Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bangkit Melawan Lupa: Negeri Melayu Patani Dibawah Jajahan Thailand

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 November 2016 15:54 3:54 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 November 2016 15:54
Bagikan
Tentara Myanmar di Patani
Bagikan

BERTEPATAN pada bulan November 2016 ini, dimana kita sama-sama dalam memperingati hari yang telah melewati masa yang cukup panjang “bangkit melawan lupa” Bangsa Patani.

Bagi penduduk masyarakat bangsa Melayu Patani karena dijajah negara Thailand. Semenjak 1785 hingga hari ini, hampir 231 tahun masyarakat bangsa Melayu Patani berada di bawah kuasa negara Thailand.

Dan pula dimana telah banyak yang kita dengar dari berita media massa dan sebagainya. Bahwa semakin hari semakin meningkat jumlah kematian penduduk di negara itu.

Mereka penduduk masyarakat bangsa Melayu Patani sedang mengalami kerusuhan dan krisis kemanusiaan yang hebat. Sehingga nasib generasi pada suatu bangsa ini secara terus-menerus dilanda kekerasan tanpa memiliki proses pertumbuhan yang baik terhadap anak-anak yang berarti pada masa depan bangsanya.

Akibat dari itu, terjadi karena sistem penjajahan masih merajalela ke atas suatu bangsa yang sedang ia memiliki kekuasaan secara total.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejauh ini orang Patani yang berada di bawah kuasa Thailand. Keadaan dan nasib mereka yang tidak memeroleh hak dan kebutuhan hidupnya. Ancaman kerusuhan konflik yang semakin hebat itu telah membuat penduduk masyarakat setempat tidak berani dalam menuntut segala macam yang seharusnya mereka untuk mendapatkannya. Oleh karena masyarakat bangsa Melayu Patani berada dalam kondisi ditengah kawalan militer yang sangat ketat.

Pemerintah Thailand, junta militer dengan mengirim pasukan untuk menjaga kawasan tersebut hingga hari ini jumlah aparatur yang bertempat di kawasan Patani tercapai lebih dari beribu pasukan terpenuhi dengan militer dan polisi yang mendiami di daerah kota maupun pedesaan.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dari sebuah negeri Melayu Patani secara politik pecah dan kuasa sehingga Patani terbagi menjadi beberapa wilayah di bagian selatan Thailand yang berbatasan dengan negara Malaysia itu meliputi provinsi Narathiwat, Pattani, Yala, Setun dan sebagian kelima daerah berada di provinsi Songkhla merupakan wilayah modern hasil jajahan Thailand ke atas bangsa Patani hingg saat ini.

Patani hari ini, dimana kita lebih kenal hanyalah sebuah provinsi yang telah disematkan bahasa oleh pemerintah Thailand. Patani bukan Pat(t)ani, maka hal itu menjadi banyak dari masyarakat luar menyebutkan dan membuat pemahaman yang sangat-sangat keliru.

Patani merupakan sebuah negeri yang berkesan begitu cukup memadai bagi penduduk setempat karena ia telah menjadikan daging darah “ke-melayu-an” yang berakar pada identitas penduduk masyarakat Bangsa Melayu Patani sejak purbakala dari turun temurun leluhur bangsanya.

Namun itu, setelah mana Patani berada di bawah kuasa Thailand dan keadaan terjadi, dimana nasib rakyat Patani hingga hari ini?

Secara bahasa dan kebudayaan masyarakat tidak dapat mengekspresi, hak dan nyawa mereka berada dalam keadaan yang kelam, generasi-generasi penuh dengan air mata mengalir turun hingga ke hujung kaki.

Selain itu, pelanggaran HAM tanpa ada pihak yang menyatakan untuk bertanggujawab ke atas sebuah tragedi yang terjadi. Dimana telah terjadinya sebuah peristiwa disebut “Tragedi Tak Bai 2004” lalu, telah membuktikan hingga sekarang nasib mereka yang terkorban dari tragedi tersebut mereka tidak dibela oleh Undang-Undang Siam (UUS) dan benar-benar itu dari tindakan pemerintah sendiri. Hal demikian itulah menjadi penyebab berakar panjang hingga hari ini.

Derita Orang Patani, Kegelisahan Tak Berkunjung Usai

Telah banyak korban hingga secara umumnya berdampak pada situasi yang dianggap jauh dari perlindungan hak dan keamanan negara terhadap warga penduduk masyarakat.

Apalagi berkenaan dengan hidup mereka yang berada dalam keadaan takut yang sangat menakutkan. Setiap hari ada tembakan dan ledakan yang terluka sampai kehilangan nyawa berakhir. Hal itu juga sudah menjadi kebiasaan saat ini, anak kecil yang baru saja dilahirkan dari kandungan Ibunya sudah mendengar suara-suara pistol maupun pengeboman. Begitulah kejadian saat ini, masih banyak lagi peristiwa dan kejadian yang telah membekas di hati nurani dalam kalangan masyarakat bangsa Melayu Patani untuk menjadi prihatin bagi orang masyarakat luar.

Tokoh Muslim Thailand Masih Pertanyakan Tragedi Tak Bai

Kejadian dengan masyarakat Patani saat ini, nyawa mereka yang terkorban dari tindakan aparatur negara malah pemerintah membayar uang yang bertujuan menyembuh rasa luka yang benar-benar keji. Seakan memandang nyawa orang Patani yang terkorban dapat diganti dengan uang begitu saja, proses peradilan diabaikan pemerintah yang kemungkinan terjadi selagi Patani di bawah kuasanya.

Situasi yang saat ini, masyarakat berada dalam suasanan yang huru-hara. Apalagi saat ini juga militer sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam mengatur urusan negara. Maka itulah menjadi kesempatan besar bagi militer yang menjalankan tugas khusus di wilayah selatan, kekerasan semakin meningkat yang tidak perikemanusiaan dan perikeadilan ke atas suatu bangsa dalam negaranya. Namun semuanya tindakan yang dilakukan militer Thailand itu dibela dengan kekuasaan entah tidak hanya yang terjadi dengan masyarakat Patani saja tetapi juga masyarakat Thailand secara umumnya.*/AM Fathon, warga Patani

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Islam di PataniPataniSIAMThailand Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dosen Komunikasi Unpad Ungkap Alasan Mengapa Banyak Media Pro Ahok
Tulisan selanjutnya Militer Myanmar Bunuh 30 Etnis Rohingya dalam Aksi Kekerasan Terbaru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?