Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Ibu Pemimpin Uighur di Pengasingan Meninggal di Kamp Indoktrinasi Politik China [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Juli 2018 12:56 12:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Juli 2018 12:56
Bagikan
Ayhan Memet | Dolkun Isa
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Brownback baru-baru ini menekan Presiden AS Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi pada para pemimpin China yang katanya paling bertanggung jawab atas tindakan keras Beijing terhadap kelompok-kelompok agama, dan secara khusus menyerukan Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan AS untuk membekukan aset sekretaris Partai Komunis XUAR Chen Quanguo karena kebijakan represif di wilayah tersebut.

Bulan Mei, ketika Departemen Luar Negeri merilis “Laporan Kebebasan Beragama Internasional 2017”, Brownback mengatakan China, Negara Kepedulian Politik sejak 1999, tetap “negara yang sangat, sangat meresahkan terhadap kebebasan beragama,” terutama karena jumlah warga Uighur saat ini yang ditahan di “kamp pendidikan ulang” (re-education).

“Itu adalah konsep yang Anda pikir telah berlalu beberapa dekade yang lalu dan [sedang] mengalami dalam jumlah yang terus bertambah,” kata Brownback pada saat itu.

Baca Juga

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”

“Itu sebabnya kami memasukkannya ke depan dalam laporan ini agar tindakan yang lebih besar dapat dilakukan.”

Baca: Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China

Laporan Departemen Luar Negeri mencatat bahwa di XUAR, pihak berwenang membatasi partisipasi Muslim Uighur di bulan puasa Ramadhan dan acara perayaan keagamaan lainnya, dan bahwa “ratusan ribu” Muslim Uighur telah dipaksa ke kamp-kamp yang tersebar di Xinjiang.

Penahanan Terpadat di Dunia

Hingga hari ini, otoritas pemerintah komunis China belum secara terbuka mengakui keberadaan “re-education” di XUAR, dan berapa jumlah tahanan yang disembunyikan di setiap fasilitas tetap merupakan rahasia yang dijaga ketat, tetapi para pejabat lokal di banyak bagian wilayah tersebut dalam wawancara telepon RFA dengan gamblang menjelaskan telah mengirim sejumlah besar warga Uighur ke kamp-kamp dan bahkan menggambarkan kepadatan berlebih di beberapa fasilitas.

Sebelum kasus yang dialami keluarga, Dolkun Isa, bulan Juni 2018 lalu, Kongres Uyghur Dunia (WUC) menyatakan bahwa seorang ulama Muslim Uighur paling disegani, Muhammad Salih Hajim dikabarkan telah meninggal di sebuah kamp indoktrinasi politik China.

Pernyataan WUC itu membuktikan,  Muhammad Salih Hajim (82) telah ditahan dan menjadi sasaran indoktrinasi politik dan propaganda rezim komunis China.

Hajim, ulama paling berpengaruh di wiyalah itu, telah banyak berjasa bagi perkembangan Islam di Uighur, salah satu jasanya adalah menerjemahkan Al-Quran dari bahasa Arab ke bahasa Uighur, kata kelompok internasional Uighur yang diasingkan tersebut.

“[Dia] sangat mungkin mengalami penyiksaan dan perlakuan buruk selama pemenjaraannya.

Baca: Netizen Marah Dugaan Pernikahan Paksa Muslimah Uighur dengan Pria China

“Kematian Hajim terjadi di tengah penumpasan besar-besaran pihak berwenang China terhadap orang-orang Uighur pada umumnya dan terutama pada hak mereka untuk kebebasan beragama.

“Ratusan ribu (mungkin jutaan) warga Uighur telah ditangkap di Turkestan Timur dan dikirim ke kamp-kamp ‘pendidikan ulang’ indoktrinasi politik China,”  lapor Anadolu Agency.

Mengutip laporan yang kredibel, anggota parlemen Marco Rubio dan Chris Smith, yang mengepalai Komisi Eksekutif Kongres bipartisan di China, mengatakan baru-baru ini bahwa sebanyak 500.000 hingga satu juta orang telah ditahan di kamp pendidikan ulang, menyebutnya “yang terbesar penahanan massal dari populasi minoritas di dunia saat ini. ”

Adrian Zenz, seorang dosen dalam metode penelitian sosial di Sekolah Kebudayaan dan Teologi Eropa yang berbasis di Jerman, mengatakan jumlah “bisa lebih dekat dengan 1,1 juta, yang setara dengan 10-11 persen dari populasi Muslim dewasa di wilayah tersebut,” kutip RFA.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaDaerah Otonomi Xinjiang UighurDolkun Isakamp cuci otakKamp Indoktrinasikamp pendidikan ulang politikkomunisMuslim Uighurre edukasiSekretaris Jenderal Kongres Uighur Dunia XinjianguighurWUCXUAR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Delegasi Militer UEA Mengunjungi ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Turki Bangun Monumen untuk Korban Perang Bosnia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz

Berita
28 September 2026 07:00
Perkuat Ukhuwah, UII Dalwa dan Majelis Ugama Islam Pattani Gelar Dialog Keislaman Melayu-Nusantara
Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi

Terbaru

  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Mungkin Anda Juga Suka

Ragam

Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

28 Agustus 2025 11:00
buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?