Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Dengan Wahyu, Kekuasaan Islam Terbentang di 3 Benua dan Lebih dari 35 Negara

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Oktober 2016 04:43 4:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Oktober 2016 12:53
Bagikan
Pendiri Sirah Community Indonesia (SCI), Asep Sobari, LC
Bagikan

Hidayatullah.com—Jika umat Islam mempraktekkan Islam dengan sebaik-baiknya maka yang lahir adalah  kegemilangan peradaban yang sulit dikalahkan oleh siapapun. Hal itu dibuktikan oleh generasi awal Islam yang mampu menguasai kawasan seluas sepertiga dunia dan terbentang di 3 Benua.

Pernyataan ini disampaikan oleh peneliti  Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Asep Sobari, LC dalam acara Kajian dan Launching Sirah Community Indonesia (SCI) untuk wilayah Jawa Timur di masjid Aqshol Madinah, Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya pada Sabtu (08/10/2016).

“Di usia 39 tahun, Umar bin Abdul Aziz tampil sebagai pemimpin dunia Islam yang saat itu sudah mencakup 1/3 dunia. Kekuasaannya terbentang di antara 3 benua, Eropa, Afrika, dan Asia. Dari Spanyol sampai perbatasan China. Kalau kita terapkan di masa sekarang yang ada dalam peta, maka kekuasan beliau sama dengan lebih dari 35 negara,” katanya.

Tidak cukup di situ, lanjutnya, pada zaman pemerintahan Umar bin Abdul Aziz kesejahteraan masyarakat benar-benar terpenuhi. Orang yang paling miskin adalah seorang muslim yang memiliki 1 rumah, 1 kendaraan, dan 1 pembantu.

“Umar bin Abdul Aziz berhasil membawa dunia Islam pada level yang sulit ditandingi oleh siapapun. Orang miskin yang indikatornya adalah mustahiq zakat (yang berhak menerima zakat) adalah orang yang rumahnya cuma satu, kendaraanya satu, pembantunya satu orang saja. Itu adalah orang paling miskin di zaman Umar bin Abdul Aziz,” tegas pendiri Sirah Community Indonesia (SCI) ini.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Pemimpin mana di dunia saat ini yang bisa menandingi cicit Umar bin Khattab ini, hatta, termasuk Amerika?”

Teladan Umar dalam Kasus Penggusuran Lahan

Sebelum Umar bin Abdul Aziz, kakeknya, Khalifah Umar bin Khattab juga dikenal pemimpin  dengan prestasi gemilang.  Saat itu Umar bukan dibuat bingung oleh kurangnya devisa negara sehingga harus berhutang ke luar negeri dan memaksa masyarakat membayar pajak.

Umar bin Khattab justru kebingungan karena devisa negara masih melimpah ruah, padahal kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat sudah terpenuhi. Di era Umar, infrastruktur sudah dibangun dan jalan-jalan sudah dibuat dengan sangat bagus dan ada hotel transit untuk orang yang bepergian.

“Umar Kebingungan. Membangun kota sudah,  infrastruktur sudah, jalan sudah dibuat bagus,  sepanjang jalan protokol negara Islam di Makkah dan Madinah bahkan ada tempat-tempat persinggahan (rest area),  di mana semua orang yang beristirahat bebas mengambil dan mengkonsumsi bahkan boleh membawa perbekalan. Semua gratis. Itu sudah dilakukan itu semua, tapi kas negara masih sangat melimpah. Baitul Baal surplus.  Umar kemudian berinisiatif untuk  membagi-bagikan uang negara kepada masyarakat,” paparnya.

Menurut alumni PP Darussalam Gontor Ponorogo ini, mengutip sumber Kitab al-Khilafah ar-Rasyidah karya Dr Akram Al-Umari, kelebihan devisa di era Umar hingga membuat rakyat harus menerima tunjangan dari negara. Untuk tunjangan paling rendah, satu anak yang sudah berusia baligh mendapat jatah tunjangan dari Negara sebesar 50 Dinar (atau setara Rp 100 juta dalam setahun). Sedang tunjangan untuk Muhajirin sebesar 400 Dinar/tahun, untuk Keluarga dan Isteri Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam sebesar 1200 Dinar/pertahun.

Lima Gaya Umar Bin Khattab dalam Memimpin

Inisiator Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini mengajak para peserta kajian umum agar mengambil ibrah (pelajaran) dari kegemilangan yang dicapai generasi terdahulu yang mempraktekkan iman dan Islam serta menjadikan wahyu sebagai pegangan.

Sirah Community

Selain kajian umum, dalam acara ini juga diadakan launching Sirah Community Indonesia (SCI) wilayah Jawa Timur bekerjasama dengan Syabab Hidayatullah Jawa Timur.

Setelah launching akan diadakan agenda lanjutan berupa kajian sirah baik berupa kajian umum maupun dengan sistem klasikal.

“Kita akan adakan kajian umum yang bersifat reguler selama 3 bulan. Kemudian setelah 3 bulan akan diadakan kajian secara lebih intensif dan dibuat sistem klasikal”, kata Muhammad Idris, selaku Ketua Syabab Hidayatullah Jawa Timur.*/kiriman Luqman Hakim (Surabaya)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Asep SobariINSISTSInstitute for the Study of Islamic Thought and CivilizationsKekuasaan Islamperadaban Islampolitik islamSirah Community IndonesiaUmar Bin Abdul AzizUmar Bin Khattabwahyu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah yang Terjadi di Wilayah Jajahan Palestina
Tulisan selanjutnya Ulama yang Hafal Kitab Fiqih 8 Jilid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?