Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Petisi Online Minta Pemerintah Larang Lagu Rap Tentang Cara Merampok Rumah Orang China-Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2016 19:48 7:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Oktober 2016 08:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah petisi online yang meminta agar sebuah lagu rap kontroversial dilarang telah mendapatkan dukungan lebih dari 100.000 tanda tangan, sehingga Gedung Putih harus menanggapinya secara resmi.

Petisi itu ingin pemerintah Amerika Serikat bertindak melarang lagu “Meet The Flockers” yang dibawakan rapper YG, yang liriknya berupa langkah-langkah bagaimana cara melakukan perampokan. Menurut mereka, lagu itu menjadi “cetak biru” pedoman perampokan dan mendorong orang untuk menarget keluarga-keluarga keturunan China.

Petisi tersebut terutama menyoroti lirik pembuka yang berbunyi, “First, you find a house and scope it out. Find a Chinese neighbourhood, cause they don’t believe in bank accounts.”

Lagu itu sebenarnya sudah dirilis sejak 2014, tetapi kontroversi seputar liriknya mencuat pekan-pekan belakangan ini, dan akibatnya sejumlah lokasi pertunjukan YG diserbu para demonstran.

Pengaju petisi yang hanya berinisial YC itu menyeru Gedung Putih agar melarang lagu itu di media publik dan melakukan penyelidikan kemungkinan gugatan hukum atas penulisnya (YG).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dengan jumlah penandatangan petisi sebanyak itu, pihak Gedung Putih berkewajiban memberikan tanggapannya dalam kurun 60 hari. Akan tetapi, sepertinya lagu itu tidak akan dilarang, mengingat First Amandement dari konstitusi Amerika Serikat melindungi hak-hak kebebasan berbicara, lapor BBC Senin (17/10/2016).

Steven Zhu, yang membantu penyelenggaraan unjuk rasa di luar lokasi show YG di Philadephia, pada Sabtu malam lalu kepada BBC Trending mengatakan kampanye itu telah membantu mengubah sikap tentang bagaimana seharusnya warga Amerika ketununan China mengekspresikan diri mereka sendiri di negara tersebut.

“Orang Amerika keturunan China perlu berdiri membela dan melindungi hak-hak kami,” kata Zhu. “Kami bagian dari masyarakat Amerika dan kami harus aktif dan ambil bagian dalam event-event utama, contohnya pemilihan umum AS. Di masa lalu, kebanyakan orang China berkeyakinan bahwa kami nantinya akan kembali ke negara kami sendiri dan berada di AS hanya sebagai tamu dan kami bukan bagian dari negara ini. Namun, saya ingin orang mengubah pemikiran itu dan menjadikan diri kami sendiri sebagai bagian dari Amerika Serikat,” papar Zhu.

Lagu yang dinyanyikan rapper kulit hitam itu menjadi topik diskusi sejak September lalu, menyusul perampokan gagal atas kediamanan warga bernama Fengzhu Chen, seorang pengusaha wanita di negara bagian Georgia. Saat pencuri memasuki rumahnya, wanita itu mengokang dan menembakkan senapannya, dan sedikitnya dua tersangka pelaku membalas tembakan itu. Salah seorang pelaku tewas dalam baku-tembak itu. Wanita tersebut tidak dijerat hukum apapun atas kejadian tersebut.

YG, yang juga pernah meringkuk dalam penjara karena menggarong rumah orang, belum memberikan komentar terkait lagunya tersebut. Namun di tahun 2014, kepada majalah FM dia pernah mengatakan bahwa dia menulis lagu tersebut “untuk berbagi pengalaman (menggarong rumah-rumah orang) dengan khalayak, sebab hal itu bagian dari kebudayaan.

“Terutama karena saya berasal dari L.A (Los Angeles), di pesisir barat, itu merupakan bagian besar dari kebudayaan (kebiasaan) para remaja atau orang berusia pertengahan 20-an tahun, itu yang mereka lakukan, mereka menggarong rumah orang. Dan itulah yang saya pernah lakukan,” ujarnya ketika itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Untuk Entaskan Kemiskinan, Belanja Negara Harus Efisien dan Efektif
Tulisan selanjutnya Jangan Cela Pewaris Nabi [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?