Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Zionis ‘Israel’ Transfer US$ 20 Juta ke Rekening Kementerian Hukum Turki, Keluarga Syuhada Menolak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2016 06:46 6:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Oktober 2016 06:46
Bagikan
Ismail, putra salah seorang Syahid bernama Cengiz Songür
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah dokumen berjudul “Kesepakatan Prosedur Kompensasi ‘Israel’ untuk Warga Turki Korban Tewas Mavi Marmara” dalam tiga bahasa (Turki, Inggris dan Ibrani) diterima oleh Sahabat Al-Aqsha. Pada dokumen itu, ada dua tanda tangan milik Duta Besar Turki untuk ‘Israel’ Feridun Hadi Sinirlioglu dan Duta Besar ‘Israel’ untuk Turki Dore Gold.

Berbeda dengan Indonesia yang tak punya hubungan diplomatik karena tak pernah mengakui penjajah Zionis ‘Israel’ sebagai negara, Turki sekular sejak lama memiliki hubungan diplomatik dengan penjajah Zionis ‘Israel’. Baru di era Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan berbagai kejadian menyebabkan hubungan itu merenggang.

Dokumen kompensasi untuk keluarga Syuhada Mavi Marmara itu dibagikan kepada sekitar seratus hadirin di markas organisasi kemanusiaan IHH di Istanbul  Kamis, (20/10/2016), sehari sesudah sidang ke-13 pengadilan kasus Mavi Marmara.

Ketua Tim Pengacara IHH Gulden Sonmez menjelaskan, “Zionis ‘Israel’ telah mentransfer US$ 20 juta ke rekening Kementerian Hukum Republik Turki sebagai salah satu syarat normalisasi hubungan antara kedua negara.” Uang itu disebut sebagai “donasi untuk keluarga Syuhada”. “Jadi ini bukan kompensasi yang diminta oleh keluarga Syuhada,” tegas Gulden.

Ismail, putra salah seorang Syahid bernama Cengiz Songür menegaskan dengan suara tenang, “Tujuan ayah saya dan ratusan relawan lainnya, berangkat ke Gaza waktu itu untuk mendobrak blokade atas Jalur Gaza. Ayah saya mati di Jalan Allah untuk itu. Kami tidak akan terima uang sebesar apapun, dari siapapun, sebelum Zionis ‘Israel’ berhenti memblokade Gaza dan berhenti menzhalimi Palestina.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pernyataan itu ia sampaikan menjawab pertanyaan Sahabat Al-Aqsha di hadapan para relawan, keluarga Syuhada, pengacara dan aktivis.

dokumen-kesepakatan-prosedur-kompensasi-untuk-keluarga-korban-tewas-mavi-marmara
Salah satu copy dokumen “Kesepakatan Prosedur Kompensasi untuk Keluarga Korban Tewas Mavi Marmara” dalam bahasa Ibrani yang ditandatangani duta besar Turki dan ‘Israel’. Foto: Sahabat Al-Aqsha

Ketika diminta ikut menjawab, Çigdem istri Syahid Çetin Topçuoglu sambil tersenyum menyatakan, seluruh keluarga Syuhada baik yang hadir maupun yang tidak, mewakilkan jawabannya kepada Ismail.

Cengiz Songür ayah Ismail ditembak persis di lehernya oleh serdadu Zionis ‘Israel’ yang menyerbu kapal kemanusiaan Mavi Marmara, ba’da subuh, 31 Mei 2010. Cengiz salah satu dari sepuluh relawan yang terbunuh. Lebih dari 150 orang luka-luka akibat agresi bersenjata itu.

Pengadilan atas kasus ini sudah berlangsung 13 kali di Istanbul dan berkali-kali di Athena, Johannesburg, dan Madrid. Tujuannya sama, menyeret empat jenderal Zionis ‘Israel’ ke penjara atas serbuan brutal di perairan internasional itu.

Selama enam tahun sesudah peristiwa Mavi Marmara, hubungan Turki dan ‘Israel’ memburuk. Kedua negara saling menarik duta besarnya. Namun sejak sebelum Ramadhan kemarin suasana berbalik, Turki dan Zionis ‘Israel’ sepakat menormalkan kembali hubungannya. Salah satu syarat yang diajukan Turki, kompensasi US$ 20 juta untuk keluarga Syuhada Mavi Marmara.

Mewakili keluarga Syuhada dan IHH, Gulden menyatakan bisa memahami keputusan pemerintah Turki itu. Tapi, “Kami dengan tegas menentang keputusan normalisasi itu. Kami minta keputusan politik itu tidak menjadi alasan untuk mengintervensi kasus Mavi Marmara dalam menuntut keadilan.”

Sehari sebelum pertemuan di markas IHH itu, pada sidang ke-13 Pengadilan Mavi Marmara (19/10/2016) sempat terjadi ketegangan karena tim pengacara menuntut seluruh anggota majelis hakim diganti karena “sudah tidak bisa dipercaya”.

Menurut Tim Pengacara IHH, kepercayaan itu hilang karena pada sidang ke-12, majelis hakim meminta pendapat pemerintah Turki tentang kasus ini. Sedangkan pemerintah Turki tengah menjalankan proses politik dengan Zionis ‘Israel’. Tim Pengacara menganggap, dengan begitu majelis hakim telah kehilangan independensinya dalam mengadili perkara ini.

“Kita akan lanjutkan proses hukum ini sampai empat jenderal itu dijatuhi hukuman setimpal,” tukas Gulden. Muslimah berjilbab lebar dan berkaca mata itu menyadari, jalan ini susah, berat dan panjang, “Tapi kita akan terus melakukan apa yang bisa kita lakukan.” *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelkeluarga syuhadaMavi Marmarapengadilan kasus Mavi MarmaraZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemendagri Jerman: 35 Pemegang Paspor Diplomatik Turki Minta Suaka
Tulisan selanjutnya Manfaat Taat kepada Allah dan Amal Salih

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?