Hidayatullah.com — Pria ini lekat dengan kehidupan hura-hura selebritas Hollywood, Amerika Serikat. Namanya George Green. Ia pernah menjadi manajer tur untuk artis besar Hollywood, seperti Jay-Z, Kanye West, 50 Cent, Snoop Dogg dan banyak lagi selebritas kelas atas lainnya.
Selama bergulat dengan pekerjaanya tersebut, ia dihadapkan langsung dengan kehidupan para selebritas itu. “Setiap saat saya melihat gaya hidup glamor di hadapan saya,” ujarnya, dilansir dalam video acara The Deen Show di youtube.
Setiap hari tugasnya adalah menyediakan semua fasilitas bagi para selebritas tersebut. Dari mobil mewah terbaru, perhiasan, juga perempuan untuk teman mereka. “Tak hanya itu, setiap hari mereka mengadakan pesta yang dipenuhi oleh alkohol dan narkoba, akulah yang bertugas untuk mencari obat-obat terlarang, juga perempuan panggilan untuk mereka,” jelasnya.
Dihadapkan pada situasi seperti itu setiap hari, membuatnya muak. Ia mengaku hidupnya tidak bahagia, merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya. “Aku seperti sedang mencari sesuatu, namun tak tahu apa itu, aku merasa hidupku kurang lengkap,” ujarnya.
Waktu demi waktu berjalan, lama-lama ia bosan dengan pekerjaannya. Kehidupan glamor dan pesta setiap hari tak cocok untuknya. Apalagi, di setiap gegap gempita pesta tersebut, dialah yang paling repot karena harus melayani para artis dan menyediakan apa saja yang mereka minta.
Ia akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan yang penuh dengan maksiat tersebut. “Saatnya saya mencari sesuatu untuk diriku sendiri, bukan untuk melayani orang lain,” katanya.
Masa kecilnya jauh dari kisah bahagia. Ia lahir di Detroit, Michigan dari orang tua yang masih sangat muda dan tak siap punya anak. Ketika memasuki usia remaja, ia kemudian pindah ke New York dan tinggal bersama neneknya. Di sinilah ia bergaul dengan geng jalanan yang akrab dengan narkoba, kekerasan dan masalah kriminal yang lain. “Aku tak pernah mengenal sosok ayah dan saya jauh dari kehidupan religius,” katanya.
Kesehariannya lekat dengan pesta dan hura-hura. Suatu saat Ia mengenal salah seorang yang bekerja di perusahaan rekaman dan memanfaatkannya agar bisa ikut pesta gratis setiap saat.
Setelah lulus kuliah dari Auburn University of Montgomery, ia kemudian direkrut oleh perusahaan rekaman Roc-A-Fella Records sebagai asisten direktur nasional untuk marketing, branding, promosi, dan manajemen tur. “Ini sesuai dengan kemampuanku untuk mengorbitkan dan mempromosikan artis,” katanya.
Menjalani pekerjaannya ini membuatnya bangga. Ia bisa meraih impian dari seorang pria kulit hitam, yaitu kaya dan terkenal, punya banyak pacar, dihormati, dan punya kekuasaan. “Namun, di balik kepuasan itu jiwaku merasa kosong,” ujarnya.
Lantas, bagaimana kisah George Green, sang manajer artis Hollywood, bersentuhan dengan Islam? Tonton videonya di sini