentang keinginannya dan dia diberikan izin untuk mengunjungi Mekah & menyelesaikan haji oleh Raja Arab Saudi.

Pada tahun 1933, Lady Zainab menjadi wanita Muslim Inggris pertama yang melakukan haji pada usia 65 tahun.

Dia melakukan perjalanan ke Madinah sendirian untuk mengunjungi makam Nabi dan kemudian tiba di Mekkah sendirian untuk melakukan haji, akhirnya memenuhi tujuan yang dia impikan selama bertahun-tahun.

Situs web Masjid Inverness menyatakan: “Keyakinan agama Islam Lady Evelyn – sebagai putri kelahiran Skotlandia dari keluarga bangsawan Inggris – tetap sangat luar biasa, paling tidak di era ketika Islam memiliki reputasi yang agak eksotis dalam masyarakat Inggris.

“Pindah (agama) dari Katolik Roma menjadi Protestan atau Protestan menjadi Katolik Roma, atau bahkan menyimpang dari Kristen ke Buddha – semua ini dapat dipahami dan memiliki beberapa preseden. Tapi, memeluk Islam adalah sesuatu yang sangat berbeda.”

Pada tahun 1934, Lady Zainab menerbitkan sebuah buku Pilgrimage to Mecca di mana dia menceritakan pengalamannya di haji.

Dalam bukunya, dia menggambarkan melihat Ka’bah untuk pertama kalinya sebagai “keagungan yang sederhana” dan menyamakan Tawaf dengan “mengelilingi rumah kekasih [Anda].”

Disingkirkan oleh para akademisi

Pengalaman Lady Zainab di haji sangat mempengaruhinya dan sekembalinya ke Inggris, dia melanjutkan studinya tentang Islam. Dia juga menjadi sukarelawan di Masjid Woking di mana dia berteman dengan mualaf Inggris lainnya seperti Marmaduke Pickthall.

Lady Zainab meninggal dunia pada tahun 1963 di Skotlandia pada usia 96. Dia meninggalkan instruksi bahwa penguburan & pemakamannya dilakukan sesuai dengan pedoman Islam dan bahwa nisannya harus memuat kata-kata dari Surah An-Nur: “Allah adalah cahaya langit dan bumi.”

Angus Sladen, cicit Lady Zainab, percaya bahwa kurangnya minat dalam kontribusi Lady Zainab terhadap pemahaman Barat tentang Islam memiliki beberapa alasan. Alasan-alasan ini adalah bahwa dalam masyarakat Inggris dia dianggap eksentrik, “dan mungkin sedikit sombong.”

Selain itu, dia berpikir komunitas akademik di Inggris tidak percaya dia serius dan hanya berpikir dia mencoba menimbulkan kehebohan di kalangannya.

Asumsi-asumsi ini didasarkan pada pandangan reduksionis dari para akademisi yang mengkategorikan dia dengan cara ini karena dia tidak terdidik dengan baik dalam pandangan mereka. Mereka meremehkan pemahamannya tentang budaya Islam karena terbatas pada apa yang dia pelajari dari pengasuhnya.*


YUK IKUT.. WAKAF ALAT & SARANA
DAKWAH MEDIA

Sarana dan alat Dakwah Media, senjata penting dalam dakwah.
Wakaf dan jariyah Anda sangat membantu program Dakwah Media.

Transfer ke Rekening : Bank BCA No Ac. 128072.0000 (An Yys Baitul Maal Hidayatullah)

Klik Link : https://bit.ly/DakwahMediaGhazwulFikri

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Haji Pintarkisah mualaf duniakisah mualaf terbarukisah mualaf terbaru duniamualafnaik haji
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Tangkap 15 Orang yang Menawarkan Layanan Haji Palsu
Tulisan selanjutnya Assad Suriah Akui Republik Separatis, Presiden Ukraina Putuskan Hubungan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ragam

Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?

10 September 2025 08:30
Ragam

Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”

2 September 2025 13:38
Ragam

Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

28 Agustus 2025 11:00
buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?