Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Pak Tuo Syafiie Ma’arif, Bukan Buya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 November 2016 10:55 10:55 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 November 2016 10:55
Bagikan
Syafii Ma'arif, ahli sejarah
Bagikan

Istilah Buya dikenal di wilayah sumatera khususnya Sumatra Barat. Sesoerang dipanggil buya terutama disebabkan pemahamannya yang mendalam terkait pengetahuan agama.

Disamping itu seorang Buya sama halnya dengan Kiyai di Jawa juga merupakan tokoh teladan yang tindak tanduk dan perilakunya menjadi contoh bagi masyarakat awam.

Oleh karena itu sang Buya selalu menjadi panutan dan dihormati oleh sebagian besar umat (Islam) dikarenakan apa yang diucapkan dan dilakukannya senantiasa sejalan dan seaspirasu dengan mayoritas umat, Sementara ituy kita ketahui bahwa Syafii Maarif yang telah terlanjur sebeblum ini dipanggil Buya ternyata dalam kasus Ahok sangat bertolak belakang dengan aspirasi umat Islam yang secara masif jutaan massa umat Islam melakukan unjuk rasa atas perilaku sok tahu Ahok terhadap al Quran khususnya surat Al Maidah ayat 51.

Ketika umat Islam Indonesia secara besar-besaran dan masif diseluruh daerah terutama pada Aksi Bela Al-Quran Jumat tanggal 4 Nopember 2016 berdemo menuntut Ahok yang kerap lancang terhadap umat dan mencapai puncaknya pada pidatonya di kepulauan seribut itu, ternyata Syafiie Maarif mengeluarkan pernyataan kontroversi dengan jutaan umat Islam.

Meminjam istilah Syafii sendiri tampaknya Syafii merasa benar dalam kesesatan. Oleh karena itu saya dan banyak lagi kawan muslim yang tampaknya keberatan apabila kata buya disematkan pada Syafii Maarif.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Karena disamping perilakunya beberapa tahun belakangan ini amat tidak kondusif bagi tegaknya ajaran Islam di bumi pertiwi ini, Syafii juga memang latar belakangnya tidaklah murni mempelajari agama secara mendalam seperti halnya Buya Hamka. Syafii hanyalah seorang akademisi di institut keguruan dan pendidikan bidang studi sejarah. Pemahamannya keislamannya amat jauh beda dengan Buya sesungguhnya seperti Buya Hamka.

Sebaiknya beliau  cukup dipanggil Pak Tuo saja karena memang beliau sudah tua. Wallahu a’lam.*

Aries Musnandar | Malang Jatim 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokBasuki Thahaja PurnamabuyaBuya HamkaSyafi'i Ma'arif
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menafsirkan Makna
Tulisan selanjutnya Buni Yani Bersumpah Tidak Mengedit Video Kunjungan Ahok ke Pulau Seribu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?