Hidayatullah.com—Armada Flotilla baru melibatkan aktivis internasional kembali memulai misi ke Jalur Gaza dari sebuah pelabuhan di Barcelona, Spanyol sebagai upaya memecah blokade yang dikenakan oleh rezim Ziois Israel atas wilayah Palestina.
Dua buah kapal yang menyertai misi tersebut, Amal dan Zaytouna, berlayar pada Rabu di bawah misi “Perahu Wanita ke Gaza”.
Antara aktivis yang terlibat dalam misi tersebut termasuk anggota parlemen Uni Eropa dari Swedia, Malin Bjork dan wakil Malaysia, Dr. Fouzia Hassan.
Juru bicara misi tersebut, Zohar Chamberlain Regev mengatakan, mereka menempatkan target untuk tiba di Gaza pada awal Oktober ini.
“Kami membawa persediaan makanan dan medis untuk diberikan kepada penduduk Gaza sebaik tiba di wilayah itu.
“Selain pasokan, kami membawa pesan yang lebih penting yaitu harapan dan solidaritas seperti yang diimpikan oleh penduduk Gaza,” katanya dikutip laman aljazeera.com Kamis, (15/09/2016).
Sebelum keberangkatan armada tersebut seorang anggota parlemen dari partai Persatuan Rakyat Sepanyol, Bennett Seliass menyebutkan, Israel adalah negara theokrasi dan rasis.
Juru bicara media gerakan Kapal, Sundus Farwanah dalam konferensi persnya mengatakan, gerakan ini bersifat damai, bertujuan mengakhiri blokade Gaza yang ilegal dan tak bermoral.
Kapal Amal dan Zaytouna, akan membawa 30 aktivis perempuan dari berbagai negara di dunia yang sebagianya telah mendapatkan hadiah nobel perdamaian dunia.
Zohar juga menaruh harapan yang tinggi agar flotilla tersebut tidak dibatasi oleh angkatan laut Israel dan tiba dengan selamat.
“Kami sadar misi ini bukan ancaman bagi Israel.
“Kami tidak menuju ke pelabuhan Israel dan mereka tidak memiliki alasan untuk menghalangi misi ini,” katanya.
Pembatasan atas Gaza diberlakukan sejak 2007 ketika gerakan Hamas mengambil-alinh pemerintahan provinsi tersebut.
Kali terakhir misi Bot Wanita ke Gaza dilakukan pada 2015 tetapi dicegah oleh tentara Israel yang bertindak merampas kapal yang mereka naiki.
Tahun 2010, Zionis Israel membangkitkan kemarahan internasional ketika menyerang flotilla dari Turki hingga menyebabkan 10 aktivis tewas.*