Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Israel Sebut Mahmoud Abbas Pernah Jadi Mata-Mata Soviet

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 September 2016 08:51 8:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 September 2016 08:51
Bagikan
Hillary Clinton, Mahmoud Abbas dan PM Israel Benyamin Netanyahu
Bagikan

Hidayatullah.com–Televisi Israel Channel One hari Rabu mengutip dua peneliti atas dokumen bernama Mitrokhin, dokumen masa Uni Soviet yang menunjukkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada 1980-an bekerja di KGB, badan intelijen yang kini sudah tidak berfungsi dimana Presiden Rusia Vladimir Putin pernah bertugas di lembaga tersebut, kata peneliti Israel, Kamis (08/09/2016).

Dokumen Mitrokhin tersebut tersimpan di Pusat Arsip Churchill Universitas Cambridge, Inggris.

“Pada tahun 1983, ia (Abbas) terdaftar sedang dipersiapkan KGB dengan nama sandi Krotov,” ungkap, Isabella Ginor, salah satu peneliti Institut Truman di Universitas Hebrew, Jerusalem dikutip AFP.

Dokumen itu juga menyebut nama Abbas telah diberikan kepada Inggris oleh mantan pengarsip KBG, Vasily Mitrokhin.

Tuduhan itu, yang pertama kali dilaporkan Channel One setelah Rusia mengajukan tawaran melalui Putin pada bulan lalu untuk menggelar pertemuan Abbas dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Moskow.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kedua pemimpin tersebut pada dasarnya menyetujui pertemuan tingkat tinggi tersebut, kata Kementerian Luar Negeri Rusia pada Kamis, namun tanpa menyebutkan tanggal.

Gideon Remez, peneliti pada Lembaga Truman Universitas Hebrew, Jerusalem, mengungkapkan bahwa ada keterkaitan Abbas-KGB yang tampak dari dokumen-dokumen yang diselundupkan dari Rusia oleh mantan juru arsip KGB Vasili Mitrokhin pada 1991.

Beberapa dokumen yang sekarang berada di Kearsipan Churchil Universitas Cambridge, Inggris, dirilis dua tahun lalu untuk penelitian publik dan Lembaga Truman meminta satu file yang diberi label “Timur Tengah”, kata Remez kepada Reuters.

“Ada beberapa kelompok ringkasan atau kutipan di sana yang semuanya berada di bawah seorang terkemuka binaan KGB pada tahun 1983,” katanya.

“Pada saat ini, salah satu di antara dua barisan itu diawali dengan kode nama orang tersebut, Krotov yang berasal dari kata Rusia untuk satu tanda, kemudian Abbas, Mahmoud, lahir di Palestina pada 1935, anggota Komite Sentral Fatah dan PLO (Organisasi Pembebasan Palestina), agen KGB di Damaskus,” kata Remez.

Abbas adalah anggota pembina Fatah, faksi dominan PLO, gerakan utama nasional Palestina yang dikenal sekuler. Abbas menjadi Presiden Palestina pada 2005 atas dukungan Israel dan Amerika untuk menggeser HAMAS yang lebih menarik hati rakyat.

Dokumen yang dikutip Remez tersebut tidak memberikan beberapa indikasi atas peran Abbas di KGB atau jangka waktu dia diakui sebagai seorang agen rahasia.

Pejabat Palestina, yang menolak menyebutkan jati dirinya karena tidak berwenang memberikan pernyataan kepada umum, mengatakan bahwa Abbas pernah menjadi petugas penghubung dengan Uni Soviet sehingga dia tidak perlu menjadi mata-mata. Pejabat tersebut tidak menguraikan lebih lanjut.

Pejabat itu juga menyatakan bahwa tuduhan mengenai Presiden Abbas sebagai mata-mata benar-benar tidak masuk akal.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov yang ditugasi oleh Putin untuk menggelar pertemuan di Moskow dua periode bertugas di Kedutaan Uni Soviet di Damaskus, Suriah, pada 1983-1994, periode Abbas yang konon direkrut KGB.

Bogdanov pada pekan ini berada di lingkungan pertemuan pejabat Israel dan Palestina.

Reuters melaporkan pemerintah Abbas menampik tuduhan tersebut. Palestina menuding Israel menebar fitnah untuk menggagalkan upaya menggelar kembali perundingan perdamaian, yang terhenti pada 2014.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KGBMahmoud Abbasmata-mataPLOPresiden Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akibat Rice Cooker, Satu Kamar Pemondokan Haji Indonesia Terbakar
Tulisan selanjutnya Wartawan TV Hungaria yang Jegal Pengungsi Suriah Dihukum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?